Risa Savitri, Guru BK SMPN 8 Kota Sukabumi Jadi Fasilitator Nasional 7 Jurus BK Hebat

6 days ago 35

SUKABUMI – Dedikasi dan konsistensi dalam dunia pendidikan kembali mengantarkan Risa Savitri, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP Negeri 8 Kota Sukabumi, pada peran strategis tingkat nasional. Ia dipercaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai Fasilitator Nasional (Fasnas) Program 7 Jurus BK Hebat, sebuah pendekatan inovatif dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Aktif mengikuti berbagai kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan sejak tahun 2014, perjalanan Risa berawal sebagai peserta. Seiring waktu, rekam jejak dan kompetensinya mengantarkan ia menjadi Narasumber Nasional Bimtek Guru Pembimbing Khusus (2020–2023), Instruktur Nasional Kurikulum 2013, serta Fasilitator Nasional Pendidikan Berjenjang Tahap Mahir (2024–2025). Pengalaman tersebut menjadi tiket penting baginya untuk terpilih sebagai Fasnas 7 Jurus BK Hebat bersama Eka Citra dan Nurfitri.

Selain aktif di tingkat nasional, Risa juga tercatat sebagai pengurus Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kota Sukabumi sejak tahun 2016. Aktivitasnya di dunia BK tak lepas dari minat dan kegemarannya pada kegiatan menulis, diskusi, observasi, mendengarkan, serta penerapan gaya hidup sehat dan olahraga.

“Saya cinta profesi saya sebagai konselor dan guru BK. Saya senang belajar dan mengajar. Berbagi keilmuan BK membuat eksistensi saya sebagai konselor semakin utuh dan bermakna,” ujar Risa.

Sebagai Fasilitator Nasional 7 Jurus BK Hebat, Risa mengemban tugas membumikan konsep layanan BK agar dapat dipahami dan diterapkan tidak hanya oleh guru BK, tetapi juga guru mata pelajaran, guru kelas, dan wali kelas. Bersama tim Fasnas, ia mendesain serta melaksanakan pengimbasan 7 Jurus BK Hebat bagi guru SD dan SMP di Kota Sukabumi.

Pengimbasan yang dilaksanakan pada Desember 2025 tersebut mendapat respons positif dari sekitar 180 guru sasaran. Tidak berhenti di situ, Risa bersama Nurfitri juga dipercaya BBGTK Provinsi Jawa Barat untuk melatih 30 Fasilitator Daerah (Fasda) di Kabupaten Garut sejak Agustus hingga November 2025, mengingat daerah tersebut belum memiliki Fasnas 7 Jurus BK Hebat.

Ke depan, Fasnas dan Fasda 7 Jurus BK Hebat juga diamanahi sebagai pusat sumber dan pusat rujukan layanan bimbingan dan konseling, khususnya bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki guru BK atau konselor.

Menurut Risa, berbagai persoalan murid saat ini membutuhkan penanganan serius, mulai dari kesalahan pemahaman potensi diri, meningkatnya perundungan, menurunnya resiliensi, masalah kesehatan mental dan fisik, hingga dampak disrupsi teknologi. Kondisi tersebut menuntut pendekatan layanan yang mudah dipahami dan aplikatif bagi pendidik.

“7 Jurus BK Hebat hadir sebagai jawaban,” jelasnya.

Lima jurus difokuskan pada pengembangan murid, yakni Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, dan Jalin Koneksi. Sementara dua jurus lainnya, Menjalin Kolaborasi dan Menata Situasi, ditujukan bagi para pemangku kepentingan sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Pengalaman sebagai Fasnas dinilai Risa sangat memperkaya praktik layanan BK di SMPN 8 Kota Sukabumi. Pendekatan layanan menjadi lebih luwes dan adaptif terhadap kebutuhan murid serta mendukung kolaborasi dengan seluruh stakeholder sekolah.

Dukungan dari SMPN 8 Kota Sukabumi dan Dinas Pendidikan turut menguatkan langkahnya. Risa kembali menerima Penghargaan Fasilitator Nasional 2025 dari Dinas Pendidikan, setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada tahun 2024 atas kontribusinya dalam Pendidikan Inklusif dan pengembangan modul di Platform Merdeka Mengajar.

“Layanan BK adalah layanan penting dan strategis. Dengan dinamika perkembangan murid yang semakin kompleks, BK akan selalu hadir sebagai solusi,” tegasnya.

Menutup kisahnya, Risa menyampaikan pesan sederhana namun bermakna, “Cintailah profesi BK, meski tidak menjadikan kita kaya raya. “Dengan cinta profesi, kita akan kaya hati dan kaya ilmu, dan itulah martabat insan BK,” pungkasnya. (wdy)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |