KKN UMMI Kelompok 13 Edukasi Pencegahan Stunting Lewat Permainan Tradisional di Margaluyu

9 hours ago 15

SUKABUMI – Upaya pencegahan stunting terus didorong melalui berbagai pendekatan yang melibatkan keluarga dan masyarakat. Salah satunya dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kelompok 13 dengan menggabungkan edukasi kesehatan dan permainan tradisional sebagai media stimulasi tumbuh kembang anak.

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pencegahan Stunting sekaligus peluncuran Buku Saku “10 Permainan Tradisional untuk Stimulasi Anak Bebas Stunting” di Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, pada 29 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di SDN Pusbadaya tersebut diikuti guru PAUD, kader Posyandu, serta orang tua yang memiliki balita. Program ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN UMMI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini.

Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN UMMI mengajak masyarakat memahami bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi seimbang. Stimulasi tumbuh kembang dan pola asuh yang tepat juga menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan anak.

Peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan anak melalui Posyandu, sanitasi yang baik, serta stimulasi perkembangan anak.

Stimulasi tersebut mencakup aspek motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional yang perlu diberikan secara berkelanjutan sejak anak usia dini.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik atau tinggi badan anak. Gangguan pertumbuhan akibat stunting dapat berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Karena itu, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, kader Posyandu hingga pemerintah desa.

Hal menarik dalam kegiatan tersebut adalah penggunaan permainan tradisional sebagai media stimulasi tumbuh kembang anak.
Mahasiswa KKN UMMI memperkenalkan sejumlah permainan tradisional seperti engklek, congklak, gobak sodor, bakiak, lompat tali, dan petak umpet.

Permainan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai aktivitas yang mendukung perkembangan anak. Melalui permainan, anak dapat belajar mengenai koordinasi gerak, keseimbangan, kemampuan berpikir, komunikasi, kerja sama, hingga pembentukan karakter.

Pendekatan ini membuat edukasi mengenai stimulasi anak menjadi lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Selain itu, permainan tradisional relatif mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya besar. Orang tua maupun guru dapat menggunakannya sebagai aktivitas bermain sekaligus belajar dengan memanfaatkan lingkungan sekitar.

Untuk memastikan program dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan KKN berakhir, mahasiswa KKN UMMI Kelompok 13 juga meluncurkan Buku Saku “10 Permainan Tradisional untuk Stimulasi Anak Bebas Stunting”.

Buku tersebut disusun sebagai panduan praktis bagi guru PAUD, kader Posyandu, dan orang tua dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang anak melalui permainan tradisional.

Setiap permainan dalam buku saku dilengkapi dengan tujuan, cara bermain, manfaat bagi perkembangan anak, serta nilai edukatif yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas bersama keluarga.

Wakil Ketua KKN Kelompok 13, Muthia Afrilliya, mengatakan buku saku tersebut diharapkan menjadi inovasi sederhana yang tetap dapat digunakan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan program KKN.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pencegahan stunting bukan hanya tentang memberikan makanan bergizi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak untuk tumbuh melalui aktivitas bermain yang mendukung perkembangan motorik, sosial, emosional, dan kognitif. Permainan tradisional adalah warisan budaya yang memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Program tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Sela, kader Posyandu Anggrek VI sekaligus orang tua murid, menilai kegiatan yang dihadirkan mahasiswa KKN UMMI memberikan alternatif edukasi yang mudah diterapkan.

Menurutnya, pendekatan berbasis budaya lokal membuat kegiatan stimulasi anak lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Buku saku yang diluncurkan juga dinilai dapat menjadi pedoman bagi guru PAUD dan kader Posyandu.

Selain mudah diterapkan, permainan tradisional juga tidak membutuhkan biaya besar sehingga dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena masyarakat mendapatkan pengetahuan baru yang bisa diterapkan dengan cara sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar,” ungkapnya.

Melalui sosialisasi dan peluncuran buku saku tersebut, KKN UMMI Kelompok 13 berharap kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting semakin meningkat. Pencegahan stunting dinilai membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, guru PAUD, kader Posyandu, orang tua, masyarakat, dan perguruan tinggi.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak dapat dilakukan melalui inovasi sederhana yang memanfaatkan potensi lokal.

Di sisi lain, penggunaan permainan tradisional sebagai media stimulasi juga menjadi upaya untuk melestarikan budaya lokal. Anak-anak dapat memperoleh pengalaman bermain yang menyenangkan sekaligus mendapatkan manfaat untuk perkembangan motorik, kognitif, sosial, dan emosional.

Dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan, Desa Margaluyu diharapkan semakin aktif dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan memperkuat upaya pencegahan stunting.

Program KKN UMMI tersebut menjadi bukti bahwa permainan tradisional dapat menjadi media edukasi untuk mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dimanfaatkan oleh generasi muda.(wdy)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |