Rihanna Siswi SMKN 2 Kota Sukabumi Raih Juara 3 Resensi Buku Jawa Barat

22 hours ago 12

SUKABUMI – Keterbatasan waktu tidak menghalangi Rihanna Zakya Albina, siswi SMKN 2 Kota Sukabumi, untuk terus mengejar prestasi. Di tengah kesibukannya menyelesaikan laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan mempersiapkan diri menjadi Pramuka Garuda, Rihanna justru berhasil menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Rihanna berhasil meraih Juara 3 kompetisi resensi buku tingkat Provinsi Jawa Barat. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan memahami isi buku, tetapi juga mampu melatih kemampuan berpikir kritis, menganalisis persoalan, serta menyampaikan gagasan secara kreatif.

Perjalanan Rihanna menuju kompetisi tersebut berawal dari kejelian gurunya, Siti Natasya Isabela, yang melihat potensi literasi dalam diri Rihanna. Kepercayaan tersebut kemudian menjadi kesempatan bagi Rihanna untuk membawa nama SMKN 2 Kota Sukabumi ke tingkat provinsi.

Dalam kompetisi resensi buku tersebut, Rihanna memilih karya J.S. Khairen berjudul Bungkam Suara sebagai bahan resensi.

Menurut Rihanna, buku tersebut memiliki cerita dan gagasan yang relevan dengan dinamika serta realitas kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Karena itu, ia tidak sekadar menceritakan kembali isi buku, tetapi mencoba mengangkat persoalan yang lebih luas melalui sudut pandangnya.

Rihanna berusaha menghadirkan resensi yang berbobot, tajam, dan kritis. Namun, kekuatan tulisannya juga dipadukan dengan kreativitas visual.

Ia mengemas gagasannya menggunakan pilihan kata yang hidup dan memperkuat penyampaian melalui teknik penyuntingan video yang dikerjakannya sendiri.

“Saya ingin membuktikan bahwa literasi bisa disajikan secara modern, estetis, dan menggugah audiens,” katanya.

Menurut Rihanna, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa literasi dapat berjalan beriringan dengan kreativitas dan perkembangan teknologi.

Dengan penyajian yang lebih dekat dengan generasi muda, pesan dari sebuah buku diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi juga mampu menggugah audiens untuk berpikir dan melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas.

Prestasi tersebut diraih melalui persiapan yang cukup singkat. Rihanna mengaku hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

Pada waktu yang sama, ia masih harus menyelesaikan laporan PKL dan mempersiapkan diri untuk mengejar pencapaian sebagai Pramuka Garuda.

Kondisi tersebut membuat Rihanna harus mampu membagi waktu dan menentukan prioritas. Alih-alih menjadikannya sebagai hambatan, ia memilih menjadikan keterbatasan waktu sebagai tantangan untuk membuktikan kemampuannya.

“Saya harus menyelesaikan laporan PKL sekaligus menempa diri demi meraih pencapaian tertinggi sebagai Pramuka Garuda. Pengalaman ini membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk terus berjuang,” tuturnya.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Ketika namanya diumumkan sebagai Juara 3 kompetisi resensi buku tingkat Jawa Barat, Rihanna merasakan campuran haru, terkejut, dan syukur.

Selain bangga atas pencapaiannya, ia juga merasa mendapatkan pengalaman berharga karena dapat bertemu dengan peserta-peserta hebat dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Gelar Juara 3 tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan Rihanna. Prestasi itu juga menjadi kebahagiaan bagi orang tua, guru, sekolah, dan orang-orang terdekat yang selama ini memberikan dukungan.

Di lingkungan sekolah, Rihanna mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi kepada SMKN 2 Kota Sukabumi, khususnya tim perpustakaan, wali kelas Intan Nursaidah, serta Siti Natasya Isabela selaku pembimbing yang mendampinginya selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Dukungan tersebut menjadi energi bagi Rihanna untuk tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaiknya. Namun, menurut Rihanna, dukungan terbesar dalam perjalanan prestasinya datang dari keluarga.

“Terima kasih kepada sosok yang paling berperan dalam memberikan dorongan selama perlombaan, tidak lain adalah keluarga saya sendiri yang selalu memberikan restu, doa, serta semangat hingga saya mencapai titik ini,” ungkapnya.

Ia juga menyebut Azka Ramdani sebagai sosok yang tidak kalah penting karena selalu memberikan keyakinan terhadap kemampuan dirinya.

Baginya, membaca bukan sekadar menyelesaikan halaman demi halaman sebuah buku. Membaca merupakan proses untuk membuka pikiran, memperluas wawasan, serta melihat kehidupan dari berbagai perspektif.

“Kemenangan ini bukanlah garis akhir, melainkan pemantik untuk melangkah lebih jauh. Meski saya tidak tergabung dalam organisasi khusus literasi, saya akan terus aktif membaca,” ujarnya.

Rihanna percaya bahwa karya yang hebat bukan hanya karya yang mampu menghibur pembacanya, tetapi juga karya yang dapat membuka pikiran dan mengubah cara seseorang memandang kehidupan.

“Saya adalah pelajar kehidupan yang selalu ingin tumbuh,” pungkasnya. (wdy)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |