Pemko Bukittinggi Bakal Jadikan Pasar Atas Pusat Belanja Wisata

11 hours ago 9

Langgam.id – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi tengah membangun pola baru dalam pengelolaan kawasan wisata dan perdagangan di pusat kota. Pemerintah setempat ingin kunjungan wisatawan tidak berhenti di objek wisata, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Atas.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi Rofie Hendria mengatakan, Pasar Atas diproyeksikan menjadi pusat belanja wisata dalam kawasan pariwisata Kota Bukittinggi.

Menurutnya, konsep tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghidupkan kembali kawasan Pasar Atas yang sebelumnya mengalami penurunan aktivitas setelah pandemi Covid-19.

“Visi pemerintah sejak awal adalah bagaimana meramaikan kembali Pasar Atas yang sempat sepi setelah Covid-19. Karena itu, berbagai kegiatan dan aktivitas wisata kita arahkan agar bisa menghidupkan kawasan tersebut,” kata Rofie kepada Langgam.id, Selasa (1/9/2026).

Ia mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah mengarahkan berbagai kegiatan kota ke kawasan Pasar Atas. Selain itu, tamu pemerintah maupun wisatawan juga diarahkan untuk mengunjungi kawasan tersebut.

“Kalau ada kegiatan kita laksanakan di Pasar Atas. Tamu-tamu daerah juga kita arahkan ke sana. Untuk tamu wisata, kita juga mendorong pelaku pariwisata membawa mereka ke Pasar Atas,” ujarnya.

Rofie menyebutkan strategi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata. Pengembangan kawasan Pasar Atas dilakukan melalui kolaborasi sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk perangkat daerah yang menangani perdagangan.

“Ada kolaborasi antar SKPD. Dinas yang menangani perdagangan juga mempunyai program untuk mempromosikan dan meramaikan kawasan Pasar Atas,” jelasnya. 

Kata Rofie, pola kunjungan wisatawan di pusat Kota Bukittinggi ke depan akan diarahkan dalam satu rangkaian. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat Jam Gadang, tetapi juga menikmati ruang publik, mengunjungi TMSBK, kemudian berbelanja di kawasan Pasar Atas.

“Konsep kita adalah one stop shopping tourism. Jadi wisatawan datang, menikmati kawasan wisata, kemudian kebutuhan belanjanya bisa dipenuhi di Pasar Atas,” jelasnya.

Ia mengatakan produk yang tersedia di kawasan tersebut juga tidak hanya berupa kerajinan atau bordiran seperti citra Pasar Atas selama ini.

“Sekarang produknya lebih beragam. Ada makanan, minuman, kerupuk sanjai, bordiran dan berbagai produk lainnya. Jadi wisatawan punya banyak pilihan untuk berbelanja,” tuturnya. 

Rofie menilai konsep tersebut penting karena sektor pariwisata tidak hanya berbicara mengenai jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga bagaimana kunjungan tersebut menciptakan perputaran ekonomi bagi masyarakat.

“Yang kita harapkan bukan hanya wisatawan datang dan melihat objek wisata. Mereka juga berbelanja sehingga ada perputaran ekonomi yang dirasakan masyarakat,” kata dia. 

Ia menyebutkan penataan sejumlah kawasan wisata di pusat Kota Bukittinggi nantinya akan mendukung konsep tersebut. Kawasan Jam Gadang, taman, TMSBK hingga Pasar Atas diharapkan menjadi satu rangkaian tujuan bagi wisatawan.

“Semua kawasan ini kita arahkan menjadi satu kawasan pariwisata utama. Jadi ada keterhubungan antara objek wisata dengan pusat perdagangan,” imbuhnya. 

Rofie menambahkan pemerintah juga terus mencoba menarik aktivitas masyarakat ke Pasar Atas melalui berbagai agenda. Beberapa kegiatan yang digelar pemerintah telah menunjukkan bahwa kawasan tersebut mampu menampung aktivitas masyarakat dalam jumlah besar.

“Ketika ada acara masyarakat bisa berkumpul di sana. Bahkan pernah ada kegiatan yang membuat Pasar Atas penuh dan tidak mampu menampung seluruh orang yang datang,” imbuhnya. 

Ia optimistis pola tersebut secara bertahap dapat mengubah kebiasaan wisatawan ketika berkunjung ke Bukittinggi.

“Harapannya setelah menikmati objek wisata, wisatawan tidak langsung pulang. Mereka bisa melanjutkan aktivitas di Pasar Atas dan berbelanja di sana,” pungkasnya. (WAN)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |