SUKABUMI – Mahasiswa Nusa Putra University (NPU) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Restek NPU berhasil meraih hibah senilai Rp50 juta melalui Program Hackathon PRIME STeP 2026 yang diselenggarakan oleh IPB University.
Capaian tersebut diraih berkat inovasi bertajuk “Hydrowind Smart Energy: Sistem Hybrid Angin dan Arus Laut untuk Bagan Tancap dan Bagan Bergerak” yang mengangkat tema Energi Terbarukan dan Teknologi Hijau.
Tim yang dinahkodai Muhamad Pandu Apriansyah ini merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Komputer dan Desain, Nusa Putra University.
Inovasi Hydrowind Smart Energy dirancang dengan memanfaatkan dua sumber energi terbarukan, yakni energi angin dan arus laut, yang kemudian dikembangkan menjadi sistem energi hybrid untuk mendukung aktivitas masyarakat pesisir.
Teknologi tersebut secara khusus diarahkan untuk dapat diaplikasikan pada bagan tancap dan bagan bergerak, yang selama ini digunakan masyarakat pesisir dalam menjalankan aktivitas perikanan.
Gagasan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa NPU dalam melihat potensi sumber daya alam di wilayah pesisir sekaligus menjawab kebutuhan energi melalui pendekatan teknologi hijau.
Program Hackathon PRIME STeP 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membawa gagasan inovatif dari lingkungan akademik menuju solusi yang memiliki peluang untuk diterapkan di masyarakat.
Dalam prosesnya, Tim Restek NPU tidak hanya dituntut menghasilkan gagasan, tetapi juga mengembangkan solusi, mendapatkan pendampingan, hingga mempresentasikan inovasi melalui sesi pitching di hadapan reviewer.
Dari proses tersebut, Hydrowind Smart Energy akhirnya dinyatakan berhasil memperoleh hibah Rp50 juta untuk mendukung pengembangan inovasi lebih lanjut.
Wakil Rektor III Nusa Putra University, Muhammad Muslih, mengapresiasi pencapaian Tim Restek NPU tersebut.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu melihat persoalan di tengah masyarakat dan mengubahnya menjadi sebuah gagasan inovatif.
“Kami sangat mengapresiasi capaian Tim Restek NPU. Inovasi Hydrowind Smart Energy menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga mampu melihat persoalan nyata dan mencoba menghadirkan solusi melalui teknologi,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam program inovasi seperti Hackathon PRIME STeP penting untuk membangun mental sebagai inovator dan problem solver.
“Hibah ini tentu bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa gagasan mereka dapat dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.
Muhammad Muslih berharap capaian tersebut dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa Nusa Putra University lainnya untuk semakin berani mengikuti berbagai kompetisi, program inovasi, maupun pengembangan kewirausahaan di tingkat nasional dan internasional.
Dosen Pembimbing Tim Restek NPU, Anang Suryana, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi program studi.
Menurutnya, Hydrowind Smart Energy memperlihatkan bagaimana keilmuan Teknik Elektro dapat dikembangkan untuk menjawab persoalan nyata, terutama dalam pemanfaatan energi terbarukan
“Kami melihat Hydrowind Smart Energy sebagai contoh bagaimana ilmu Teknik Elektro dapat diarahkan untuk menjawab persoalan nyata. Mahasiswa mencoba menggabungkan teknologi energi terbarukan dengan kebutuhan masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Menurut Anang, inovasi tersebut juga menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus kemampuan dalam merancang solusi berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Bagi Muhamad Pandu Apriansyah, keberhasilan meraih hibah Rp50 juta bukan hanya menjadi sebuah pencapaian, tetapi juga membuka tantangan baru bagi tim untuk menyempurnakan inovasi yang telah dirancang.
Ia mengaku bersyukur karena gagasan yang dikembangkan bersama tim mendapatkan apresiasi dalam Hackathon PRIME STeP 2026.
“Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan hibah Rp50 juta melalui Hackathon PRIME STeP 2026. Bagi kami, ini menjadi bukti bahwa ide yang kami kembangkan mendapatkan apresiasi dan memiliki peluang untuk terus dikembangkan,” ujar Pandu.
Menurutnya, proses mengikuti hackathon memberikan pengalaman berharga bagi tim, mulai dari menyusun gagasan, mempertajam solusi, hingga mempresentasikan inovasi di hadapan para reviewer.
Ke depan, Tim Restek NPU berkomitmen memanfaatkan hibah tersebut untuk menyempurnakan Hydrowind Smart Energy agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir.
“Kami berharap Hydrowind Smart Energy tidak berhenti sebagai sebuah proposal atau prototipe, tetapi bisa terus dikembangkan menjadi teknologi yang benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan Tim Restek Nusa Putra University dalam Hackathon PRIME STeP 2026 menambah deretan capaian mahasiswa NPU di bidang inovasi dan kewirausahaan.
Hydrowind Smart Energy menjadi gambaran bagaimana persoalan yang ada di masyarakat dapat menjadi titik awal lahirnya sebuah inovasi.
Dengan menggabungkan energi angin dan arus laut, mahasiswa Teknik Elektro NPU mencoba menawarkan pendekatan baru dalam pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung aktivitas masyarakat pesisir.
Hibah Rp50 juta yang diperoleh melalui Hackathon PRIME STeP 2026 pun menjadi modal penting bagi Tim Restek untuk membawa Hydrowind Smart Energy menuju tahap pengembangan berikutnya.
Lebih dari sekadar prestasi dalam kompetisi, capaian tersebut menunjukkan semangat mahasiswa Nusa Putra University untuk terus belajar, berinovasi, dan menciptakan teknologi yang memiliki dampak nyata.
Kini, tantangan Tim Restek NPU bukan lagi sekadar memenangkan kompetisi, melainkan membuktikan bahwa Hydrowind Smart Energy dapat bergerak dari gagasan akademik menjadi solusi energi terbarukan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat pesisir. (wdy)

12 hours ago
9














































