Dua Legenda Bulu Tangkis Dunia Guncang Setukpa Polri

4 hours ago 4
CINDRAMATA: Dua legenda di dunia bulu tangkis, Hariyanto Arbi dan Flandy Limpele saat menerima cindramata dari perwakilan Setukpa Polri, Rabu (29/4). FOTO: ISTIMEWA

SUKABUMI – Riuh rendah suara ribuan pelajar SMA dan SMK se Kota dan Kabupaten Sukabumi, memecah keheningan di Lapangan Soetadi Ronodiporo, Setukpa Lemdiklat Polri, Rabu (29/04).

Bukan sekadar upacara biasa, kehadiran dua sosok legenda di dunia bulu tangkis, Hariyanto Arbi dan Flandy Limpele, menjadi magnet utama dalam pembukaan Pekan Olahraga Integrasi Siswa dan Masyarakat (Porismas) 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Siswa Sekolah Pembentukan Perwira (SIP) Angkatan 55 Resimen Desaka Dhira Pradipha ini, bukan hanya soal kompetisi, melainkan sebuah misi transfer ilmu dan mentalitas juara dari para pendahulu kepada calon penerus estafet bulu tangkis Indonesia di Sukabumi.

Porismas 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 29 April hingga 1 Mei 2026 ini, bukan sekadar ajang kompetisi.

Selain cabor bulu tangkis, voli, dan Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB), kegiatan ini merupakan misi sinergitas antara Polri dan Masyarakat untuk mengarahkan remaja ke arah yang positif khususnya di bidang olahraga.

Hariyanto Arbi, sang pemilik julukan Smash 100 Watt sekaligus juara All England 1993-1994, terlihat tak segan berbagi tips di GOR Dojo.

LEGENDA : Dua legenda bulu tangkis Indonesia, Hariyanto Arbi dan Flandy Limpele, saat foto bersama atlet muda Sukabumi dalam kegiatan Porismas 2026 di Setukpa Polri di ruas Jalan Raya Bhayangkara, Nomor 116, Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi pada Rabu (29/4). FOTO: ISTIMEWA

Namun, alih-alih hanya bicara teknis, ia menekankan pada penguatan mental. Baginya, bakat tanpa disiplin akan sia-sia.

“Gagal itu jangan menjadi satu keputusasaan. Gagal itu proses untuk lebih baik lagi. Kalau kita disiplin dan kerja keras, ada saatnya kalah dan ada saatnya bangkit kembali untuk menang,” kata Hariyanto dengan nada memotivasi.

Meski memuji inisiatif Porismas, Hariyanto memberikan catatan kritis bagi dunia olahraga daerah.

Menurutnya, kemampuan atlet muda Sukabumi masih perlu dipoles melalui jalur profesional, bukan sekadar hobi sekolah. ia mendorong agar para atlet masuk ke klub-klub pelatihan untuk mengasah kemampuan teknis mereka secara berkelanjutan.

Senada dengan Hariyanto, Flandy Limpele, peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004, mengaku terkesan dengan potensi yang ada di Sukabumi. Dalam pandangannya, kelas kemampuan para peserta tergolong merata dan menjanjikan.

“Saya lihat main mereka ada bakat. Cuma memang harus terus diasah. Siapa tahu mimpi mereka bisa masuk Pelatnas, main di Olimpiade, atau kejuaraan dunia,” kata Flandy.

Pesan besarnya jelas, jangan takut bermimpi menembus level tertinggi dunia dari lapangan daerah.

Di sisi lain, Porismas 2026 juga membawa misi sosial yang kuat. Kasetukpa Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Dirin, menegaskan bahwa olahraga adalah cara paling efektif untuk membangun karakter generasi muda Sukabumi agar terhindar dari perilaku negatif.

“Ini bentuk kontribusi Setukpa. Kami ingin aktif membangun melalui olahraga. Daripada terjebak dalam lingkaran geng motor, minuman keras, atau tawuran, lebih baik energi mereka disalurkan untuk prestasi,” tegas Brigjen Pol Dirin.

Melalui kehadiran legenda dunia di Jalan Raya Bhayangkara itu, Setukpa Polri berharap Porismas tidak hanya menjadi ajang musiman. “Iya, tetapi menjadi batu loncatan bagi atlet Sukabumi untuk bicara banyak di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya. (why)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |