KKN UMMI Kelompok 20 Perkuat Pencegahan Stunting dan Literasi di Bangbayang

3 hours ago 4

SUKABUMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kelompok 20 menghadirkan sejumlah program pengabdian masyarakat di Desa Bangbayang, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Program tersebut fokus pada kebutuhan masyarakat, khususnya pencegahan stunting dan penguatan literasi anak.

Dua program unggulan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UMMI Kelompok 20 yakni edukasi kesehatan untuk mencegah stunting melalui Posyandu Semangka 4 serta pembangunan Pojok Baca di MI Cijambe.

Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui edukasi, pendampingan, sekaligus penyediaan fasilitas yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Program edukasi kesehatan dilaksanakan di Posyandu Semangka 4, Kampung Cimahpar, Desa Bangbayang, pada 14 Juli 2026. Kegiatan tersebut menyasar orang tua bayi dan balita dengan memberikan pemahaman mengenai stunting, pemenuhan gizi, serta pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin.

Mahasiswa KKN UMMI Kelompok 20 bersama kader Posyandu dan tenaga kesehatan turut membantu pelaksanaan pelayanan masyarakat. Kegiatan diisi dengan edukasi mengenai pengertian dan pencegahan stunting, pembagian leaflet, pemeriksaan kesehatan, pengukuran antropometri bayi dan balita, pemberian vitamin, serta pengenalan makanan sehat sederhana berupa telur kukus.

Sebanyak 95 orang dewasa mengikuti kegiatan tersebut. Sementara itu, sebanyak 36 bayi dan balita mendapatkan pelayanan Posyandu.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN UMMI Kelompok 20 berperan memberikan edukasi kepada masyarakat, membantu pemeriksaan kesehatan dan antropometri, mendukung pemberian vitamin, serta menyampaikan informasi mengenai pemenuhan gizi anak.

Mahasiswa juga mengenalkan pilihan makanan sehat yang dapat dibuat menggunakan bahan yang mudah diperoleh masyarakat. Edukasi tersebut diharapkan membantu orang tua memahami bahwa pemenuhan gizi anak dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut melibatkan Camat Tegalbuleud Suhendi, Kepala Puskesmas Aquinus Budiman,  petugas promosi kesehatan Yosep Ardabili,  Bidan Koordinator Masto’ah, Bidan Desa Dessy Agustirah, dan Anita Dwi Putri,  petugas TB Paru Eri Budiman,  Ners, aparatur Desa Bangbayang, PKK Desa, kader Posyandu, serta mahasiswa KKN.

Berdasarkan data Puskesmas yang disampaikan kepada tim KKN, persentase stunting di Desa Bangbayang pada awal Juli 2026 tercatat 10,1 persen. Data yang disampaikan untuk Agustus 2026 juga masih berada pada angka yang sama.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Pemantauan pertumbuhan anak, pemenuhan gizi, edukasi orang tua, serta kolaborasi antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Selain program kesehatan, KKN UMMI Kelompok 20 juga memperkuat literasi anak melalui pembangunan Pojok Baca di MI Cijambe, Kampung Cijambe, Desa Bangbayang.

Program tersebut berlangsung mulai 29 Juli hingga 12 Agustus 2026 dan mulai digunakan pada 12 Agustus 2026. Kehadiran Pojok Baca berawal dari kondisi fasilitas literasi di sekolah yang masih terbatas.

MI Cijambe sebelumnya belum memiliki perpustakaan sehingga akses siswa terhadap buku bacaan juga terbatas. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UMMI Kelompok 20 kemudian menggagas pembangunan Pojok Baca sebagai ruang sederhana yang dapat mendorong siswa lebih dekat dengan buku.

Mahasiswa menggalang donasi buku bekas dan dana, kemudian membuat rak buku bersama masyarakat. Ruangan juga dicat dan dihias agar menjadi tempat membaca yang lebih menarik dan nyaman bagi siswa.

Pengadaan buku dilakukan melalui open donasi yang mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Lazismu, PAUD Alhamidah, Fiannisa selaku masyarakat setempat, serta Perpustakaan Cisarua.

Guru Kelas MI Cijambe Jamaludin,  menyambut baik hadirnya Pojok Baca tersebut. Menurutnya, fasilitas tersebut memberikan ruang baru bagi siswa untuk membaca dan mulai menunjukkan peningkatan minat terhadap buku.

“Alhamdulillah setelah ada pojok baca siswa/siswi kami antusias untuk membaca, mereka merasa ceria dan senang sekali dengan adanya pojok baca ini. Terlihat sekali ada kemajuan minat membaca dari mereka dibanding dengan sebelum adanya pojok baca,” ujar Jamaludin.

Antusiasme siswa bahkan terlihat sejak proses pemasangan dan penataan Pojok Baca. Mereka menyambut kehadiran mahasiswa KKN serta menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai buku bacaan yang berbeda dari buku pelajaran sehari-hari.

Ketua KKN UMMI Kelompok 20, M. Fauzi Romdhon, mengatakan Pojok Baca diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif bagi siswa dalam memanfaatkan waktu luang.

“Dengan adanya Program Pojok Baca ini, semoga dapat membentuk keterbiasaan siswa/i menjadi lebih baik dan produktif di jam kosong pelajaran dan meningkatkan antusias tinggi untuk membaca kepada siswa siswi, menambah wawasan serta pengetahuan untuk mengurangi penggunaan gadget berlebihan,” ujarnya.

Setelah program KKN selesai, pengelolaan Pojok Baca selanjutnya dilakukan oleh pihak sekolah. Dengan demikian, fasilitas tersebut diharapkan tetap dimanfaatkan dan dikembangkan untuk mendukung budaya membaca siswa.

Melalui program pencegahan stunting dan Pojok Baca, KKN UMMI Kelompok 20 berupaya menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Bangbayang.

Edukasi kesehatan diharapkan meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan gizi anak. Sementara itu, Pojok Baca diharapkan menjadi fasilitas yang mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca dan meningkatkan wawasan siswa MI Cijambe.

Fauzi berharap seluruh program KKN yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan terus dikembangkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat, berbagai program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan selama KKN, tetapi mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Bangbayang.

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |