SUKABUMI – Tiga kelompok mahasiswa Nusa Putra University (NPU) berhasil menorehkan prestasi dengan lolos ke Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII Tahun 2026. Ketiganya akan membawa inovasi bisnis masing-masing ke ajang nasional yang digelar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.
Tiga kelompok mahasiswa Nusa Putra University yang berhasil lolos tersebut adalah VERSA CORE, Marketiv, dan Leafiq. Ketiganya menawarkan gagasan bisnis dengan karakter berbeda, mulai dari industri kreatif berbasis budaya dan upcycling, bisnis digital, hingga integrasi kesehatan, teknologi, dan pertanian lokal.
Keberhasilan ini menjadi bukti semakin berkembangnya kewirausahaan mahasiswa Nusa Putra University. Para mahasiswa tidak hanya didorong menciptakan ide bisnis, tetapi juga mengembangkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi, berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kelompok VERSA CORE membawa inovasi bertajuk “Keychain Etnik 3-In-1 dengan Fungsi Upcycling Kain Perca dan Fungsionalitas Adaptif.” Kelompok yang beranggotakan Sendi Jaelani, Arsy Zaura Lutfiadhini, Nafisa Safitri Azahra, Fadila Salma, dan Alma Yulita itu lolos dalam kategori Usaha Tahap Awal – Industri Kreatif, Seni Budaya, dan Pariwisata.
Melalui konsep upcycling, VERSA CORE memanfaatkan kain perca yang selama ini berpotensi menjadi limbah untuk diolah menjadi produk fungsional bernuansa etnik.
Inovasi tersebut memadukan kreativitas mahasiswa dengan nilai budaya dan prinsip keberlanjutan. Produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai guna, tetapi juga membawa pesan tentang pemanfaatan kembali material serta pelestarian unsur budaya lokal.
Sementara itu, kelompok Marketiv menghadirkan inovasi berjudul “Platform Marketplace Hibrida Penghubung UMKM dan Kreator Mikro melalui Integrasi Sistem Performance-Based Editing dan Transparansi Influencer Rate Card.”
Marketiv digawangi Panji Angkasa Putra, Miftahudin, M. Sechan Alfarisi, dan Rendy Elang Lesmana. Kelompok ini masuk kategori Usaha Tahap Awal – Bisnis Digital.
Marketiv menawarkan platform yang mempertemukan pelaku UMKM dengan kreator mikro. Konsep tersebut diperkuat dengan sistem performance-based editing serta transparansi influencer rate card.
Melalui pendekatan tersebut, Marketiv berupaya menciptakan ekosistem kolaborasi digital yang lebih terukur bagi UMKM dan kreator. Pelaku usaha dapat memperoleh akses promosi, sementara kreator mikro memiliki ruang untuk membangun kerja sama berdasarkan performa dan nilai yang lebih transparan.
Adapun kelompok Leafiq membawa inovasi “Platform Health Agritech untuk Revolusi Gaya Hidup Sehat dan Digitalisasi Petani Lokal.”
Kelompok yang terdiri dari Annisa Siti Farikha Ramlan, Sultan Aulia Rizki, Agnaya Mumtazul Wafir, dan Reza Ariansyah tersebut lolos dalam kategori Usaha Tahap Bertumbuh – Bisnis Digital.
Leafiq menggabungkan sektor kesehatan, teknologi digital, dan pertanian lokal melalui konsep Health Agritech. Inovasi ini diarahkan untuk menghadirkan solusi digital yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga membuka peluang bagi petani lokal untuk masuk dalam ekosistem digital.
Wakil Rektor III Nusa Putra University Muhammad Muslih mengatakan, keberhasilan tiga kelompok tersebut menunjukkan potensi mahasiswa NPU dalam mengembangkan gagasan menjadi inovasi yang memiliki nilai.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Nusa Putra memiliki potensi dan keberanian untuk mengembangkan gagasan menjadi sebuah inovasi yang memiliki nilai. Kami tentu bangga dan akan terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan dampak melalui kewirausahaan,” ujarnya.
Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam KMI Expo bukan sekadar ajang kompetisi. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, memperoleh masukan, memperluas jejaring, sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi tantangan dunia usaha secara langsung.
Sementara itu, Entrepreneurship Unit Nusa Putra University Tsya mengapresiasi keberhasilan VERSA CORE, Marketiv, dan Leafiq.
Menurutnya, lolos ke KMI Expo bukanlah akhir dari perjalanan ketiga kelompok, melainkan momentum untuk menguji sekaligus mengembangkan gagasan bisnis yang telah mereka bangun.
“Kami melihat tiga kelompok ini memiliki karakter inovasi yang berbeda. VERSA CORE mengangkat kreativitas dan budaya, Marketiv bergerak pada solusi ekosistem bisnis digital, sementara Leafiq mengintegrasikan kesehatan, teknologi, dan petani lokal. Keberagaman ini menjadi kekuatan tersendiri bagi Nusa Putra,” ungkapnya.
Keberhasilan VERSA CORE, Marketiv, dan Leafiq sekaligus memperlihatkan luasnya potensi kewirausahaan mahasiswa Nusa Putra University.
Dari produk kreatif berbasis upcycling, solusi pemasaran digital untuk UMKM dan kreator, hingga platform Health Agritech, ketiga kelompok tersebut menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa dapat lahir dari beragam persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Kini, ketiga kelompok mahasiswa Nusa Putra University tersebut bersiap membawa inovasi dan nama kampus ke panggung KMI Expo XVII 2026 di Purwokerto. (wdy)

6 hours ago
11















































