
RADARSUKABUMI.COM – Musik ternyata bisa menjadi cara lain untuk memperkenalkan sebuah instansi kepada masyarakat. Di tengah kesibukan mengurus pelayanan perizinan dan investasi, sejumlah pegawai DPMPTSP Kota Sukabumi memilih mengambil peran berbeda ketika berada di atas panggung.
Garis Nurbogarullah, Sukabumi
Mereka bukan tampil membawa berkas perizinan, melainkan membawa alat musik dan mikrofon. Kelompok musik yang seluruh personelnya merupakan pegawai DPMPTSP Kota Sukabumi itu diberi nama OSS Band. Nama tersebut bukan sekadar singkatan. OSS merujuk pada “Online Single Submission”, sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik yang digunakan secara nasional. Namun, bagi para personelnya, OSS juga memiliki makna lain yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat, yakni “Orang Sangat Senang”.
Makna itu menjadi harapan bahwa kehadiran OSS Band tidak hanya menjadi ruang bagi pegawai untuk menyalurkan hobi dan mengembangkan bakat, tetapi juga mampu menghadirkan suasana positif dan kebahagiaan bagi masyarakat.
Kepala DPMPTSP Kota Sukabumi, Galih Marelia Anggaraeni yang juga menjadi vokalis OSS Band mengatakan, kelompok musik tersebut dibentuk pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“OSS itu kan “Online Single Submission”, aplikasi perizinan berusaha terintegrasi. Tapi kami juga memaknainya sebagai ‘Orang Sangat Senang’. Harapannya, band ini bisa memberikan kebahagiaan, baik bagi pemainnya maupun masyarakat,” ujar Galih kepada Radar Sukabumi, pada Senin (14/9).
Menariknya, OSS Band tidak berhenti sebagai wadah hiburan internal. DPMPTSP melihat musik sebagai medium komunikasi yang bisa menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih santai dan tidak selalu identik dengan suasana kantor.
Di sinilah OSS Band memiliki fungsi lain, menjadi media promosi kedinasan melalui seni. Pelayanan perizinan, investasi, dan berbagai program DPMPTSP selama ini lebih banyak diperkenalkan melalui ruang formal, media informasi, maupun layanan langsung. Kehadiran OSS Band membuka pendekatan berbeda. Identitas DPMPTSP dibawa ke ruang publik melalui panggung musik, sehingga pesan tentang instansi dapat hadir dalam suasana yang lebih cair.
“Tujuannya selain untuk mengembangkan bakat dan menyalurkan hobi, juga sebagai media promosi kedinasan lewat seni,” kata Galih.
Bagi Galih dan rekan-rekannya, panggung juga menjadi pengalaman baru. Salah satu penampilan awal mereka berlangsung dalam ajang Festival ASN Band. Jika biasanya mereka berhadapan dengan pekerjaan administratif dan pelayanan publik, kali ini mereka harus berhadapan dengan mikrofon, gitar, drum, serta sorotan penonton.
Namun, rasa gugup perlahan berubah menjadi kenikmatan menikmati panggung. “Kami lebih menikmati penampilan di panggung,” tuturnya.
Saat ini OSS Band memainkan musik bergenre pop dan slow rock. Pilihan genre tersebut masih bisa berkembang seiring perjalanan kelompok musik ini. Artinya, OSS Band tidak ingin berhenti pada satu jenis musik, tetapi membuka kemungkinan untuk mengeksplorasi genre lain. Di balik penampilan tersebut, personel OSS Band merupakan orang-orang yang sehari-hari menjalankan tugas pemerintahan. Galih berada di posisi vokal bersama Saepulloh, Fadly, Intan dan Agung. Deden mengisi gitar, Herman pada bass, Pak Teten memainkan melodi, sementara Wisnu berada di belakang drum.
Formasi itu memperlihatkan sisi lain para pegawai DPMPTSP yang mungkin tidak selalu terlihat ketika mereka sedang menjalankan rutinitas pelayanan.
OSS Band pada akhirnya bukan hanya cerita tentang pegawai pemerintah yang bermain musik. Lebih dari itu, kelompok ini menjadi cara DPMPTSP Kota Sukabumi membangun komunikasi publik melalui pendekatan yang lebih kreatif.
Di atas panggung, mereka tidak sedang berbicara panjang tentang perizinan. Mereka bermain musik, menghibur, dan membangun kedekatan. Namun dari sana, nama OSS dan DPMPTSP ikut dikenal dengan wajah yang berbeda-lebih ringan, lebih dekat, dan lebih manusiawi.
Musik pun menjadi jembatan. Dari ruang pelayanan menuju ruang publik, dari urusan perizinan menuju hiburan, dan dari identitas sebuah aplikasi nasional menjadi “Orang Sangat Senang” yang ingin membawa pesan sederhana pelayanan publik juga bisa dikomunikasikan dengan cara yang menyenangkan. (*)

4 hours ago
4















































