FOKUS: Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kota Sukabumi hari kedua di Ballroom Hotel Permata Hijau, beberapa waktu lalu. (Dok.Radar Sukabumi)RADARSUKABUMI.COM – Imej Posyandu sebagai tempat yang sekadar untuk menimbang berat badan balita, perlahan mulai ditinggalkan di Kota Sukabumi. Kini, Posyandu didorong ‘naik kelas’ menjadi garda terdepan pusat layanan masyarakat yang lebih luas, serba bisa, dan lintas sektoral.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Ida Halimah menegaskan bahwa transformasi ini wajib dilakukan mengingat dinamika kebutuhan warga yang terus berkembang. Para kader di lapangan dituntut untuk memiliki wawasan yang jauh lebih luas dari sekadar urusan kesehatan ibu dan anak.
“Posyandu sekarang bukan hanya berbicara tentang balita dan penimbangan. Ada enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dipahami dan dikembangkan. Posyandu harus menjadi bagian dari pelayanan masyarakat secara lebih masif,” tegas Ida, Minggu (23/8).
Kader sebagai ‘Detektif Sosial’ Perubahan fungsi yang radikal ini tentu membutuhkan amunisi sumber daya manusia yang mumpuni. Ida menyebut, kader Posyandu kini tidak cukup hanya duduk manis menjalankan rutinitas bulanan. Mereka didorong untuk lebih peka mengidentifikasi persoalan di lingkungan masing-masing, sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan warga dengan layanan pemerintah yang tepat.
Guna mewujudkan target tersebut, Dinkes tidak bekerja sendirian. Koordinasi lintas sektor terus digenjot dengan menggandeng koordinator enam bidang SPM tingkat kota, Tim Pembina Posyandu, pengurus TP PKK Kota Sukabumi, hingga Ketua IKP kecamatan.
Sebagai langkah awal, Dinkes telah menunjuk 14 Posyandu percontohan yang tersebar di tujuh kecamatan. Belasan Posyandu inilah yang akan menjadi role model sekaligus pemicu bagi Posyandu lain agar segera mereplikasi pola pelayanan terpadu yang sesuai dengan kebutuhan riil warga.
“Yang kita dorong bukan sekadar kegiatan Posyandu itu berjalan, tetapi bagaimana pelayanan itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kebutuhan warga saat ini kompleks, tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja,” jelasnya.
Melalui penguatan kelembagaan ini, Posyandu di Kota Sukabumi diharapkan tampil lebih inovatif dan adaptif. Ke depan, setiap permasalahan warga yang ditemukan di lapangan bisa langsung ditindaklanjuti dengan cepat melalui simpul Posyandu.
“Posyandu harus hadir menjawab kebutuhan warga. Kolaborasi adalah kunci agar layanan dasar makin dekat, mudah diakses, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sukabumi,” pungkas Ida dengan mantap. (ris)

5 hours ago
6
















































