Langgam.id – Jadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukanlah cita-cita yang sejak kecil ada dalam benak Rizqullah Kezio Syakib. Namun, ketertarikannya tumbuh setelah ia memasuki bangku SMA dan mulai mengikuti latihan baris-berbaris.
Kezio, begitu ia akrab disapa merupakan siswa kelas XI F11 SMAN 1 Padang. Remaja kelahiran Padang, 8 Maret 2010 itu merupakan putra dari Rezki Rifai dan Hilda Bastari.
Sejak kecil hingga duduk di bangku SMP, Kezio lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berbagai aktivitas olahraga. Basket, futsal, dan silat menjadi kegiatan yang ia sukai. Selain itu, ia juga memiliki ketertarikan terhadap bahasa Inggris.
Namun, semuanya mulai berubah ketika Kezio beberapa kali mengikuti latihan baris-berbaris di sekolah.
“Awalnya memang tidak terpikir untuk ikut Paskibraka. Saya lebih suka olahraga seperti basket, futsal dan silat. Tapi setelah beberapa kali ikut latihan baris-berbaris, mulai muncul ketertarikan dan akhirnya saya mencoba ikut seleksi,” kata Kezio saat dihubungi Langgam.id, Selasa (18/8/2026).
Sebelum terjun ke dunia Paskibraka, Kezio juga sempat mengikuti ajang Uda dan Uni di SMAN 1 Padang. Ia berhasil terpilih sebagai Uda Berkarakter 2026. Predikat tersebut membuat aktivitas Kezio di sekolah semakin padat.
Ia kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan acara resmi sekolah dan di tengah kesibukan itu, kemampuan baris-berbarisnya terus diasah.
“Karena memang sudah bisa untuk ikut menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di sekolah dan juga postur tubuh mendukung akhirnya saya ikut seleksi tingkat Kota Padang dengan jumlah peserta sampai 400 orang,” ujarnya.
Keseriusan tersebut kemudian membawanya mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Kota Padang. Kezio harus bersaing dengan ratusan pelajar dari berbagai SMA, SMK, dan MAN di Kota Padang.
Hasilnya, ia terpilih menjadi salah satu dari 54 anggota Paskibraka Kota Padang tahun 2026. Sejak 1 Agustus 2026, Kezio bersama anggota lainnya menjalani pelatihan dan karantina secara intensif.
“Alhamdulillah dari 54 orang ada nama saya yang terpilih. Secara keseluruhan Paskibraka Kota Padang ada 26 orang laki-laki dan 28 orang perempuan,” katanya.
Selama sekitar 15 hari, Kezio dan rekan-rekannya menjalani latihan secara marathon. Kedisiplinan, kekompakan, ketahanan fisik hingga ketepatan gerakan menjadi bagian dari latihan yang harus mereka lalui.
“Latihannya cukup berat karena hampir setiap hari kami latihan. Tapi dari situ saya belajar banyak tentang disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan bagaimana bekerja sama dalam satu tim,” ujarnya.
Kerja keras selama masa pelatihan akhirnya berbuah kepercayaan. Kezio ditunjuk sebagai salah seorang pengibar bendera pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kota Padang, Senin (17/8/2026) di pagi hari.
Upacara tersebut dipimpin langsung Wali Kota Padang Fadly Amran. Kezio bersama pasukan 17 dan 8 yang tergabung dalam Paskibraka Kota Padang dan sukses menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih.
Bagi Kezio, momen tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan. Apalagi, sebelumnya ia tidak pernah membayangkan akan berdiri sebagai bagian dari pasukan yang mengibarkan bendera pada upacara kemerdekaan tingkat Kota Padang.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka dan mendapat tugas mengibarkan bendera. Rasanya campur aduk, ada bangga, senang, sekaligus gugup. Tapi kami berusaha memberikan yang terbaik,” katanya.
Ia menyebut dukungan keluarga dan motivasi para pelatih menjadi salah satu faktor penting yang membuatnya mampu melewati seluruh proses hingga pelaksanaan upacara.
“Terima kasih kepada orang tua, pelatih, teman-teman, dan semua yang sudah memberikan dukungan dan motivasi. Tanpa mereka mungkin saya tidak bisa sampai di titik ini,” ujar Kezio.
Kini, pengalaman menjadi Paskibraka menjadi bagian penting dalam perjalanan Kezio sebagai seorang pelajar. Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti pada seremoni pengibaran bendera, tetapi juga menjadi bekal untuk membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
“Semoga pengalaman ini bisa membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik, lebih disiplin, dan bisa terus membanggakan orang tua serta memberikan manfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Bagi Kezio, langkahnya menjadi Paskibraka membuktikan bahwa sebuah kesempatan yang awalnya tidak pernah direncanakan dapat berubah menjadi pengalaman berharga ketika dijalani dengan kesungguhan dan kerja keras.
“Awalnya tidak pernah terbayangkan hingga sejauh ini, semua tahapan saya jalani dengan baik dan semaksimal mungkin hingga dipercaya menjadi Paskibraka Kota Padang 2026,” ujarnya.(WAN)

3 hours ago
5
















































