22 Peserta PKBM Kota Sukabumi Siap Tampil di Gema Tunas V Jawa Barat

4 hours ago 1

SUKABUMI – Peserta didik PKBM Kota Sukabumi mendapat ruang untuk mengembangkan minat, keterampilan, kemandirian, dan keberanian melalui kegiatan kepramukaan. Sebanyak 22 peserta dikirim untuk mengikuti Gema Tunas V Forum Komunikasi PKBM (FK-PKBM) Tingkat Jawa Barat di Cianjur.

Kontingen tersebut disiapkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi. Mereka terdiri dari 20 peserta utama, yakni 10 putra dan 10 putri, serta dua peserta cadangan yang berasal dari sejumlah PKBM di Kota Sukabumi.

Pelepasan kontingen dilakukan di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (17/9). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi peserta didik jalur pendidikan nonformal untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengembangkan kemampuan melalui aktivitas kepramukaan.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengatakan Gema Tunas V menjadi wadah bagi peserta didik PKBM, khususnya mereka yang mengikuti pendidikan Paket A, B, dan C.

“Ini Pramukanya untuk anak-anak PKBM. Mereka kan bukan dari sekolah formal, tetapi melalui pendidikan nonformal Paket A, B, dan C. Jadi mereka juga memiliki wadah untuk berkegiatan dan berkumpul melalui Pramuka,” kata Ranty saat pelepasan kontingen.

Menurut Ranty, keikutsertaan PKBM Kota Sukabumi dalam Gema Tunas V bukan dilakukan secara mendadak. Persiapan telah dilakukan sejak jauh-jauh hari oleh masing-masing PKBM karena kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun.

Para peserta yang diberangkatkan juga telah melalui proses seleksi dari sejumlah PKBM di Kota Sukabumi. Persiapan mencakup berbagai keterampilan kepramukaan, fisik, hingga kesiapan mental.

“Ini dari berbagai PKBM. Pastinya ada pemilihan dan lain sebagainya, sehingga yang berangkat ke sana adalah mereka yang terpilih dan siap. Persiapannya seperti tali-temali, kemudian fisik, dan lainnya,” ujarnya.

Bagi Ranty, pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti Gema Tunas jauh lebih penting daripada sekadar mengejar prestasi.

Ia tidak memasang target juara umum bagi kontingen Kota Sukabumi. Para peserta justru didorong untuk berani tampil, mengikuti seluruh kegiatan dengan baik, dan memberikan kemampuan terbaik.

“Saya tidak menargetkan mereka juara umum. Yang penting mereka berpartisipasi dan menunjukkan yang terbaik. Apa pun hasilnya, mereka adalah nomor satu di hati saya,” tuturnya.

Ranty juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Cianjur. Perbedaan cuaca, terutama suhu yang lebih dingin di kawasan Puncak Cianjur, menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Selain kesehatan, peserta diminta menjaga sikap dan nama baik selama berada di lokasi kegiatan.

“Yang selalu saya tekankan adalah kesehatan. Karena di sini sehat, tetapi di sana cuacanya berbeda dan lebih dingin. Kemudian yang paling penting jaga nama baik diri sendiri, keluarga, PKBM, Kwarcab, dan juga Pemkab,” pungkas Ranty.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menekankan pentingnya peserta didik PKBM menyelesaikan pendidikan hingga tuntas, khususnya mereka yang menempuh Paket B dan Paket C.

Menurutnya, pendidikan nonformal perlu diikuti dengan penguatan keterampilan agar lulusan memiliki lebih banyak pilihan setelah menyelesaikan pendidikan, baik melanjutkan ke jenjang berikutnya maupun memasuki dunia kerja.

“Lulus dari Paket C tidak boleh berhenti. Kita dorong bagaimana setelah lulus Paket C ini bisa langsung bekerja,” ujar Ayep Zaki.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan mendorong peningkatan keterampilan melalui lembaga pelatihan kerja (LPK) serta berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan.

Peserta yang telah menyelesaikan pendidikan dan mengikuti pelatihan diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, peluang lulusan PKBM untuk memperoleh pekerjaan dapat semakin terbuka.

Gema Tunas V Tingkat Jawa Barat menjadi salah satu ruang pengembangan bagi peserta PKBM melalui kegiatan kepramukaan di bawah naungan FK-PKBM.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berkegiatan bersama peserta dari daerah lain, tetapi juga memperoleh penguatan keterampilan fisik dan mental, kemandirian, kedisiplinan, serta integritas.

Pengembangan peserta didik PKBM juga membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah daerah, PKBM, Gerakan Pramuka, lembaga pelatihan kerja, keluarga, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan generasi muda.

Ayep Zaki menegaskan, penguatan pendidikan dan keterampilan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

“Kalau ini hanya dikerjakan oleh saya seorang, tidak mungkin. Maka kita harus bersama-sama,” tukas Ayep Zaki. (ris)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |