Langgam.id – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Padang sepanjang 2025 mencapai 5,3 juta orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,3 juta orang.
Meski mengalami peningkatan signifikan, Wali Kota Padang Fadly Amran menyebut capaian tersebut belum menjadi akhir dari upaya pengembangan pariwisata. Tantangan berikutnya adalah bagaimana membuat wisatawan tinggal lebih lama di Kota Padang.
Hal itu disampaikan Fadly dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026).
“Padang juga kota pariwisata. Kunjungan wisatawan pada tahun 2025 mencapai 5,3 juta orang, meningkat dari 4,3 juta orang pada tahun sebelumnya,” ujar Fadly.
Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan harus diikuti dengan peningkatan kualitas destinasi dan pengalaman wisatawan. Pemerintah Kota Padang tidak hanya dituntut mendatangkan wisatawan, tetapi juga mendorong mereka agar memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan belanja selama berada di Kota Padang.
“Tantangan berikutnya bukan hanya menambah jumlah kunjungan, tetapi memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, memperbaiki mutu destinasi, dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.
Fadly mengatakan Padang merupakan salah satu kota jasa dengan pariwisata sebagai kekuatan ekonomi yang perlu terus dikembangkan. Potensi tersebut juga didukung sektor perdagangan, kuliner, transportasi, ekonomi kreatif, serta berbagai usaha masyarakat.
Ia menyebut penerimaan retribusi objek wisata pada 2025 mencapai sekitar Rp922 juta atau 153 persen dari target. Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan dari sektor pariwisata.
Karena itu, pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengejar jumlah kunjungan. Pemko Padang perlu menciptakan lebih banyak alasan bagi wisatawan untuk tinggal lebih lama, menikmati berbagai destinasi, serta membelanjakan uangnya pada sektor usaha lokal.
Hal tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi ekonomi Kota Padang. Fadly mengatakan transformasi ekonomi bukan sekadar mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi, tetapi juga mengubah cara kota bekerja, memperkuat produktivitas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, menaikkan kelas usaha lokal, dan memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan secara lebih merata.
“Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.
Fadly juga menekankan pentingnya pemulihan pascabencana hidrometeorologi dalam mendukung pengembangan kota, termasuk sektor pariwisata. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan hingga destinasi wisata harus ditata dengan prinsip Build Back Better.
“Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan, dan destinasi wisata tidak cukup dikembalikan seperti semula. Semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung, produktif, inklusif, dan tangguh terhadap bencana berikutnya,” katanya.
Dengan kunjungan 5,3 juta wisatawan pada 2025, Pemko Padang kini menghadapi tantangan untuk mengubah tingginya jumlah kunjungan tersebut menjadi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Bukan hanya soal berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi berapa lama mereka tinggal, berapa banyak yang mereka belanjakan, dan seberapa besar dampaknya terhadap pelaku usaha serta masyarakat Kota Padang. (HER)

9 hours ago
7















































