SUKABUMI – Dalam rangka memperingati World Cancer Day (WCD), Rumah Sakit Hermina Sukabumi menginisiasi pembentukan komunitas Kanker Solidaritas Wargi Sukabumi (Kaswari) di salah satu hotel di Sukabumi, Selasa (27/1).
Kegiatan peluncuran komunitas perdana di Sukabumi ini, diikuti dengan seminar awam tentang kemoterapi bagi masyarakat Sukabumi. Hadir pula dalam kegiatan itu, direktur utama RS Hermina Sukabumi, dr. Hendy Kurniawan, istri Bupati Sukabumi, Rina Rosmaniar Japar dan Kepala Dinas Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi serta tamu undangan lainnya.
Humas RS Hermina Sukabumi, Irma Angelina mengatakan, pembentukan komunitas ini bertujuan untuk memudahkan pasien mendapatkan informasi terkait alur berobat, edukasi kesehatan, serta dukungan sosial.
“Sampai saat ini belum ada komunitas kanker di Sukabumi, jadi kami ingin menjadi awal untuk menghubungkan pasien satu sama lain,” ujarnya.
CERIA: Direktur utama RS Hermina Sukabumi, dr. Hendy Kurniawan foto bersama dengan para narasumber disela-sela kegiatan seminar di salah satu hotel di Sukabumi, Selasa (27/1). FOTO: ISTIMEWA
Pada tahap awal, komunitas yang dibentuk kemarin telah memiliki pengurus (ketua, wakil, bendahara, sekretaris) dan sekitar 50 anggota. Grup WhatsApp juga telah dibuat untuk memfasilitasi komunikasi antar anggota dan peserta seminar.
Irma menambahkan, RS Hermina Sukabumi merupakan rumah sakit pertama yang menyediakan pelayanan kanker di daerah ini dan kini terus meningkatkan layanannya dengan mendirikan komunitas tersebut.
“Kita hanya berperan sebagai pendukung, nantinya organisasi akan berjalan mandiri,” katanya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri jika ada tanda-tanda khas kanker, karena deteksi dini seperti untuk kanker serviks sudah bisa dilakukan di puskesmas.
Sementara itu, dr Tuti Sri Hastuti, Dokter Penyakit Dalam Konsultan Hemato-Onkologi Medik, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan materi tentang ciri-ciri kanker, cara diagnosis, dan pengobatan. Menurutnya, permasalahan utama saat ini adalah banyak pasien datang dengan stadium akhir sehingga tata laksana menjadi kurang maksimal.
“Gejala awal kanker bisa berupa benjolan tak biasa, gangguan buang air besar, memar tanpa sebab, demam atau batuk yang berkepanjangan. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera periksakan ke fasilitas kesehatan untuk memastikan dengan pemeriksaan seperti USG, mamografi, atau biopsi,” jelas dr Tuti.
PAPARAN: Narasumber kegiatan yang juga dokter penyakit dalam Konsultan Hemato-Onkologi Medik, dr Tuti Sri Hastuti saat memberikan paparan.
Dia menjelaskan bahwa pengobatan kanker bisa dilakukan melalui operasi, kemoterapi, terapi target, hormon, imunoterapi, atau radioterapi.
RS Hermina Sukabumi mampu melayani mulai dari screening, biopsi, operasi, hingga pengobatan sistemik, sedangkan radioterapi bisa dirujuk ke RS Hermina di Bekasi, Bandung, atau Jakarta.
Untuk deteksi dini kanker serviks, dr Tuti mengajak wanita usia subur yang sudah menikah untuk memanfaatkan layanan gratis di puskesmas. (why)

1 day ago
15













































