Investasi Tambak Udang, Pemprov Sumbar Siapkan 2.470 Ha di Pulau Pagai Selatan

4 hours ago 6

Langgam.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyiapkan lahan seluas hingga 2.470 hektare di Pulau Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, untuk pengembangan kawasan tambak udang vaname terintegrasi.

Rencana tersebut ditawarkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai salah satu peluang investasi strategis di sektor perikanan dengan nilai investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp7,2 triliun.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan lokasi yang disiapkan berada di kawasan Pantai Timur Pulau Pagai Selatan. Luas kawasan yang diusulkan berkisar 2.150 hingga 2.470 hektare.

“Kita melihat ini sebagai peluang besar yang harus kita jemput bersama. Karena itu, kita langsung menyampaikan usulan pengembangan kawasan tambak udang terintegrasi di Mentawai kepada Menteri KKP dan Alhamdulillah mendapat respons yang sangat baik,” kata Mahyeldi dikutip, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Mahyeldi, Menteri KKP menilai lokasi tersebut memiliki potensi untuk pengembangan budidaya udang vaname. Sebagai tindak lanjut, Menteri KKP menginstruksikan Direktur Budi Daya Air Payau melakukan survei lapangan ke Mentawai.

Survei tersebut akan melihat kesiapan teknis, aspek lingkungan dan infrastruktur pendukung sebelum pengembangan kawasan dilakukan.

“Ini menjadi momentum bagi kita untuk mempercepat persiapan. Pemprov Sumbar bersama Pemkab Mentawai akan mengawal proses ini agar setiap tahapan dapat disiapkan dengan baik,” ujarnya.

Berdasarkan kajian Pra-Amdal yang dilakukan LPPM Universitas Andalas, kawasan Pantai Timur Pulau Pagai Selatan dinilai memiliki potensi untuk pengembangan tambak udang vaname.

Kawasan tersebut memiliki bentang pantai yang luas, topografi relatif landai dan karakteristik perairan yang dinilai mendukung kegiatan budidaya.

Dengan luasan tersebut, pengembangan kawasan tambak diproyeksikan memiliki kapasitas produksi sekitar 52.000 hingga 52.800 ton udang per tahun.

Selain meningkatkan produksi perikanan, investasi tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di Kepulauan Mentawai. Kawasan tersebut diproyeksikan dapat menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja lokal.

“Kita ingin investasi ini benar-benar memberikan dampak. Ada lapangan kerja yang terbuka, ekonomi lokal tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat,” kata Mahyeldi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Syefdinon mengatakan pengembangan tambak akan mengusung konsep eco-efficiency dan zero waste.

Sistem tersebut dirancang terintegrasi mulai dari intake air, tandon, klaster budidaya hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pengelolaan tambak juga diarahkan menerapkan prinsip good aquaculture practices.

Syefdinon mengatakan Pemkab Kepulauan Mentawai bersama masyarakat juga telah mulai melakukan persiapan sosial di lokasi yang diusulkan.

“Pendekatan sosial menjadi kunci. Kita ingin masyarakat menjadi bagian dari pembangunan, bukan hanya sebagai penonton,” ujarnya.

DKP Sumbar selanjutnya akan membentuk Tim Percepatan Integrated Shrimp Farming (ISF) Mentawai yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, KKP dan pemangku kepentingan terkait.

Tim tersebut akan memastikan seluruh kebutuhan dan tahapan awal pengembangan kawasan dapat disiapkan secara terukur.

Syefdinon menargetkan seluruh tahapan awal dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga bulan sehingga pembangunan kawasan tambak udang modern dan terintegrasi di Mentawai dapat mulai direalisasikan pada 2027. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |