SUKABUMI – Kegiatan Ecocamp Sukabumi 2026 kembali digelar sebagai ruang edukasi sekaligus praktik bagi pelajar untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Mengusung tema “Eco Adventure: Jelajah Alam, Selamatkan Kehidupan”, kegiatan ini melibatkan sekitar 135 siswa SD dan SMP dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Ecocamp tahun ketiga tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Sukabumi pada 11–12 September 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, serta mengenal berbagai cara menjaga lingkungan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Ketua Pelaksana Ecocamp Sukabumi 2026, Rina Tresnawati, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang lingkungan, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui praktik langsung.
“Tema Eco Adventure, Jelajah Alam, Selamatkan Kehidupan ini memiliki arti bahwa seluruh peserta diharapkan dapat menjelajah lingkungan di sekitar tempat ecocamp, kemudian memiliki misi untuk menyelamatkan kehidupan dari sampah, polusi dan berbagai kerusakan lingkungan lainnya,” ujar Rina.
Kegiatan Ecocamp Sukabumi 2026 dibuka oleh Kaneaki Hirose, perwakilan OISCA Jepang. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan, serta penyerahan sertifikat Greenwave.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan sampah di Jepang yang diharapkan dapat diadaptasi dan diterapkan di lingkungan sekolah di Indonesia.
Tidak hanya materi, tahun ini Ecocamp menghadirkan berbagai kegiatan praktik pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Di antaranya pembuatan briket dari sampah, ecoprint, ecopillow, daur ulang kertas, pembuatan sabun dari minyak jelantah, pembuatan lilin dari minyak jelantah, hingga membuat gantungan kunci dari bunga pinus dan tutup botol.
Peserta berasal dari sejumlah sekolah di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Di antaranya SDN Baros Kencana CBM, SMPN 3, SMPN 8, SMPN 10, SMPN 16, serta SDN 1 Gunungguruh dan SMPN 1 Nyalindung.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti kegiatan nature guide, yakni belajar mengenali lingkungan secara langsung di alam sekitar. Mereka kemudian diarahkan untuk membuat kesepakatan mengenai aksi lingkungan yang dapat dilakukan ketika kembali ke sekolah.
Sementara itu, Rina menegaskan bahwa target utama Ecocamp Sukabumi adalah membangun kesadaran penuh pada diri peserta bahwa menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama.
Kesadaran tersebut diharapkan tidak hanya muncul selama mengikuti Ecocamp, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan peserta di mana pun mereka berada.
“Targetnya memberikan kesadaran penuh kepada anak-anak peserta Ecocamp bahwa menjaga bumi adalah bagian dari kehidupan. Kami ingin ini dibudayakan agar di mana pun mereka berada, mereka bisa menjadi agen perubahan untuk selalu melestarikan dan mencintai bumi,” katanya.
Selain mengikuti berbagai praktik lingkungan, peserta juga membuat kartu ucapan yang akan diberikan kepada OISCA sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan kontribusi organisasi tersebut terhadap gerakan lingkungan di Indonesia.
Penanggungjawab Ecocamp, Betti Karliati, mengatakan kegiatan tersebut digelar rutin setiap tahun karena memiliki tujuan lebih luas, yakni menyamakan persepsi, visi, misi, dan semangat para pegiat lingkungan di kalangan pelajar.
Menurutnya, Ecocamp juga menjadi ruang bagi peserta dan sekolah untuk saling berbagi informasi, pengalaman, serta membangun kerja sama dalam menjalankan kegiatan lingkungan.
“Di sini kita bisa saling meng-backup, sharing, mendapatkan informasi baru, pengalaman baru, serta bekerja sama dengan sekolah-sekolah lain. Biasanya mereka melakukan kegiatan lingkungan di sekolah sendiri, sekarang dilakukan bersama-sama dengan sekolah lain. Itu yang membuat kegiatan ini menjadi sangat seru,” kata Betti.
Ecocamp berada di bawah Children Forest Kota Sukabumi dan melibatkan peserta dari Kota maupun Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, siswa SMA dipersiapkan sebagai panitia yang membantu pelaksanaan kegiatan.
Betti menjelaskan, terdapat sejumlah pembaruan dalam pelaksanaan Ecocamp tahun ini. Jika tahun sebelumnya kegiatan lebih banyak diisi materi, tahun ini peserta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti praktik secara langsung.
Waktu pelaksanaan juga dimajukan. Jika sebelumnya kegiatan dimulai setelah Ashar, tahun ini rangkaian acara dimulai sejak pukul 13.00 WIB sehingga peserta memiliki waktu lebih panjang untuk mengikuti seluruh kegiatan.
“Setiap tahun ada gebrakan baru. Tahun ini jamnya lebih awal dan ada kegiatan praktik. Kalau tahun kemarin lebih banyak materi, sekarang ada materi sekaligus praktik,” ujarnya.
Betti menuturkan, salah satu tujuan utama Ecocamp adalah memastikan pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Para peserta dari satu sekolah sengaja tidak ditempatkan dalam kelompok yang sama. Mereka disebar ke dalam delapan kelompok agar dapat berinteraksi dengan peserta dari sekolah lain sekaligus mempelajari berbagai praktik lingkungan.
Dengan pola tersebut, setiap peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan yang diperoleh dan meneruskannya kepada teman-teman di sekolah masing-masing.
“Harapannya dari satu orang bisa menduplikasi ke satu orang di masing-masing sekolah dan kemudian menduplikasi lagi kepada siswa-siswa lainnya di sekolah masing-masing. Jadi ilmunya terus mengalir dan terbagi kepada banyak orang,” tutur Betti.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi gerakan berkelanjutan. Pengetahuan dan pengalaman yang dibawa pulang peserta diharapkan mampu melahirkan lebih banyak aksi nyata untuk menjaga lingkungan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.
Perwakilan OISCA Jepang, Kaneaki Hirose, mengaku terkesan melihat antusiasme para siswa dan guru yang mengikuti Ecocamp Sukabumi 2026.
Menurutnya, kegiatan camping lingkungan seperti Ecocamp bukan sekadar aktivitas berkumpul, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk berdiskusi, berpikir bersama, dan membuat keputusan mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang baik bagi para pelajar untuk berkumpul dan membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan. (wdy)

9 hours ago
9















































