Tanpa Beban Biaya, JKN Bantu Operasi Kakek Nabila

6 hours ago 8

SUKABUMI – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan terus memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat Indonesia. Dengan sistem pelayanan berjenjang dan jaminan pembiayaan, peserta dapat mengakses layanan kesehatan sesuai kebutuhan tanpa harus terbebani biaya besar. Manfaat ini tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga oleh seluruh anggota keluarga.

Hal tersebut dirasakan oleh Nabila (23), warga Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang telah menjadi peserta JKN sejak kecil, bahkan sejak program ini masih bernama ASKES. Awalnya, ia terdaftar sebagai peserta dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) mengikuti orang tuanya, hingga akhirnya beralih menjadi peserta mandiri pada tahun 2026 setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurut Nabila, Program JKN merupakan bentuk perlindungan kesehatan yang sangat penting, terutama di tengah risiko penyakit yang dapat datang kapan saja, termasuk di usia muda.

“Menurut saya, program JKN adalah bentuk perlindungan kesehatan yang sangat penting. Apalagi sekarang risiko penyakit bisa datang kapan saja, bahkan di usia muda. JKN sangat membantu dalam mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus khawatir soal biaya besar,” ujar Nabila.

Dalam kesehariannya, Nabila juga telah memanfaatkan berbagai layanan digital BPJS Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Ia menggunakan fitur cek status kepesertaan, perubahan data peserta saat berpindah segmen, hingga melihat riwayat pelayanan yang pernah digunakan. Selain itu, ia juga memanfaatkan fitur antrean online untuk mempermudah akses layanan kesehatan.

“Saya pernah menggunakan Mobile JKN untuk cek status kepesertaan, ubah data, dan melihat riwayat pelayanan. Saya juga pernah pakai antrean online, jadi tidak perlu menunggu lama di fasilitas kesehatan. Menurut saya, layanan digital ini sangat membantu karena lebih praktis dan efisien. Tidak perlu datang ke kantor, cukup lewat HP sudah bisa mengurus berbagai keperluan,” tambahnya.

Namun, pengalaman yang paling membekas bagi Nabila adalah saat kakeknya harus menjalani perawatan intensif akibat penyakit kencing batu yang memerlukan tindakan operasi. Kondisi tersebut menjadi momen yang membuatnya merasakan langsung manfaat nyata dari Program JKN.

“Saat itu kakek saya didiagnosis mengalami kencing batu dan harus segera dilakukan operasi. Kami cukup khawatir dengan kondisinya, apalagi tindakan seperti ini biasanya membutuhkan biaya yang besar. Awalnya kami membawa kakek ke puskesmas untuk pemeriksaan, lalu dirujuk ke rumah sakit. Setelah diperiksa lebih lanjut, dokter menyarankan operasi dan kakek saya menjalani rawat inap sekitar 4 sampai 5 hari,” jelasnya.

Selama masa perawatan, Nabila merasakan pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik. Tenaga medis dinilai responsif dan komunikatif dalam menjelaskan setiap tahapan tindakan, sehingga memberikan rasa tenang bagi keluarga.

“Selama dirawat, pelayanannya cukup baik. Tenaga medisnya responsif, prosedurnya jelas, dan fasilitasnya juga memadai. Kami merasa lebih tenang karena semua ditangani dengan baik, apalagi dari segi biaya, karena sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Jadi kami bisa fokus pada proses penyembuhan tanpa terbebani biaya,” ungkap Nabila.

Dari pengalaman tersebut, Nabila semakin yakin bahwa Program JKN memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi akses layanan maupun perlindungan finansial. Ia pun berharap agar layanan JKN terus ditingkatkan dan semakin merata.

“Harapan saya, semoga layanan JKN terus ditingkatkan, baik dari segi kecepatan maupun kemudahan akses. Semoga juga semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya jaminan kesehatan sejak dini,” tutupnya. (*)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |