Ekspor Sumbar Tembus US$369,03 Juta, Naik 17 Persen

14 hours ago 16

Langgam.id – Nilai ekspor asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Juli 2026 mencapai US$369,03 juta. Angka tersebut meningkat 17 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat US$315,40 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Nurul Hasanudin, mengatakan secara kumulatif nilai ekspor Sumbar pada Januari-Juli 2026 mencapai US$1.937,08 juta.

“Nilai ekspor Provinsi Sumatera Barat pada Juli 2026 sebesar US$369,03 juta atau naik sebesar 17 persen dibanding Juli 2025,” kata Nurul, dikutip Senin (14/9/2026).

Ia menjelaskan, dibandingkan Juni 2026, nilai ekspor Sumbar pada Juli mengalami penurunan 4,50 persen. Pada Juni 2026, nilai ekspor Sumbar tercatat US$386,41 juta.

Sementara itu, jika dibandingkan periode Januari-Juli 2025, nilai ekspor Sumbar Januari-Juli 2026 meningkat 21,28 persen, dari US$1.597,18 juta menjadi US$1.937,08 juta.

Menurut Nurul, ekspor Sumbar masih didominasi oleh golongan lemak dan minyak hewan/nabati. Komoditas ini sepanjang Januari-Juli 2026 menyumbang US$1.661,62 juta atau 85,78 persen dari total ekspor Sumbar.

“Komoditas yang paling banyak diekspor pada golongan lemak dan minyak hewan atau nabati antara lain liquid fractions of palm oil, crude palm oil, dan refined palm oil,” ujarnya.

Selain lemak dan minyak hewan/nabati, sejumlah komoditas utama juga mencatat pertumbuhan positif. Di antaranya berbagai produk kimia yang naik 44,83 persen menjadi US$71,78 juta, karet dan barang dari karet naik 44,04 persen menjadi US$58,89 juta, serta ampas atau sisa industri makanan naik 64,66 persen menjadi US$22,41 juta.

Kenaikan terbesar secara persentase terjadi pada golongan garam, belerang dan kapur yang mencapai 104,11 persen menjadi US$20,97 juta.

Namun, tidak seluruh komoditas mengalami peningkatan. Ekspor golongan kopi, teh dan rempah-rempah turun 38,33 persen menjadi US$20,59 juta. Ekspor bahan-bahan nabati juga turun 18,18 persen menjadi US$33,44 juta dan buah-buahan turun 18,83 persen menjadi US$11,66 juta.

Dari sisi negara tujuan, India menjadi pasar ekspor terbesar Sumbar selama Januari-Juli 2026 dengan nilai US$446,29 juta atau 23,04 persen dari total ekspor.

Selanjutnya Tiongkok dengan US$303,30 juta atau 15,66 persen dan Pakistan US$295,68 juta atau 15,26 persen. Ketiga negara tersebut secara total menyerap 53,96 persen ekspor asal Sumbar.

“Komoditas utama yang diekspor ke India pada periode tersebut adalah crude palm oil,” kata Nurul.

Berdasarkan sektor, ekspor hasil industri pengolahan pada Januari-Juli 2026 mencapai US$1.880,29 juta atau meningkat 24,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor sektor pertambangan juga mengalami lonjakan 648,70 persen menjadi US$1,99 juta. Sementara ekspor hasil pertanian turun 38,11 persen menjadi US$54,80 juta.

Adapun sebagian besar ekspor Sumbar pada Januari-Juli 2026 dimuat melalui pelabuhan yang berada di Sumbar. Nilainya mencapai US$1.827,76 juta atau 94,36 persen dari total ekspor.

Dari jumlah tersebut, ekspor melalui Pelabuhan Padang/Teluk Bayur mencapai US$1.827,75 juta.

Di sisi lain, nilai impor Sumbar pada Juli 2026 tercatat US$95,67 juta atau meningkat 46,11 persen dibandingkan Juli 2025 yang sebesar US$65,48 juta.

Secara kumulatif, impor Sumbar Januari-Juli 2026 mencapai US$695,15 juta, meningkat 139,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan impor terutama dipengaruhi oleh bahan bakar mineral yang mencapai US$575,55 juta atau naik 181,93 persen. Komoditas terbesar yang diimpor dalam golongan ini adalah motor spirit atau bensin RON 90 hingga di bawah RON 97 yang mencapai US$545,82 juta. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |