Gempur Stunting, Puskesmas Lembursitu dan Cikundul Deteksi Dini Balita

5 hours ago 3
 Puskesmas Lembursitu, Puskesmas Cikundul, bersama unsur lintas sektor menggelar mini lokakarya, belum lama ini. (ist) MINI LOKAKARYA: Puskesmas Lembursitu, Puskesmas Cikundul, bersama unsur lintas sektor menggelar mini lokakarya, belum lama ini. (ist)

SUKABUMI – Upaya menekan angka prevalensi stunting di Kecamatan Lembursitu, terus diperkuat. Kali ini, Puskesmas Lembursitu, Puskesmas Cikundul, bersama unsur lintas sektor menggelar mini lokakarya sebagai langkah memperkuat koordinasi, evaluasi, dan percepatan penanganan stunting di wilayah tersebut.

Kepala Puskesmas Cikundul, drg. Siska Permatasari menjelaskan, kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyatukan langkah antara tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, kelurahan, kader Posyandu, hingga pemangku kepentingan lainnya dalam memastikan upaya pencegahan stunting berjalan lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Mini lokakarya lintas sektor ini juga menjadi ruang evaluasi kondisi riil di lapangan, terutama terkait capaian pendataan, pemeriksaan balita, kunjungan Posyandu, hingga strategi intervensi bagi keluarga berisiko stunting,” kata Siska kepada Radar Sukabumi, Jumat (10/4).

Menurutnya, pendeteksian dan penjaringan kasus stunting ini berdampak pada meningkatnya jumlah kasus yang terdata dibandingkan periode sebelumnya.

“Kalau dibandingkan data Agustus 2025 dengan Februari 2026 memang terlihat ada kenaikan angka stunting. Tapi sepertinya ini karena tahun ini lebih banyak balita yang terjaring dan diperiksa. Tahun lalu memang lebih sedikit yang ditimbang, sedangkan tahun ini lebih banyak sehingga bisa terdeteksi lebih awal,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan angka dalam data bukan selalu pertanda kondisi memburuk, tetapi juga bisa menjadi indikator bahwa sistem deteksi dini berjalan lebih optimal.

“Dengan semakin banyak balita yang terpantau, maka intervensi bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisi anak semakin berat,” cetusnya.

Menurut Siska, langkah deteksi dini sangat penting karena stunting bukan hanya soal tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan tumbuh kembang, kecerdasan, daya tahan tubuh, hingga kualitas hidup anak di masa depan. “Karena itu, Puskesmas Cikundul terus mendorong penguatan peran kader Posyandu, peningkatan edukasi keluarga, serta monitoring tumbuh kembang balita secara berkala,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lembursitu, Eri Kurniawati menambahkan, berdasarkan data Februari 2026, jumlah kasus stunting di wilayah kerjanya justru menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, pihaknya menilai kondisi tersebut tetap harus dicermati secara hati-hati. Menurut Eri, penurunan angka tersebut belum tentu sepenuhnya mencerminkan keberhasilan penanganan, sebab ada kemungkinan dipengaruhi menurunnya kunjungan masyarakat ke Posyandu.

“Di sisi lain, bisa jadi penurunan ini karena kunjungan ke Posyandu menurun. Jadi walaupun jumlah balita stunting terlihat turun, kita tetap harus waspada. Pemeriksaan, penimbangan, dan pemantauan tumbuh kembang anak harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Melalui mini lokakarya lintas sektor ini, seluruh pihak di Kecamatan Lembursitu diharapkan semakin solid dalam menyusun langkah nyata pencegahan stunting. Mulai dari penguatan edukasi gizi, pemantauan ibu hamil, pemberian makanan tambahan, hingga peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.

“Dengan sinergi yang kuat dan pendataan yang semakin akurat, Kecamatan Lembursitu optimistis mampu menekan angka stunting secara signifikan, sekaligus mewujudkan generasi anak yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan,” tukasnya. (bam)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |