Diserbu 2.200 Pencari Kerja, Kadisnaker Sebut LPK Sukabumi Setara ‘Pantai Bali’

2 hours ago 1
 Kadisnaker Kota Sukabumi, Punjul Saeful Hayat menjelaskan tentang kondisi dunia kerja dan LPK saat ini. (Dok.Radar Sukabumi) LAYANAN: Kadisnaker Kota Sukabumi, Punjul Saeful Hayat menjelaskan tentang kondisi dunia kerja dan LPK saat ini. (Dok.Radar Sukabumi)

RADARSUKABUMI.COM – Tingginya kebutuhan pencari kerja terhadap keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi memetakan bidang pelatihan yang paling diminati sekaligus memiliki peluang di dunia kerja. Dari pemetaan tersebut, terdapat empat bidang yang menjadi fokus, yakni menjahit, pengelasan, public speaking, dan barista.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saeful Hayat mengatakan, program pelatihan tidak disusun sekadar untuk menjalankan kegiatan, melainkan berdasarkan permintaan pencari kerja serta kebutuhan dunia usaha dan industri. Sebanyak 100 peserta mengikuti program tersebut, dengan masing-masing bidang diikuti 25 orang selama lima hari.

“Ini tidak semata-mata kita melakukan program, tetapi berdasarkan permintaan dari banyak pencari kerja. Kita petakan empat kategori inilah yang paling banyak diminati pencari kerja dan juga dibutuhkan di dunia kerja,” ujarnya, di lokasi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cipanengah dan dibuka langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, pada Rabu (16/9).

Pelatihan tersebut didukung anggaran sebesar Rp294 juta yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Selain mendapatkan keterampilan praktis, para peserta juga dipersiapkan untuk memperoleh sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bekal untuk masuk ke dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

“Harapannya outcome dari pelatihan ini, mereka bisa bekerja secara mandiri dengan keterampilan yang didapatkan. Sertifikat kompetensi juga menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja dan dunia industri,” kata Punjul.

Ia menjelaskan, sepanjang 2026 Disnaker Kota Sukabumi telah melaksanakan empat kali pelatihan yang bersumber dari APBD. Namun, pengembangan kompetensi tenaga kerja tidak hanya bertumpu pada program pemerintah daerah. Disnaker juga berperan memfasilitasi dan mengoordinasikan berbagai kegiatan pelatihan yang dilaksanakan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Berdasarkan data yang dimiliki Disnaker, dari sekitar 5.000 lebih pencari kerja, sebanyak 2.200 orang di antaranya sedang mengikuti pelatihan di berbagai LPK di Kota Sukabumi. Sementara hingga Agustus 2026, tercatat 539 orang telah diberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri melalui berbagai LPK.

Menurut Punjul, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa LPK di Kota Sukabumi tidak hanya menjadi tempat peningkatan kompetensi bagi warga lokal. Peserta pelatihan juga datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Lombok, Bali, Lampung, Padang hingga Bau-Bau. Kondisi itu dinilai menjadi potensi tersendiri bagi Kota Sukabumi dalam membangun ekosistem pendidikan dan pelatihan kerja.

“LPK di Kota Sukabumi ini berkualitas dan dipercaya bukan hanya oleh warga Kota Sukabumi, tetapi juga oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Kalau Bali punya pantai yang indah, maka Sukabumi punya LPK yang berkualitas dan menjadi daya tarik bagi orang untuk datang serta meningkatkan kompetensinya di sini,” pungkasnya. (ris)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |