Cerita Ahmad Alfatih, Putra Agam yang Tuntaskan Perjuangan Jadi Paskibraka Nasional

7 hours ago 7

Langgam.id – Perjalanan panjang Ahmad Alfatih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 akhirnya tuntas.

Setelah menjalankan tugas di Istana Negara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, ia kini telah kembali ke Sumatra Barat (Sumbar).

Fatih, begitu sapaan akrabnya, mengaku masih merasakan kebanggaan setelah mendapat kesempatan menjadi bagian dari Paskibraka Nasional.

“Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi bagian dari pasukan Paskibraka Nasional yang bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus,” ujarnya saat dihubungi Langgam.id, Sabtu (22/8/2026).

Pada pelaksanaan upacara 17 Agustus 2026, Fatih mendapat tugas sebagai bagian dari Pasukan 17 dalam upacara penurunan bendera.

Baginya, kesempatan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak seleksi di sekolah hingga akhirnya mampu menembus tingkat nasional.

Fatih mengatakan, perjuangannya dimulai dari SMA Agam Cendekia. Dari proses seleksi di sekolah, sejumlah siswa kemudian diutus untuk mengikuti seleksi di tingkat Kabupaten Agam.

“Mulai dari tingkat sekolah, di SMA Agam Cendekia. Kemudian dari sekolah diutus beberapa orang untuk mengikuti seleksi sampai ke tingkat Kabupaten Agam,” kata dia.

Di tingkat Kabupaten Agam, Fatih menjadi salah satu siswa yang dinyatakan lolos untuk melanjutkan seleksi ke tingkat provinsi.

Persaingan kemudian semakin ketat ketika memasuki seleksi tingkat provinsi. Fatih kembali berhasil lolos dan masuk dalam daftar calon Paskibraka yang berkesempatan mengikuti proses seleksi menuju tingkat nasional.

Kata Fatih, tahapan menuju tingkat nasional tidak mudah. Ia harus menjalani sejumlah rangkaian tes, mulai dari kemampuan akademik, fisik hingga kemampuan Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Setelah melewati seluruh tahapan tersebut, Fatih akhirnya mengetahui dirinya dinyatakan lolos sebagai Paskibraka Nasional melalui siaran langsung YouTube BPIP.

“Setelah perjuangan yang sangat panjang, saya dinyatakan lulus menjadi Paskibraka Nasional melalui live YouTube BPIP pusat. Saat itu saya sangat senang dan bangga bisa mewakili Sumbar,” jelasnya.

Perjuangan Fatih kemudian berlanjut dengan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Desa Bahagia. Ia menjalani masa karantina sejak Juli hingga menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pada 22 Agustus 2026.

Selama berada di pusat pelatihan, ia tidak hanya mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas sebagai Paskibraka, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang menurutnya akan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Di balik perjuangan tersebut, Fatih mengaku memiliki motivasi sederhana yang terus mendorongnya sejak awal, yakni ingin membahagiakan kedua orang tuanya.

Ia juga ingin membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa usaha dan perjuangan yang dilakukan selama proses seleksi dapat membuahkan hasil.

“Motivasi terbesar saya adalah ingin membahagiakan kedua orang tua. Selain itu, saya juga ingin meyakinkan diri sendiri bahwa segala usaha yang saya lakukan untuk menjadi Paskibraka Nasional bisa terlaksana sesuai dengan apa yang saya inginkan,” tuturnya.

Kini setelah seluruh rangkaian tugas sebagai Paskibraka Nasional selesai, Fatih membawa pulang pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan tugas mengibarkan bendera.

“Sekarang masih menjadi anggota Paskibraka nasional, ke depan akan ada program yang masih harus diikuti hingga dinyatakan purna tahun depan,” pungkasnya. (WAN)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |