STIKes Sukabumi Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah, Dorong Kualitas Riset dan Publikasi

7 hours ago 5

SUKABUMI – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sukabumi menggelar workshop penulisan karya ilmiah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan riset berkualitas serta publikasi ilmiah yang memiliki daya saing.

Kegiatan tersebut digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKes Sukabumi. Workshop menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun budaya akademik, memperkuat kinerja penelitian, sekaligus mendorong peningkatan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.

Ketua STIKes Sukabumi, Iwan Permana, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan program kerja LPPM dan mendukung visi STIKes Sukabumi untuk unggul dalam bidang riset.

“Latar belakang kegiatan ini sesuai dengan program kerja LPPM yang mendukung visi STIKes Sukabumi, salah satunya unggul dalam bidang riset. Kami juga memiliki rencana strategis lembaga untuk meningkatkan program riset berbasis produk,” ujar Iwan.

Menurutnya, workshop tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah, tetapi juga memperkuat kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Materi yang dibahas mencakup metode literature review hingga metode intervensi.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas bimbingan riset kepada mahasiswa, sekaligus mendorong peningkatan kualitas penelitian yang dilakukan dosen. Selain itu, STIKes Sukabumi menargetkan peningkatan indeks SINTA serta semakin banyak dosen dan mahasiswa yang mampu memperoleh hibah penelitian.

Iwan menegaskan, budaya mutu terutama dalam meningkatkan kinerja dosen di bidang riset akan terus diperkuat. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan dosen tetap, pemberian kesempatan mengikuti berbagai pelatihan, serta membangun kemitraan penelitian dengan perguruan tinggi lainnya.

“Harapannya, visi unggul di bidang riset dapat tercapai dan hasilnya berguna di tingkat lokal, nasional maupun internasional,” katanya.

Ia menambahkan, STIKes Sukabumi juga mendorong lahirnya penelitian berbasis produk. Penelitian yang dikembangkan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan profesi, khususnya dalam bidang keperawatan, kesehatan dan kebidanan.

Ke depan, STIKes Sukabumi menargetkan peningkatan jumlah hasil riset berbasis produk sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing program studi. Selain itu, kampus juga mendorong peningkatan perolehan hibah penelitian bagi dosen dan mahasiswa serta memperluas kemitraan riset dengan perguruan tinggi dan dunia industri kesehatan.

Ketua LPPM STIKes Sukabumi, Johan Budhiana, mengatakan workshop tersebut dilatarbelakangi kebutuhan untuk terus meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan memiliki daya saing publikasi.

Menurut Johan, penelitian yang baik perlu didukung kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian secara sistematis. Proses tersebut dimulai dari penyusunan naskah, pemilihan jurnal, hingga menghadapi proses publikasi.

“LPPM memandang workshop ini sebagai salah satu upaya strategis untuk membangun budaya akademik dan publikasi di lingkungan STIKes Sukabumi,” ujarnya.

Dalam workshop, peserta mendapatkan materi mengenai proses penulisan karya ilmiah secara komprehensif. Mulai dari menentukan ide dan fokus penelitian, menyusun struktur manuskrip, penulisan pendahuluan dan pembahasan, penggunaan referensi yang relevan, hingga strategi memilih jurnal yang sesuai.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai standar dan etika publikasi ilmiah. Hal itu penting agar karya ilmiah yang dihasilkan semakin berkualitas dan sesuai dengan tuntutan jurnal nasional maupun internasional.

Johan menilai kemampuan melakukan penelitian dan kemampuan menulis merupakan dua hal yang saling berkaitan. Hasil penelitian yang baik akan memberikan manfaat lebih luas apabila dikomunikasikan melalui karya ilmiah yang berkualitas dan dipublikasikan pada media ilmiah yang tepat.

.“Bagi institusi, peningkatan kualitas publikasi juga menjadi bagian penting dalam penguatan reputasi akademik, pengembangan keilmuan, serta peningkatan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya

Johan mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dosen maupun mahasiswa dalam mengubah hasil penelitian menjadi manuskrip dengan alur ilmiah yang kuat.

Beberapa di antaranya adalah menentukan kebaruan atau novelty, menyusun pembahasan yang kritis, menggunakan referensi mutakhir, memilih jurnal yang sesuai, serta menyesuaikan naskah dengan author guidelines jurnal.

Bagi mahasiswa, tantangan tersebut kerap ditambah dengan keterbatasan pengalaman dalam proses publikasi. Karena itu, LPPM STIKes  Sukabumi menilai pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada pelaksanaan workshop.

Peserta diarahkan untuk memahami proses penulisan secara aplikatif, melihat contoh manuskrip yang baik, memahami karakteristik jurnal tujuan, serta melakukan perbaikan terhadap naskah yang telah dimiliki.

“Ke depan, kami juga ingin memperkuat pendampingan secara berkelanjutan sehingga peserta tidak berhenti pada tahap selesai menulis, tetapi dapat melanjutkan sampai tahap submission, revisi, dan publikasi,” ungkap Johan.

Menurutnya, peningkatan jumlah publikasi memang menjadi salah satu target. Namun, LPPM STIKes Sukabumi tidak ingin hanya berorientasi pada kuantitas.

Yang lebih penting adalah memastikan peningkatan jumlah publikasi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas. Dosen dan mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan publikasi pada jurnal kredibel, relevan dengan bidang keilmuan, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

LPPM juga akan melakukan monitoring terhadap perkembangan karya peserta. Indikator keberhasilan workshop tidak hanya dilihat dari jumlah peserta, tetapi juga dari berapa banyak manuskrip yang berhasil dikembangkan hingga siap disubmit dan dipublikasikan.

Strategi tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan kapasitas penelitian, pendampingan penyusunan proposal, peningkatan kualitas metodologi penelitian, pengembangan kolaborasi antarpeneliti, hingga pendampingan publikasi.

STIKes Sukabumi juga mendorong dosen untuk melakukan penelitian secara lebih terarah melalui research roadmap. Dengan demikian, publikasi yang dihasilkan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pengembangan bidang keilmuan yang berkelanjutan.

Johan menegaskan, penelitian di STIKes Sukabumi diharapkan berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. Pemilihan topik penelitian perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, permasalahan kesehatan yang aktual, serta potensi penerapan hasil penelitian.

“Hasil penelitian juga diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan inovasi, rekomendasi kebijakan atau praktik pelayanan,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, penelitian dan publikasi diharapkan tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung perkembangan profesi di bidang kesehatan.

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |