
SUKABUMI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAN 1 Kota Sukabumi. Firaas Rizky Arifin berhasil meraih Juara 2 Lomba Resensi Buku Tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat.
Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan membaca, berpikir kritis, menganalisis karya, serta menyampaikan gagasan melalui tulisan dan video.
Informasi mengenai lomba diperoleh Firaas dari guru dan pustakawan SMAN 1 Kota Sukabumi. Ia kemudian tertarik mengikuti kompetisi tersebut karena menilai lomba resensi buku dapat menjadi ruang untuk mengasah kemampuan literasi dan penyampaian narasi.
Dalam perlombaan itu, peserta diberikan kebebasan memilih karya sastra, baik fiksi maupun nonfiksi, untuk kemudian dibuat menjadi naskah resensi dan diadaptasi ke dalam bentuk video.
Firaas memilih novel fiksi sejarah karya Tere Liye berjudul “Rindu”. Menurutnya, novel tersebut tidak hanya menggambarkan kerinduan sebagai bentuk cinta, tetapi juga mengangkat persoalan pengampunan, pencarian kebenaran, serta keberanian berdamai dengan masa lalu.
Novel yang mengambil latar perjalanan kapal haji Blitar Holland pada 1938 tersebut dinilai Firaas memiliki pesan spiritual dan psikologis yang relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur, haru, bangga, dan tidak menyangka bisa meraih juara. Menghadapi siswa dan siswi dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Barat dengan karya-karya yang luar biasa tentu menjadi tantangan tersendiri,” ujar Firaas.
Untuk mempersiapkan karya, Firaas membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Persiapan dimulai dari membaca kembali novel, melakukan analisis isi, menyusun naskah, hingga membuat skrip untuk video resensi.
Tantangan terbesar, menurut Firaas, adalah bagaimana mengemas berbagai nilai moral yang terdapat dalam novel tanpa mengurangi kedalaman analisis. Karena itu, ia memadukan isi resensi dengan teknik penyampaian visual yang menarik.
Ia merancang video dengan konsep cinematic dan sejarah agar pesan yang disampaikan lebih kuat, sekaligus membuat karya terlihat menarik dan tidak monoton.
Dalam proses tersebut, dukungan SMAN 1 Kota Sukabumi turut berperan penting. Guru dan tim perpustakaan sekolah memberikan fasilitas, masukan terhadap naskah dan skrip video, serta dukungan moril sejak proses pendaftaran hingga pengumpulan karya.
Firaas juga menyampaikan apresiasi kepada orang tuanya yang selalu memberikan dukungan dan semangat selama proses persiapan lomba.
“Terima kasih kepada Ibu dan Ayah saya, kepala sekolah dan seluruh guru di SMAN 1 Kota Sukabumi yang selalu mendukung saya setiap mengikuti perlombaan. Terima kasih juga kepada Tim Perpustakaan Cakrawala Ilmu Smansa, yaitu Miss Endah, Teh Finkan, dan semua yang telah membantu, serta teman-teman yang terus memberikan dukungan,” katanya.
Bagi Firaas, prestasi tersebut bukan menjadi akhir, melainkan pemicu untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan di bidang akademik maupun literasi.
Ke depan, ia berencana semakin aktif mengembangkan budaya membaca dan gerakan literasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, melalui berbagai karya yang dihasilkannya.
Prestasi Firaas sekaligus menunjukkan bahwa budaya membaca dapat menjadi pintu bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keberanian menyampaikan gagasan.(wdy)

7 hours ago
12
















































