Langgam.id – Memasuki usia 70 tahun, Universitas Andalas (UNAND) didorong semakin memperkuat peran sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan riset, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Dorongan tersebut mengemuka dalam peringatan Dies Natalis ke-70 sekaligus Lustrum XIV UNAND yang digelar melalui Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah di Auditorium Kampus Limau Manis, Senin (14/9/2026).
Mengusung tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”, peringatan Dies Natalis menjadi momentum bagi UNAND untuk memperkuat kolaborasi, riset, inovasi, serta hilirisasi hasil penelitian.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kontribusi UNAND dalam pembangunan Sumatera Barat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia sekaligus menghasilkan berbagai inovasi yang dibutuhkan daerah.
Ia berharap kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan UNAND ke depan semakin diperkuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, beasiswa, riset unggulan daerah, pendidikan vokasi, pengabdian kepada masyarakat hingga pengembangan inovasi.
“Ke depan semakin meningkat dan semakin banyak kerja sama yang dapat kita bangun, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, beasiswa, riset unggulan daerah, pendidikan vokasi, pengabdian kepada masyarakat, maupun menghadirkan inovasi-inovasi,” ujar Mahyeldi.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., dalam orasi ilmiahnya menekankan pentingnya penguatan human capital, teknologi, inovasi dan entrepreneurship dalam menghadapi perubahan zaman.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemampuan sebuah bangsa untuk tumbuh dan bersaing.
“Human capital merupakan salah satu kunci dalam menentukan masa depan, selain teknologi, inovasi, dan entrepreneurship,” jelasnya.
Arif juga mengingatkan perguruan tinggi agar tidak membiarkan hasil penelitian berhenti pada publikasi maupun paten. Hasil riset harus terus didorong hingga menghasilkan teknologi, produk, lisensi dan akhirnya dapat dikomersialisasikan.
Ia menyebut kondisi ketika hasil penelitian sulit diterapkan atau dikembangkan ke dunia industri sebagai Valley of Death. Karena itu, perguruan tinggi perlu membangun jembatan yang kuat antara dunia riset dengan industri.
Dalam konteks tersebut, Arif mendorong UNAND bergerak menuju Innovation University, yakni perguruan tinggi yang mampu mengubah hasil penelitian menjadi solusi nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan dunia usaha.
Penguatan flagship innovation, roadmap riset, science and technopark, serta advanced laboratory dinilai penting untuk membangun ekosistem inovasi yang lebih kuat, tidak hanya bagi UNAND tetapi juga Sumatera Barat.
Rektor UNAND Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., dalam kesempatan itu memaparkan sejumlah capaian universitas yang telah memasuki usia tujuh dekade tersebut.
Saat ini UNAND memiliki 154 program studi. Sebanyak 87 program studi telah berstatus unggul, sementara 29 program studi telah mengantongi akreditasi internasional.
Pada 2025, UNAND juga melaksanakan lebih dari 1.500 proyek riset dan menghasilkan 1.344 publikasi yang terindeks Scopus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 51,7 persen berada pada jurnal Q1 dan Q2.
Tak hanya pada aspek publikasi, UNAND juga terus mendorong agar hasil penelitian dapat masuk ke tahap hilirisasi.
Sepanjang 2026, tercatat tujuh produk atau prototipe, dua lisensi atau kontrak komersialisasi, serta 10 produk yang telah dikomersialisasikan.
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, UNAND mencatat lebih dari 2.045 proyek sepanjang periode 2021 hingga 2026.
Perkembangan tersebut turut tercermin dalam pemeringkatan internasional. Posisi UNAND di Asia berdasarkan QS meningkat dari peringkat 470 pada 2025 menjadi 396 pada 2026.
UNAND juga telah membangun lebih dari 3.887 kerja sama aktif dengan mitra dari 46 negara.
Memasuki usia ke-70, UNAND kini menghadapi tantangan untuk memastikan berbagai capaian tersebut tidak berhenti sebagai angka. Riset, inovasi dan sumber daya manusia yang dimiliki diharapkan semakin banyak menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”, UNAND menegaskan arah pengembangannya sebagai perguruan tinggi yang berakar kuat di Sumatera Barat, tetapi mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi Indonesia dan dunia. (HER)

7 hours ago
9
















































