DLH Kabupaten Sukabumi Apresiasi Siswa SMA Santri Assalam

4 hours ago 5
SEREMONIAL: Pelajar asal Kabupaten Sukabumi saat menerima penghargaan Juara III Lomba Inovasi dan Kreasi Penyelamatan Danau melalui gagasan ilmiah yang menawarkan solusi pemulihan lingkungan berbasis sains. FOTO ; NANDI/RADARSUKABUMI

SUKABUMI-Upaya menyelamatkan ekosistem Danau Situ Gunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, mendapat suntikan semangat dari tangan generasi muda.

Tim SMA Santri Assalam berhasil meraih Juara III Lomba Inovasi dan Kreasi Penyelamatan Danau, melalui gagasan ilmiah yang menawarkan solusi pemulihan lingkungan berbasis sains.

Karya tersebut diberi nama FITOLAKE (A Youth-Collaboration-Based Phytoremediation Zoning Plan for Restoring Lake Situ Gunung).

Inovasi ini tidak sekadar menjadi gagasan di atas kertas, tetapi lahir dari observasi dan riset terhadap kondisi ekosistem Danau Situ Gunung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Endang Suherman, mengapresiasi prestasi yang diraih para siswa tersebut.

Menurutnya, capaian itu menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh kuat dari lingkungan sekolah.

“DLH Kabupaten Sukabumi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim SMA Santri Assalam atas prestasi gemilang yang diraih,” kata Suherman.

Endang menambahkan, FITOLAKE menawarkan pendekatan fitoremediasi berbasis zonasi. Kawasan danau dibagi menjadi tiga bagian, yakni zona hulu, tengah, dan hilir.

Masing-masing zona mendapat pendekatan pemulihan yang disesuaikan dengan tingkat pencemaran di wilayah tersebut.

“Konsep tersebut menjadi salah satu kekuatan utama inovasi para siswa. Mereka tidak menggunakan satu pola penanganan untuk seluruh kawasan, melainkan mempertimbangkan karakteristik dan kondisi pencemaran pada setiap bagian danau,” jelasnya.

Selain metode pemulihan, lanjut Endang Suherman, aspek konservasi juga menjadi perhatian. Tim memilih pohon beringin sebagai salah satu tanaman utama dengan merujuk pada jenis pohon endemik yang ditetapkan dalam keputusan resmi untuk kawasan konservasi Situ Gunung.

“Gagasan itu sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan dapat didekati melalui penelitian dan kreativitas anak muda,” terangnya.

Tak berhenti pada kompetisi, kata Endang Suherman lagi, hasil observasi dan riset tersebut kemudian dikemas dalam bentuk infografis agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Karya itu bahkan mendapat kesempatan untuk dipamerkan di Universitas Indonesia (UI) dalam forum internasional yang digelar untuk memperingati World Lake Day 2026.

Bagi DLH Kabupaten Sukabumi, pencapaian tersebut memiliki makna lebih luas. Prestasi itu menjadi bukti bahwa pelajar tidak hanya dapat menjadi penonton dalam upaya pelestarian lingkungan, tetapi mampu tampil sebagai bagian dari solusi.

“Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian dan kebersihan danau di Indonesia,” ujar Suherman.

Ia berharap semangat inovasi hijau yang ditunjukkan Tim SMA Santri Assalam terus berkembang dan melahirkan gagasan-gagasan baru untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan, khususnya di Kabupaten Sukabumi.

“Riset yang dimulai dari bangku sekolah ini membawa pesan penting, menyelamatkan danau bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk turun tangan dan menciptakan solusi,” tandasnya. (Ndi)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |