DISKUSI: Pertemuan peningkatan mutu Fasyankes melalui Pelaporan INM dan IKP, di Ruang Pertemuan Bawah Dinkes Kota Sukabumi. (Dok.Radar Sukabumi)RADARSUKABUMI.COM – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Sukabumi tidak cukup hanya dengan memastikan fasilitas kesehatan tersedia. Yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap pelayanan berjalan aman, terukur, dan terus dievaluasi berdasarkan kondisi di lapangan.
Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi melalui Pertemuan Peningkatan Mutu Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) melalui Pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) dan Insiden Keselamatan Pasien (IKP), di Ruang Pertemuan Bawah Dinkes Kota Sukabumi.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman dan komitmen fasilitas pelayanan kesehatan khususnya klinik, dalam melakukan pengukuran, pemantauan, serta pelaporan indikator mutu dan insiden keselamatan pasien secara konsisten.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah mengatakan, pelaporan INM dan IKP tidak seharusnya dipandang sebatas kewajiban administratif. Data yang dihimpun dari fasilitas kesehatan justru menjadi bahan penting untuk mengetahui persoalan pelayanan sekaligus menentukan langkah perbaikan.
“Data yang dilaporkan bukan sekadar angka atau laporan administratif. Data tersebut menjadi dasar bagi kita untuk melihat apa yang perlu diperbaiki agar pelayanan kesehatan semakin aman dan berkualitas,” ujar Ida kepada Radar Sukabumi.
Menurutnya, budaya mutu harus dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Setiap fasilitas kesehatan perlu memiliki kebiasaan untuk mengukur kinerja, mengenali potensi risiko, melaporkan kejadian yang berkaitan dengan keselamatan pasien, kemudian melakukan evaluasi dan perbaikan.
“Mutu tidak bisa dibangun dalam satu kegiatan. Ini merupakan proses yang harus dilakukan terus-menerus. Ketika ada insiden atau ditemukan kekurangan dalam pelayanan, yang paling penting adalah bagaimana kita belajar dari hal tersebut dan mencegah agar tidak terulang,” katanya.
Ida menambahkan, kepatuhan dalam pelaporan juga menjadi bagian penting dari penguatan sistem pelayanan kesehatan. Semakin baik data yang dikumpulkan, semakin mudah pemerintah daerah bersama fasilitas kesehatan memetakan persoalan dan menyusun intervensi yang tepat.
Pertemuan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Sukabumi, drg. Wita Darmawanti, didampingi Ketua Tim Kerja Mutu Yankes, Sugeng Riyanta. Pembahasan diarahkan pada penguatan pelaksanaan pengukuran, pemantauan, dan pelaporan INM serta IKP di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dinkes Kota Sukabumi berharap penguatan sistem pelaporan tersebut dapat mendorong seluruh fasilitas kesehatan membangun budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan indikator, tetapi benar-benar berdampak terhadap pengalaman dan keamanan pasien.
“Tujuan akhirnya adalah pasien mendapatkan pelayanan yang lebih aman. Karena itu, data harus kita gunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan. Data yang dilaporkan menjadi dasar untuk perbaikan, sementara mutu yang dijaga akan memberikan pelayanan yang lebih aman,” pungkas Ida. (ris)

17 hours ago
11















































