Langgam.id— BMKG melaporkan kualitas udara di Kota Padang pada Senin (14/9/2026) diprakirakan berada dalam kategori sedang di seluruh kecamatan. Konsentrasi partikulat halus (PM2.5) tertinggi diprakirakan mencapai 45,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) di Kecamatan Koto Tangah. Namun masyarakat diminta untuk memakai masker saat berkegiatan di luar ruangan.
“Untuk wilayah Kota Padang, setiap kecamatan, ini ada 11 kecamatan untuk hari ini. Per jamnya itu tidak ada kategori yang tidak sehat. Kategori semuanya berada pada kategori kualitas udara sedang,” kata Kepala BMKG GAW Koto Tabang Sugeng Nugroho.
Ia menjelaskan, di Kecamatan Koto Tangah, konsentrasi PM2.5 diprakirakan berada pada kisaran rata-rata 31,6 µg/m³ sepanjang Senin. Konsentrasi minimumnya diprakirakan 23,2 µg/m³, sedangkan maksimum mencapai sekitar 45 µg/m³.
Konsentrasi terendah di Koto Tangah diprakirakan terjadi pada siang hingga sore, sekitar pukul 15.00-16.00 WIB. Sebaliknya, konsentrasi lebih tinggi terjadi sejak dini hari hingga pagi dan kembali meningkat pada malam hari.
“Antara jam 00.00 sampai jam 06.00 atau jam 07.00 itu rata-ratanya bisa 40 mikrogram per meter kubik. Terus biasanya siang hari akan turun walaupun masih kategori sedang,” ujarnya.
Menurut Sugeng, pola tersebut merupakan karakteristik harian konsentrasi PM2.5. Setelah mengalami penurunan pada siang dan sore hari, konsentrasi diprakirakan kembali meningkat mulai sekitar pukul 19.00-20.00 WIB hingga tengah malam.
Sementara itu, Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan Padang Barat termasuk wilayah dengan konsentrasi PM2.5 yang relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah kecamatan lainnya, meskipun masih berada dalam kategori kualitas udara sedang.
Sugeng menjelaskan, perbedaan konsentrasi antarwilayah tidak terlepas dari karakteristik topografi Kota Padang. Wilayah dataran rendah, perbukitan dan lembah dapat memiliki pola penyebaran serta penumpukan polutan yang berbeda.
“Topografi yang di daerah rendah dengan topografi di perbukitan itu mempunyai karakteristik yang sendiri-sendiri. Kadang kita mungkin di kota Padangnya konsentrasinya lebih rendah, belum tentu sama dengan daerah yang memang daerah perbukitan,” jelasnya.
Menurut dia, pada kondisi tertentu polutan dapat terjebak di kawasan perbukitan atau lembah sehingga konsentrasinya justru lebih tinggi. Kondisi tersebut pernah terlihat ketika konsentrasi PM2.5 di sejumlah kawasan perbukitan, termasuk sekitar Universitas Andalas, lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.
Selain faktor topografi, Sugeng menyebut kondisi PM2.5 di Kota Padang diduga turut dipengaruhi polutan yang berasal dari wilayah yang lebih jauh. Karakteristik tersebut mengarah pada kemungkinan adanya polutan transboundary atau polutan yang terbawa dari wilayah lain melalui pergerakan atmosfer.
“Kalau dilihat dari tren polutannya yang memang polutan halus dan polutan yang tinggi, kemungkinan ini adalah polutan transboundary. Jadi polutan yang datang dari jauh,” katanya.
Ia mengatakan karakteristik tersebut berbeda dengan wilayah yang berada lebih dekat dengan sumber kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di wilayah yang dekat dengan sumber karhutla, konsentrasi PM2.5 dapat berada di lapisan atmosfer yang lebih rendah sehingga dampaknya terhadap kualitas udara di permukaan bisa lebih besar.
Sugeng juga mengingatkan bahwa angka kualitas udara yang dirilis BMKG GAW Koto Tabang tersebut hanya menggunakan satu parameter, yakni konsentrasi PM2.5. Artinya, data tersebut tidak menggabungkan berbagai jenis polutan lainnya seperti karbon monoksida (CO) maupun ozon (O3).
Dengan demikian, kategori kualitas udara yang disampaikan BMKG GAW Koto Tabang perlu dibedakan dengan indeks kualitas udara yang menggunakan sejumlah parameter polutan sekaligus.
Demikian dengan kondisi saat ini Sugeng memberikan rekomendasi agar pemerintah derah menguatkan penggunaan masker kepada seluruh masyarakat yang terdampak oleh kabut asap.
“Selagi tidak baik atau lebih dari 15,5 µg/m³, sebaiknya menggunakan alat pelindung diri walaupun terapannya masih dikategori sedang terutama untuk kelompok rentan serta pekerja yang berada diluar ruangan,”tutupnya. (fix)

7 hours ago
9
















































