SUKABUMI — Pendapatan retribusi parkir tepi jalan di Kota Sukabumi, menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Hingga Triwulan I, capaian pendapatan tercatat mencapai Rp461.292.000 atau sekitar 27 persen dari target tahunan sebesar Rp1,7 miliar.
Capaian tersebut, menjadi sinyal positif bagi Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor parkir yang selama ini menjadi salah satu sumber potensial. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terjadi peningkatan yang cukup signifikan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Iskandar Ifhan mengatakan, pada Triwulan I tahun lalu, pendapatan retribusi parkir berada di kisaran Rp352 juta. Artinya, terdapat kenaikan sekitar Rp99 juta pada tahun ini. “Alhamdulillah, capaian di Triwulan I ini menunjukkan tren yang positif. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, ada kenaikan yang cukup signifikan. Ini menjadi modal awal yang baik untuk mengejar target hingga akhir tahun,” kata Iskandar kepada Radar Sukabumi, Selasa (28/4).
Secara rinci, pendapatan retribusi parkir tepi jalan pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp168.828.000. Kemudian pada Februari mencapai Rp151.518.000, dan Maret sebesar Rp140.946.000. Sementara itu, pada April, pendapatan kembali mengalami kenaikan menjadi Rp160.678.000. Fluktuasi pendapatan tiap bulan merupakan hal yang wajar, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti aktivitas masyarakat, kondisi ekonomi, hingga momen tertentu seperti hari libur atau kegiatan besar di dalam kota. “Yang terpenting adalah tren secara keseluruhan menunjukkan peningkatan. Kami melihat potensi ini masih bisa terus didorong melalui pengelolaan yang lebih optimal,” jelasnya.
Saat ini, Dinas Perhubungan mencatat terdapat sekitar 35 ruas jalan yang menjadi lokasi parkir tepi jalan resmi di Kota Sukabumi. Dari jumlah tersebut, terdapat kurang lebih 150 titik parkir yang telah memiliki izin dan dikelola secara legal.
Pengelolaan titik parkir tersebut, melibatkan para juru parkir yang telah dibina dan diawasi Dishub. “Para juru parkir ini memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat sekaligus sebagai pengumpul retribusi di lapangan,” paparnya.
Iskandar menegaskan, Dishub terus melakukan pembinaan secara berkala kepada para juru parkir, baik dalam hal pelayanan, kedisiplinan, maupun transparansi dalam penyetoran retribusi. “Kami tidak hanya mengejar target pendapatan, tetapi juga memastikan bahwa pelayanan parkir kepada masyarakat berjalan dengan baik, tertib, dan aman. Juru parkir harus memberikan rasa nyaman kepada pengguna jasa,” tegasnya.
Selain pembinaan, pengawasan juga terus diperketat guna meminimalisir potensi kebocoran retribusi. Dishub melakukan monitoring langsung ke lapangan serta melakukan evaluasi terhadap kinerja pengelolaan parkir di setiap titik. Upaya lain yang dilakukan adalah mendorong kesadaran masyarakat untuk menggunakan layanan parkir resmi. Hal ini penting agar retribusi yang dibayarkan benar-benar masuk ke kas daerah dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan parkir di titik resmi dan meminta karcis sebagai bukti pembayaran. Ini bagian dari transparansi dan juga perlindungan bagi pengguna jasa parkir,” ungkapnya.
Ke depan, Dishub Kota Sukabumi juga berencana melakukan berbagai inovasi dalam pengelolaan parkir, termasuk kemungkinan penerapan sistem digital atau elektronik guna meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi. Digitalisasi parkir dinilai dapat menjadi solusi dalam meminimalisir kebocoran serta mempermudah proses pelaporan dan pengawasan. “Selain itu, sistem ini juga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan retribusi oleh pemerintah.
Dengan capaian sebesar 27 persen di Triwulan I, Dishub Kota Sukabumi tetap optimistis target tahunan sebesar Rp1,7 miliar dapat tercapai. Bahkan, tidak menutup kemungkinan target tersebut bisa terlampaui apabila tren positif terus berlanjut. ‘Kami optimistis, dengan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, petugas di lapangan, maupun masyarakat, target ini bisa tercapai. Bahkan kami berharap bisa melampaui,” pungkasnya. (Bam)

6 hours ago
9











































