
SUKABUMI – Dua siswa SMPIT Adzkia Sukabumi berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. Khaleed Naushad Fauzi dan Moch. Faza Aunillah Zakaria, siswa kelas IX, meraih Special Award dalam ajang Indonesia STEM Creativity Competition (ISTEMCC) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), 15 Agustus 2026.
Prestasi tersebut menjadi hasil dari ketertarikan keduanya terhadap dunia coding, sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) yang terus dikembangkan melalui proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Khaleed mengaku ketertarikannya terhadap coding berawal dari rasa penasaran mengenai cara kerja sebuah program. Dari rasa ingin tahu tersebut, ia mulai belajar secara mandiri dan mengenal sejumlah bahasa serta platform pemrograman, seperti JavaScript, Python, dan Scratch.
“Awalnya saya penasaran bagaimana sebuah program bisa bekerja. Dari situ saya mulai mencoba belajar coding dan mencari tahu sendiri,” ujar Khaleed.
Sementara itu, Faza tertarik dengan dunia STEM karena bidang tersebut memberikan kesempatan untuk menciptakan sesuatu sekaligus mencari solusi dari berbagai persoalan.
“Saya tertarik karena dalam STEM dan coding kita bisa belajar membuat sesuatu dan mencari solusi dari sebuah masalah. Rasanya menyenangkan ketika sebuah ide bisa dikembangkan,” ungkap Faza.
Ketertarikan Khaleed dan Faza terhadap teknologi mendapat dukungan dari SMPIT Adzkia Sukabumi. Keduanya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler IT yang dibimbing Firmanullah.
Selain itu, kemampuan di bidang sains dan STEM juga dikembangkan melalui kegiatan Sains Club yang dibimbing Windy Fadzariyah.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk bertanya, melakukan eksplorasi, mencoba berbagai ide, serta mencari solusi dari persoalan yang dihadapi.
Firmanullah mengatakan, Khaleed dan Faza memiliki semangat belajar yang kuat. Keduanya dinilai tidak hanya menunggu materi dari pembimbing, tetapi juga aktif mencari dan mempelajari berbagai hal secara mandiri.
“Mereka memiliki rasa penasaran yang sangat baik. Mereka tidak hanya menunggu materi diberikan, tetapi juga berusaha mencari dan mempelajari berbagai hal secara mandiri,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Windy Fadzariyah. Menurutnya, rasa ingin tahu merupakan salah satu bagian penting dalam pembelajaran sains dan STEM.
“Dalam pembelajaran sains dan STEM, rasa ingin tahu sangat penting. Anak-anak harus berani bertanya, mencoba, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan,” jelasnya.
Kemampuan yang terus diasah tersebut kemudian membawa Khaleed dan Faza mengikuti ISTEMCC 2026 tingkat nasional di UPI.
Kompetisi tersebut menjadi pengalaman bagi keduanya untuk menerapkan pengetahuan yang selama ini diperoleh melalui pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, serta eksplorasi secara mandiri.
Berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah menjadi tantangan tersendiri. Namun, keduanya mampu menunjukkan kemampuan dan kreativitas hingga akhirnya meraih Special Award.
Bagi Faza, pengalaman mengikuti kompetisi tidak hanya memberikan kesempatan untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk bekerja sama dan mengembangkan ide.
“Kami belajar banyak dari proses mengikuti lomba. Kami belajar bekerja sama, mengembangkan ide, dan berusaha menyelesaikan tantangan yang diberikan,” katanya.
Kepala SMPIT Adzkia Sukabumi, Ridwan, mengapresiasi prestasi yang diraih Khaleed dan Faza. Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki potensi yang dapat berkembang apabila mendapatkan lingkungan belajar dan pembinaan yang tepat.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi Khaleed dan Faza. Prestasi ini menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki potensi yang dapat berkembang ketika mereka memiliki kemauan untuk belajar, lingkungan yang mendukung, serta pembinaan yang tepat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sekolah tidak hanya menjadi tempat bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan di dalam kelas. Sekolah juga perlu memberikan ruang kepada siswa untuk menemukan minat, mengembangkan bakat, mencoba berbagai hal baru, dan membangun kepercayaan diri.
Prestasi di ISTEMCC 2026 tidak membuat Khaleed dan Faza berhenti belajar. Keduanya justru semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan di bidang coding, sains, dan teknologi.
Dalam waktu mendatang, mereka akan mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi KREASI (Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia) di Universitas Gadjah Mada (UGM). (wdy)

6 hours ago
8
















































