Tim mahasiswa Hukum Nusa Putra University menunjukkan medali dan piagam Bronze Medal usai meraih juara di Mandalika Essay Competition 8.
SUKABUMI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Nusa Putra University di kancah nasional. Tim mahasiswa dari Program Studi Hukum berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang bergengsi Mandalika Essay Competition 8 yang digelar di Lombok pada 16–18 Mei 2026.
Kompetisi tingkat nasional tersebut mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk beradu gagasan ilmiah, inovasi, serta solusi strategis terhadap beragam persoalan bangsa. Dalam persaingan ketat, tim Nusa Putra University mampu menunjukkan kualitas akademik unggul sekaligus kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan dan keadilan sosial.
Tim perwakilan terdiri dari Raihan Fadhil Ramadhan, Nada Aljahra, dan Yazril Ilham. Mereka sukses memukau dewan juri melalui karya esai berjudul “Restorasi Paradigma Hukum: Dari Ekonomi Ekstraktif Menuju Keadilan Ekologis di Kalimantan sebagai Upaya Perlindungan Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Menggunakan Kerangka Hukum Progresif.”
Karya tersebut mengangkat persoalan serius mengenai kerusakan lingkungan di Kalimantan akibat model ekonomi ekstraktif. Tim menyoroti tingginya angka deforestasi di Indonesia pada 2024 yang mencapai 299.650 hektare, dengan Kalimantan sebagai wilayah terdampak terbesar. Mereka juga mengungkapkan bahwa sekitar 97 persen deforestasi terjadi di area konsesi dan proyek resmi, menunjukkan adanya persoalan struktural dalam kebijakan pengelolaan sumber daya alam.
Melalui pendekatan hukum progresif, tim menawarkan paradigma baru berbasis ekosentrisme, yaitu cara pandang yang menempatkan alam sebagai subjek yang memiliki hak untuk dilindungi secara hukum. Selain itu, mereka menekankan pentingnya integrasi hukum adat serta penerapan prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC) dalam kebijakan tata ruang dan pengelolaan kawasan hutan.
Raihan Fadhil Ramadhan mengungkapkan rasa syukur atas capaian timnya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa membawa pulang Bronze Medal untuk Nusa Putra University. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa hukum tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan nyata untuk menjawab persoalan lingkungan dan keadilan sosial di Indonesia,” ujarnya.
Nada Aljahra menambahkan, tema yang mereka angkat berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan dan konflik masyarakat adat.
“Kami ingin menghadirkan perspektif bahwa hukum harus berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan masyarakat adat. Semoga gagasan ini bisa menjadi kontribusi kecil bagi masa depan kebijakan lingkungan di Indonesia,” tuturnya.
Prestasi ini tidak lepas dari peran dosen pembimbing, Muhammad Ridho Sinaga, S.H., M.H., yang memberikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mahasiswa selama proses penyusunan esai hingga presentasi.
“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa memiliki kapasitas akademik kompetitif di tingkat nasional. Kami bangga karena mereka mampu mengangkat isu ekologis dan hukum adat dengan pendekatan ilmiah yang kuat serta relevan dengan kondisi saat ini,” jelasnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Biro Kemahasiswaan Nusa Putra University, Gia Yosep Gunawan. Ia menegaskan pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya, berkompetisi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani tampil, berpikir kritis, dan menghasilkan karya yang berdampak. Nusa Putra University akan terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ungkapnya.
Keberhasilan meraih Bronze Medal di Mandalika Essay Competition 8 semakin mempertegas komitmen Nusa Putra University dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial, lingkungan, dan masa depan bangsa.(wdy/d)

7 hours ago
9






































