
SUKABUMI – Prestasi membanggakan ditorehkan Raffandra Adhyyastha Ferdinand, siswa kelas 5 SDIT Adzkia 1 Kabupaten Sukabumi. Berawal dari sekadar mencoba berenang sejak kelas 2 sekolah dasar, ia kini mampu bersaing dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga renang hingga tingkat Provinsi Jawa Barat.
Perjalanan Raffandra menuju ajang O2SN tidak berlangsung secara instan. Ketertarikannya terhadap renang bermula dari aktivitas sederhana saat masih duduk di kelas 2 SD. Kala itu, ia belum memiliki target untuk menjadi atlet.
Namun, pengalaman mencoba tersebut perlahan menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga renang. Raffandra mulai rutin berlatih dan terus mengembangkan kemampuannya.
“Awalnya saya berenang itu cuma coba-coba waktu kelas 2 lama-lama saya suka dan ingin terus belajar supaya bisa lebih baik,” ungkap Raffandra.
Dari proses latihan tersebut, kemampuan Raffandra semakin berkembang. Ia kemudian mengikuti kompetisi O2SN renang mulai dari tingkat kecamatan. Performa yang ditunjukkannya membuat Raffandra berhasil melaju ke tingkat Kabupaten Sukabumi. Tidak berhenti di sana, ia kembali menunjukkan kemampuan terbaik hingga mendapatkan kesempatan bertanding di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Perkembangan Raffandra sebagai perenang muda tidak terlepas dari dukungan keluarga. Melihat minat dan kesungguhannya, orang tua memberikan fasilitas les renang agar kemampuan sang anak dapat terus diasah.
Ayah Raffandra, Feri Perdinan, mengatakan keluarga sejak awal tidak pernah memaksakan putranya untuk menjadi atlet. Menurutnya, dukungan diberikan karena Raffandra memang memiliki ketertarikan terhadap renang dan menikmati proses latihan.
“Awalnya memang hanya mencoba. Kami sebagai orang tua melihat Raffandra memiliki ketertarikan di renang, sehingga kami berusaha mendukung dengan memberikan fasilitas les renang. Yang terpenting bagi kami, dia menjalani dengan senang, disiplin, dan tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan,” tutur Feri.
Feri menilai prestasi yang diraih Raffandra merupakan hasil dari proses panjang. Latihan, kedisiplinan, doa, serta dukungan keluarga dan sekolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tersebut.
Ia berharap Raffandra dapat terus mengembangkan potensinya di bidang olahraga tanpa melupakan pendidikan, agama, dan pembentukan karakter.
Menariknya, prestasi Raffandra tidak hanya datang dari dunia olahraga. Di balik aktivitasnya sebagai perenang muda, ia juga dikenal sebagai hafidz Al-Qur’an.
Kemampuan tersebut berjalan beriringan dengan prestasi di bidang keagamaan. Salah satunya ketika Raffandra dipercaya menjadi imam dalam lomba shalat berjamaah Pendidikan Agama Islam (PAI) hingga berhasil melaju ke tingkat Kabupaten Sukabumi.
Bagi Raffandra, olahraga dan kegiatan keagamaan justru saling melengkapi. Keduanya mengajarkan nilai yang sama, seperti kedisiplinan, kesabaran, keberanian, dan tanggung jawab.
“Saya senang bisa ikut renang dan juga belajar Al-Qur’an. Bagi saya, latihan renang mengajarkan supaya disiplin dan tidak mudah menyerah. Menghafal Al-Qur’an juga harus sabar dan terus mengulang,” kata Raffandra.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa potensi seorang anak tidak hanya dapat tumbuh melalui prestasi akademik. Dengan kesempatan dan pendampingan yang tepat, siswa dapat berkembang sesuai minat dan bakat yang dimilikinya.
Kepala SDIT Adzkia 1 Kabupaten Sukabumi, Mimin Karmila mengapresiasi capaian Raffandra. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa setiap siswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan ketika mendapatkan ruang, pendampingan, dan dukungan yang tepat.
“Kami sangat mengapresiasi prestasi Raffandra. Ia menunjukkan bahwa seorang siswa bisa memiliki prestasi di berbagai bidang. Di satu sisi ia menekuni olahraga renang hingga mampu melaju ke tingkat provinsi, di sisi lain ia juga memiliki kemampuan dalam Al-Qur’an dan bidang keagamaan,” ujar Mimin.
Ia mengatakan, SDIT Adzkia 1 Kabupaten Sukabumi berupaya memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan potensi masing-masing, baik dalam bidang akademik, olahraga, seni, maupun keagamaan.
“Kami ingin anak-anak di SDIT Adzkia 1 tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, kedekatan dengan Al-Qur’an, disiplin, dan keberanian untuk mencoba,” katanya.
Menurut Mimin, perjalanan Raffandra menjadi salah satu contoh bahwa sebuah prestasi dapat bermula dari hal sederhana
“Raffandra menjadi salah satu contoh bahwa ketika potensi anak didukung dengan baik, dari sesuatu yang awalnya hanya coba-coba bisa berkembang menjadi sebuah prestasi,” lanjutnya. (wdy)

6 hours ago
9
















































