Langgam.id — Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Dharmasraya semakin meriah dengan digelarnya Lomba Marawis dan Hadroh Antar Pondok Pesantren se-Kabupaten Dharmasraya di Auditorium Dharmasraya.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk menyalurkan bakat dan kreativitas seni Islami sekaligus mempererat silaturahmi antarpesantren.
Lomba dibuka secara resmi oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Dharmasraya Medison, Kegiatan turut dihadiri para asisten, Camat Pulau Punjung Erick Harja, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, serta ratusan santri dan masyarakat.
Sekda Medison menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba marawis dan hadroh tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, disiplin, dan kreativitas.
“Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang bagi para santri untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat nilai keagamaan, kebersamaan, dan karakter generasi muda,” ujar Medison, Senin (17/8/2026).
Ia menilai pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga berakhlak, disiplin, serta memiliki semangat persatuan dan kepedulian terhadap daerah.
“Semangat kebersamaan dan kreativitas seperti ini harus terus kita tumbuhkan. Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan positif yang mampu membangun karakter generasi muda dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Dharmasraya Natra Hendri, SKM., mengatakan lomba tersebut diikuti oleh pondok pesantren se-Kabupaten Dharmasraya dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Lomba marawis dan hadroh ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan kreativitas dan kemampuan seni para santri, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan antarpesantren,” ungkap Natra.
Dalam perlombaan tersebut, para peserta menampilkan kemampuan terbaik secara berkelompok. Penilaian meliputi kualitas vokal dan irama, kekompakan, keserasian penampilan, kerapian, serta penghayatan.
Hasil perlombaan menempatkan Ponpes Salafiyah Al-Madinatul Munawaroh sebagai Juara I, disusul Ponpes Ulul Albab sebagai Juara II dan Ponpes Pembangunan sebagai Juara III.
Sementara itu, Harapan I diraih Ponpes Nurul Iman, Harapan II Ponpes Hidayatul Qur’an, Harapan III Ponpes Darussalam, dan Harapan IV Ponpes Nurul Izzah.
Penampilan para santri berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari masyarakat yang hadir. Dentingan alat musik marawis dan lantunan hadroh turut menciptakan suasana religius sekaligus semarak dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum memperingati HUT RI, tetapi juga mampu memperkuat silaturahmi antarpesantren, menumbuhkan sportivitas, serta mendorong generasi muda Dharmasraya untuk terus berkarya dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan. (HER)

7 hours ago
9
















































