SUKABUMI – Nusa Putra University (NPU) terus memperluas pilihan pendidikan tinggi dengan menghadirkan Program Studi S1 Fisioterapi Nusa Putra University di bawah Fakultas Kesehatan dan Ilmu Hayati.
Program studi baru ini dirancang untuk menjawab perkembangan kebutuhan layanan kesehatan sekaligus mempersiapkan lulusan fisioterapi yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan memiliki wawasan kewirausahaan.
Kehadiran S1 Fisioterapi Nusa Putra University menjadi bagian dari pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi klinis. Mahasiswa juga dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi kesehatan modern, mengembangkan inovasi, serta memahami peluang pengembangan layanan fisioterapi.
Program Sarjana Fisioterapi ini memiliki masa studi 8 semester atau 4 tahun, dengan gelar Bachelor of Physiotherapy (B.P.Th atau BPT).
Salah satu karakteristik S1 Fisioterapi Nusa Putra University adalah pilihan peminatan yang menghubungkan kompetensi fisioterapi dengan perkembangan teknologi kesehatan dan dunia bisnis.
Peminatan pertama adalah Fisioterapi Digital dan Inovasi Klinis. Peminatan ini mengintegrasikan ilmu fisioterapi klinis dengan pemanfaatan teknologi kesehatan modern atau Healthcare 4.0.
Mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan kemampuan clinical reasoning berbasis bukti ilmiah melalui pendekatan Evidence-Based Practice yang dipadukan dengan teknologi interaktif.
Sejumlah kompetensi yang dikembangkan mencakup penggunaan wearable sensors, analisis data biomekanik dan gerak tubuh, teknologi simulasi Virtual Reality (VR), Smart Rehabilitation, hingga pengelolaan layanan tele-rehabilitasi dan platform kesehatan digital untuk mendukung pemantauan pasien dari jarak jauh.
Kompetensi tersebut membuka peluang pengembangan karier lulusan di berbagai bidang, seperti Digital Physiotherapy Manager, Smart Rehabilitation Research Assistant, Biomechanics Data Analyst, Clinical Trial Assistant, hingga konsultan tele-rehabilitasi.
Sementara itu, peminatan kedua adalah Kewirausahaan Pelayanan Fisioterapi Bisnis Global atau Digital Physiopreneurship.
Peminatan ini berfokus pada pengembangan jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial berbasis teknologi di sektor kesehatan.
Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi praktisi fisioterapi, tetapi juga diarahkan untuk menjadi inovator dan pengembang bisnis layanan kesehatan yang mampu menjangkau pasar nasional maupun global.
Materi yang dikembangkan meliputi manajemen operasional, kepemimpinan organisasi, penjaminan mutu klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan digital, perencanaan bisnis, hingga strategi pemasaran digital.
Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) pada teknologi kesehatan serta komunikasi edukatif melalui media digital.
Lulusan peminatan ini memiliki peluang berkarier sebagai Digital Physiopreneur, pendiri atau pengembang startup kesehatan, Digital Health Service Manager, Healthcare Quality Improvement Officer, maupun konsultan bisnis fisioterapi global.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Nusa Putra University, Samsul Pahmi, mengatakan kehadiran Program Studi S1 Fisioterapi merupakan bagian dari pengembangan akademik NPU untuk menjawab perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi di sektor kesehatan.
“Pengembangan Program Studi S1 Fisioterapi merupakan bagian dari komitmen Nusa Putra University untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Fisioterapi saat ini tidak hanya membutuhkan kompetensi klinis, tetapi juga kemampuan memahami teknologi, data, inovasi layanan, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujar Samsul.
Menurutnya, integrasi fisioterapi dengan teknologi digital dan kewirausahaan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melihat profesi fisioterapi secara lebih luas.
“Melalui peminatan Fisioterapi Digital dan Inovasi Klinis serta Kewirausahaan Pelayanan Fisioterapi Bisnis Global, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi yang lebih luas. Harapannya, lulusan tidak hanya siap menjalankan praktik profesional, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan mengembangkan layanan kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Ia menambahkan, lingkungan akademik Nusa Putra University diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus belajar, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Program Studi S1 Fisioterapi Nusa Putra University terbuka bagi lulusan dari berbagai latar belakang pendidikan yang relevan.
Calon mahasiswa dapat berasal dari SMA IPA, SMA IPS, SMA Bahasa, MA IPA/IPS, SMK Kesehatan, SMK Administrasi Perkantoran, SMK Manajemen, SMK Akuntansi, serta jurusan terkait lainnya sesuai dengan persyaratan penerimaan program.
Dengan masa studi selama 8 semester atau 4 tahun, mahasiswa akan mendapatkan fondasi keilmuan fisioterapi sekaligus mengembangkan kompetensi sesuai peminatan yang tersedia.
Kehadiran program studi baru ini diharapkan menjadi salah satu alternatif pendidikan tinggi bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan pada bidang kesehatan, fisioterapi, teknologi, inovasi, maupun pengembangan bisnis layanan kesehatan.
Melalui perpaduan kompetensi klinis, teknologi digital, dan kewirausahaan, S1 Fisioterapi Nusa Putra University diarahkan untuk menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan di masa depan. (wdy)

4 hours ago
1















































