
RADARSUKABUMI.COM – Pembangunan Jawa Barat tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks, sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota menjadi salah satu kunci agar pembangunan benar-benar terasa hingga ke tingkat masyarakat.
Semangat tersebut turut dibawa Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, pada Rabu (19/8).Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah, Ayep Zaki melihat momentum hari jadi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang untuk kembali menyatukan arah pembangunan Jawa Barat.
Ia menilai, setiap daerah memiliki tantangan dan potensi yang berbeda. Karena itu, kerja sama antardaerah diperlukan agar kebijakan pembangunan tidak berjalan parsial dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Pembangunan Jawa Barat membutuhkan kolaborasi seluruh daerah. Kota Sukabumi siap terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat pelayanan dasar, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan yang merata,” ujar Ayep Zaki, dalam keterangannya yang diterima Radar Sukabumi, pada Kamis (20/8).
Bagi Ayep, pembangunan daerah pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Program pemerintah perlu disusun berdasarkan persoalan yang benar-benar dihadapi warga, mulai dari kebutuhan dasar hingga penguatan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kota Sukabumi jelas mendukung penguatan kolaborasi antardaerah dalam membangun Jawa Barat yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.
Pesan tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam rapat paripurna. Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap anggaran agar setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah benar-benar menjadi bagian dari orkestrasi pembangunan yang memberikan dampak nyata.
Pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Di saat yang sama, pemerintah daerah juga didorong untuk memperkecil kesenjangan pembangunan yang masih terjadi antardaerah di Jawa Barat.
Selain kebutuhan dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dinilai menjadi bagian penting dalam menentukan daya saing Jawa Barat ke depan. Pertumbuhan ekonomi pun diharapkan tidak berhenti pada angka, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja dan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat.
Dalam kondisi fiskal yang penuh tekanan, efisiensi tata kelola pemerintahan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah dituntut lebih cermat dalam menentukan prioritas sehingga program yang dijalankan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Bagi Kota Sukabumi, arah tersebut menjadi peluang untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam menghadirkan pembangunan yang saling terhubung dan menjawab kebutuhan warga.
Rapat Paripurna Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat sendiri dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa, jajaran pimpinan dan anggota DPRD Jawa Barat, para bupati dan wali kota se-Jawa Barat, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta tamu undangan lainnya.
Momentum hari jadi akhirnya menjadi pengingat bahwa kemajuan Jawa Barat merupakan hasil dari kerja bersama. Pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota memiliki peran masing-masing, tetapi tujuan akhirnya tetap sama, yakni menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa pemerintah harus terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Keterbukaan tersebut dinilai penting agar kebijakan yang diambil dapat terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan warga di tengah perubahan zaman. (ris)

4 hours ago
3















































