Sukabumi Robotic Competition ke-5 Diikuti 250 Pelajar, Angkat Tema AI

6 hours ago 7
 Sejumlah peserta mendampingi robot buatan mereka saat melintasi lintasan rintangan dalam ajang kompetisi robotik (line follower/maze solving). (widi/radarsukabumi)

SUKABUMI – Ratusan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam Sukabumi Robotic Competition (SRC) ke-5 yang digelar Sukarobot Academy pada 29-30 Agustus 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari anniversary ke-5 Sukarobot Academy tersebut berlangsung di Nusa Putra University. Pelaksanaan SRC ke-5 juga menggandeng Nusa Putra University, UKM Rekayasa Teknologi Nusa Putra, serta Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI).

Founder Sukarobot Academy, Japar Sidik, mengatakan SRC menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, sekaligus menemukan bibit-bibit unggul di bidang robotika.

“Tujuan kami mengadakan lomba ini untuk mempersatukan, mencari bibit-bibit dan bakat untuk mempersiapkan generasi emas tahun 2045,” ujar Japar.

Pada SRC ke-5, terdapat 12 kategori perlombaan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan usia peserta. Di antaranya Fast Building untuk TK dan SD, Creative Innovation untuk SD, SMP, dan SMA, Line Follower, Sumo, serta Soccer untuk kategori junior dan senior.

Peserta berasal dari jenjang TK hingga SMA/SMK/MA. Total terdapat sekitar 250 peserta dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Menurut Japar, kategori Line Follower menjadi salah satu perlombaan yang paling banyak diminati, terutama peserta berusia 12 hingga 16 tahun.

Menariknya, SRC ke-5 mengangkat tema Artificial Intelligence (AI) untuk kategori Creative Innovation.Japar menyebut perkembangan teknologi AI membuat peserta semakin kreatif dalam mengembangkan robot yang mereka buat.

“Tema lomba Creative Innovation tahun ini adalah AI. Tentunya yang kami lihat, teknologi dan robot yang dibuat anak-anak peserta rata-rata sudah menggunakan AI,” katanya.

Tak berhenti pada kompetisi tingkat nasional, para peserta yang berhasil menjadi juara juga mendapatkan kesempatan untuk melangkah ke tingkat internasional.

Para pemenang SRC ke-5 tercatat masuk dalam kurasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Mereka juga diproyeksikan menjadi bagian dari wakil Indonesia dalam kejuaraan robotik internasional di Malaysia yang akan diikuti kontingen dari sekitar 10 negara.

“Sebelum mengikuti tingkat internasional di Malaysia, kami akan memberikan pembinaan terlebih dahulu di sini,” ujar Japar.

Selain pengalaman dan peluang berkompetisi di tingkat internasional, para peserta SRC ke-5 juga mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa di Nusa Putra University.

Pihak Nusa Putra University menyiapkan beasiswa dengan total nilai mencapai Rp3 miliar bagi para pemenang lomba. Dukungan tersebut diharapkan semakin membuka jalan bagi para talenta muda untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan di bidang teknologi dan robotika.

Namun, Japar mengakui pengembangan literasi robotika di daerah masih menghadapi berbagai tantangan. Dari sekitar 350 siswa yang tersebar di 21 sekolah mitra Sukarobot Academy di Sukabumi, baru sekitar 5 persen yang berani mengikuti kompetisi.

Keterbatasan biaya untuk perangkat hardware serta belum meratanya pemahaman orang tua dan sekolah mengenai prospek dunia robotika menjadi sejumlah kendala yang dihadapi.

Karena itu, Sukarobot Academy terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Persatuan Robotika Indonesia (PRI), untuk membangun ekosistem robotika yang lebih kuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong hadirnya dukungan dan regulasi dari pemerintah sekaligus memperluas program ekstrakurikuler robotika di sekolah.

Semangat peserta juga terlihat dari Fikran, 11 tahun, siswa SDN Cijinjing, Kabupaten Tasikmalaya.Fikran mengaku mulai belajar robotika sejak duduk di kelas 4 SD. Selain robotika, ia juga memiliki hobi bermain sepak bola. Karena itu, dirinya memilih mengikuti kategori Soccer dalam SRC ke-5.

“Saya senang main robot dan senang main bola, jadi ikut lomba soccer,” kata Fikran.

Dalam pertandingan yang diikutinya, Fikran mengaku tidak menemukan kesulitan berarti. Ia bahkan berhasil memenangkan pertandingan terakhir dengan skor 3-0.

SRC di Sukarobot Academy juga bukan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi robotika. Fikran mengaku sudah empat kali mengikuti perlombaan robotika dan dua di antaranya digelar di Sukarobot Academy. (wdy)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |