Guru SMAN 1 Sukabumi, Betti Karliati Sabet Penghargaan Lingkungan Nasional

11 hours ago 11

SUKABUMI – Dedikasi, konsistensi, dan kepedulian terhadap lingkungan telah mengantarkan seorang guru SMAN 1 Kota Sukabumi, Betti Karliati, meraih prestasi bergengsi di tingkat nasional. Ia dinobatkan sebagai Koordinator Lingkungan Terbaik se-Indonesia oleh sebuah organisasi lingkungan hidup asal Jepang—penghargaan yang menjadi bukti nyata bahwa kerja tulus dan komitmen kuat dapat membawa seseorang hingga ke panggung internasional.

Atas prestasi tersebut, Betti mendapat kehormatan istimewa mendampingi putra-putri terbaik SMANSA dalam kegiatan study banding ke Jepang yaitu Firaas Rizky Arifin (Kelas 10.6) dan Neng Nur Hidayati (Kelas 10.12) keduanya terpilih sebagai juara duta lingkungan terbaik. Undangan ini bukan hadiah semata, tetapi pengakuan internasional atas perjuangannya membangun karakter pelajar yang peduli lingkungan. Ia dianggap bukan hanya sebagai pembina, melainkan sosok teladan yang menunjukkan bahwa ketulusan dalam menjaga bumi dapat membuka pintu kesempatan hingga ke level global.

Meski meraih penghargaan bergengsi, Betti tetap rendah hati. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja banyak pihak.
“Penghargaan ini bukan untuk saya, tapi untuk teman-teman dan murid-murid saya. Jika kita peduli dan memperhatikan lingkungan, kita pun akan ada yang memperhatikan. Hukum alam itu ada. Walaupun prosesnya tidak sebentar, saya melihat komitmen dan konsistensi itulah yang membawa kami ke titik ini,” ungkapnya.

Baginya, penghargaan ini adalah simbol dari perjalanan panjang, kerja kolektif, serta kesabaran dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan di sekolah.
Sebagai Koordinator Lingkungan, Betti tak hanya menyiapkan program, tetapi juga menjadi penggerak utama yang memastikan semua kegiatan berjalan berkesinambungan.
Adapun program internal SMAN 1 Sukabumi mencakup Leuweung Atikan, Program Pancawaluya serta Edukasi sampah, penghijauan sekolah, dan pembiasaan hidup hijau.

Sementara untuk program eksternal, Betti memimpin berbagai inisiatif, antara lain Pembinaan pendidikan lingkungan di tingkat SD dan SMP, Penghijauan bersama di bahu jalan Jalur Lingkar Selatan, Penghijauan di sekolah-sekolah lain. Serta kegiatan internasional GreenWave yang meliputi Pelatihan Shibori dan Pelatihan Ecoprint.

Melalui langkah-langkah tersebut, Betti berhasil memperkuat peran SMANSA sebagai sekolah yang aktif mengkampanyekan pelestarian lingkungan.
Saat ditanya tentang keunggulan yang membuatnya terpilih sebagai Koordinator Lingkungan Terbaik se-Indonesia, Betti menjawab dengan sederhana namun penuh makna

“Konsistensi, kolaborasi, dan inspirasi. Karena saya bisa mengajak guru-guru dan siswa di sekolah lain untuk ikut terlibat aktif,” terangnya.

Kemampuannya menggerakkan komunitas pendidikan menjadi nilai yang sangat diapresiasi oleh pihak penilai internasional
Peran siswa menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan program lingkungan. Betti menyebutkan bahwa keterlibatan siswa memberikan dampak besar.

“Mereka sangat senang dan semakin sadar akan apa yang mereka lakukan. Apa yang mereka tanam, akan kembali kepada mereka dan berdampak bagi banyak orang,” ucap Betti

Dengan pendekatan teladan serta pemahaman pola pikir generasi muda, Betti berhasil membuat pendidikan lingkungan menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Hasil dari berbagai program mulai terasa. Lingkungan sekolah kini lebih asri dan nyaman. Meski demikian, Betti mengakui masih ada tantangan besar.

“Kesadaran itu yang paling sulit. Ini sangat berhubungan dengan hati yang tergerak untuk menjaga dan memelihara lingkungan,” imbuhnya.

Kendati begitu, ia tidak pernah berhenti mendorong siswa dan masyarakat untuk terus bergerak bersama.
Keterbatasan sarana dan dukungan bukan penghalang. Inisiatif Betti untuk membangun jaringan terbukti sangat efektif.

“Kami bergandengan tangan dengan teman-teman yang punya visi dan misi sama. Selain itu, kami berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan CDK III dan lembaga lingkungan Jepang yang dengan senang hati membantu kegiatan kami dengan menyediakan bibit serta dukungan lainnya,” terangnya.

Kolaborasi lintas instansi inilah yang memperkuat program lingkungan SMAN 1 Sukabumi hingga dikenal luas.

Setelah meraih penghargaan nasional dan mendapatkan undangan ke Jepang, Betti menyampaikan harapan yang lebih besar dimana langkah kecil ini bisa menginspirasi lebih banyak orang. “Kita hidup di bumi yang hanya satu. Ini amanah yang harus dijaga dan semuanya akan dimintai pertanggungjawaban,”pungkasnya. (wdy)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |