Mantan Menteri PPN/Bappenas Andrinof A Chaniago Dorong Nagari Kapau Dikembangkan sebagai Kawasan Wisata

3 hours ago 1

Langgam.id – Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof A Chaniago mendorong Nagari Kapau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis kuliner dan potensi alam.

Menurut Andrinof, Nagari Kapau memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Selain berada di sekitar Kota Bukittinggi, nagari tersebut dikenal sebagai daerah asal kuliner nasi Kapau yang telah populer di berbagai daerah di Indonesia.

Gagasan tersebut disampaikan Andrinof setelah mengunjungi Nagari Kapau pada Sabtu (8/8/2026). Ia menilai nagari tersebut hanya membutuhkan sentuhan dan pengelolaan yang tepat agar potensi yang dimiliki dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

“Sabtu, 8 Agustus 2026, saya menemukan satu lagi desa yang hanya perlu sedikit sentuhan untuk mengubahnya menjadi desa wisata. Namanya Nagari Kapau yang terletak di pinggiran Kota Bukittinggi,” tulis Andrinof di Kolom langgam.id, Rabu (12/8/2026).

Ia melihat Nagari Kapau memiliki kondisi alam yang mendukung pengembangan wisata. Sebagian besar wilayahnya berupa persawahan dan kebun sayur yang diselingi kolam-kolam ikan air tawar milik masyarakat.

Dari kawasan tersebut, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. Kondisi alam tersebut membuat Nagari Kapau memiliki suasana sejuk yang dinilai dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Namun, menurut Andrinof, kekuatan utama Nagari Kapau tetap berada pada potensi kulinernya.

Nasi Kapau yang kini dikenal luas di berbagai kota di Indonesia memiliki keterkaitan langsung dengan nagari tersebut. Menu khasnya antara lain gulai sayur nangka yang dicampur kol dan rebung dengan cita rasa rempah, santan dan pedas.

Gulai tersebut biasanya disajikan bersama beragam lauk, mulai dari rendang, dendeng, ayam goreng, ayam gulai hingga belut goreng.

Andrinof menilai popularitas nasi Kapau seharusnya dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan aktivitas ekonomi masyarakat Nagari Kapau melalui sektor pariwisata.

“Di nagari Kapau, tempat asal nasi Kapau ini, rasanya ada potensi bagus yang masih diabaikan. Sementara nilai ekonomi potensi tersebut sangat besar dalam bentuk membuka lapangan usaha, lapangan kerja dan peningkatan pendapatan rumah tangga masyarakat,” tulisnya.

Ia menyebut peluang ekonomi yang dapat dikembangkan tidak sebatas usaha kuliner. Jika Nagari Kapau diarahkan menjadi kawasan wisata, berbagai sektor pendukung pariwisata juga berpotensi tumbuh.

Menurutnya, warung-warung nasi Kapau yang sudah ada dapat menjadi penggerak utama pengembangan kawasan tersebut.

Dari sisi aksesibilitas, Andrinof menilai Nagari Kapau relatif mudah dijangkau. Akses menuju kawasan itu dapat ditempuh dari arah selatan maupun timur melalui wilayah pinggiran Kota Bukittinggi.

Meski sebagian ruas jalan relatif kecil, kendaraan roda empat masih dapat berpapasan dengan menurunkan kecepatan.

Persoalannya, kata Andrinof, sebagian besar warung nasi Kapau di kawasan tersebut masih memiliki tampilan yang sederhana. Hanya satu-dua warung yang menurutnya telah menggunakan bangunan dengan tampilan lebih modern.

Ia melihat kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas kawasan dan omzet usaha masyarakat.

Saat berkunjung pada waktu makan siang, Andrinof melihat jumlah pengunjung yang datang masih belum sebanding dengan kapasitas tempat yang tersedia di sejumlah warung.

“Nama produk utama sudah punya. Lokasi strategis. Alam indah dengan udara sejuk,” tulisnya.

Untuk mengembangkan potensi tersebut, Andrinof mendorong pemerintah dan masyarakat melakukan sejumlah langkah secara bersama-sama.

Pertama, pemilik warung yang sudah ada perlu mendapatkan penyuluhan untuk meningkatkan kualitas makanan, kebersihan dan kerapian warung serta pelayanan kepada konsumen.

Kedua, pemerintah nagari perlu memfasilitasi musyawarah nagari untuk membuka pandangan masyarakat mengenai peluang ekonomi yang dapat dikembangkan. Langkah tersebut diharapkan mendorong lebih banyak masyarakat terlibat dalam usaha kuliner maupun sektor usaha lainnya.

Ketiga, Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Nagari Kapau dinilai perlu menata kawasan serta menyiapkan fasilitas pendukung, seperti bahu jalan, area parkir dan toilet umum.

Andrinof juga mengusulkan apabila memungkinkan dibangun satu kawasan khusus yang menyediakan kios-kios dengan ukuran dan desain yang lebih tertata.

Setelah fasilitas dan kapasitas pelaku usaha diperkuat melalui pelatihan dan penyuluhan, ia menilai promosi dapat berkembang secara alami melalui jaringan masyarakat dan media sosial.

Menurut Andrinof, pengembangan Nagari Kapau sebagai kawasan wisata tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan. Lebih jauh, pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat melalui penciptaan usaha, lapangan kerja dan peningkatan pendapatan rumah tangga.

“Sekarang, tinggal siapa pihak yang akan mengambil inisiatif menggerakkan langkah-langkah tersebut,” tulisnya. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |