KOMPETENSI: Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayat mengatakan, profiling merupakan tindak lanjut dari persetujuan penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkot Sukabumi. (IST)RADARSUKABUMI.COM – Pemerintah Kota Sukabumi mulai memetakan potensi dan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui profiling yang diikuti sekitar 800 aparatur. Langkah ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta untuk memastikan pengembangan karier ASN dilakukan berdasarkan kemampuan, kinerja, dan kebutuhan organisasi.
Kegiatan profiling ASN tersebut dibuka Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Selasa (1/9) siang. Pesertanya berasal dari berbagai jenjang jabatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama hingga pejabat fungsional ahli muda dan ahli madya.
Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayat mengatakan, profiling merupakan tindak lanjut dari persetujuan penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkot Sukabumi. Proses tersebut dilakukan untuk memetakan kompetensi dan potensi ASN secara lebih objektif.
“Pelaksanaan ini memiliki target sekitar 60 orang, tetapi Kota Sukabumi dapat melaksanakan secara mandiri sehingga targetnya dapat mencapai sekitar 800 orang,” ujar Taufik.
Hasil profiling nantinya menjadi salah satu bahan dalam menentukan pengembangan karier ASN. Pemetaan tersebut diharapkan membantu pemerintah menempatkan aparatur sesuai dengan kompetensi dan potensi yang dimiliki.
Bagi Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, pemetaan kompetensi menjadi penting agar penataan birokrasi tidak lagi bertumpu pada kedekatan maupun kepentingan tertentu. Ia menegaskan, pengangkatan, rotasi, dan promosi jabatan harus dilakukan secara profesional dengan mengedepankan kinerja dan kompetensi.
“Dalam pengangkatan dan promosi, kita harus menjauhkan dari aspek politis. Semua harus berdasarkan kinerja dan kompetensi,” tegas Ayep.
Ia menyebut prinsip the right man on the right place harus benar-benar diterapkan dalam manajemen talenta. Artinya, ASN ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kemampuan, pengalaman, serta potensi yang dimilikinya.
“Bagaimana manajemen talenta ini bisa dijalankan dan diimplementasikan melalui meritokrasi. Orang yang tepat harus ditempatkan pada tempat yang tepat, sesuai dengan kompetensinya. Jangan sampai salah tempat,” ujarnya.
Menurut Ayep, hasil profiling bukan sekadar menjadi data kepegawaian, tetapi harus dimanfaatkan untuk membangun pola karier ASN secara berkelanjutan. Dengan pemetaan yang lebih terukur, pemerintah dapat mengetahui aparatur yang memiliki potensi untuk dikembangkan sekaligus menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia birokrasi ke depan.
Ia juga mengingatkan ASN untuk tetap menjaga profesionalitas dan netralitas. Aparatur diminta tidak terlibat dalam politik praktis dan fokus menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.
“ASN jangan berpolitik. ASN harus profesional dan memberikan ruang yang sebesar-besarnya untuk bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya,” katanya.
Ayep berharap profiling menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun birokrasi Kota Sukabumi yang lebih profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Ia meminta seluruh ASN mengikuti proses tersebut secara serius karena hasilnya akan menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem karier yang lebih objektif dan berbasis merit.
“Jadikan kegiatan ini sungguh-sungguh. Kita ingin membangun ASN yang profesional, memiliki kompetensi, berintegritas dan mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (ris)

2 hours ago
7
















































