Beranda PENDIDIKAN Tujuh Mahasiswa STIKes Sukabumi Borong Medali di Kejuaraan Nasional Pencak Silat
PENDIDIKAN
Tim UKM Beladiri STIKes Sukabumi berhasil memborong prestasi kejuaraan Pencak Silat IPB Championship 2026 tingkat nasional yang digelar Institut Pertanian Bogor (IPB).SUKABUMI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa STIKes Sukabumi. Tujuh atlet Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Beladiri berhasil membawa pulang tujuh medali pada Kejuaraan Pencak Silat IPB Championship 2026 tingkat nasional yang digelar Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dari total 10 atlet yang dikirim, enam mahasiswa sukses meraih medali emas dan satu mahasiswa meraih medali perak. Raihan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa bidang kesehatan juga mampu berprestasi di tingkat nasional tanpa mengesampingkan kewajiban akademik.
Peraih medali emas masing-masing Aliya Ramadina (S1 Keperawatan), Asep Sopyan (S1 Keperawatan), Aziz Nurahim (S1 Keperawatan), Muhamad Ahsan (D3 Keperawatan), Salwa Khoerunnisaa (S1 Keperawatan), dan Siti Rahmah Padillah (D3 Keperawatan). Sementara medali perak diraih Saskia Nurul Dwisyifa dari Program Studi S1 Keperawatan.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKes Sukabumi, Sri Janatri, mengaku bangga atas capaian para mahasiswa yang mampu mengharumkan nama kampus di ajang bergengsi tersebut.
“Alhamdulillah kami sangat bangga karena ini memang yang kami harapkan dalam meningkatkan prestasi mahasiswa, khususnya di bidang ekstrakurikuler. Dari 10 mahasiswa yang kami kirim mengikuti kompetisi pencak silat, enam berhasil meraih medali emas dan satu meraih medali perak,” ujarnya.
Menurut Sri, kampus memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan bakat dan minat mahasiswa melalui berbagai organisasi kemahasiswaan maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan rutin hingga pemberian penghargaan atau kadeudeuh bagi mahasiswa yang berhasil meraih prestasi pada kompetisi tingkat provinsi, nasional maupun internasional.
“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa lainnya agar terus berprestasi. Setiap UKM juga memiliki pembina sehingga pengembangan potensi mahasiswa dapat berjalan secara optimal,” katanya.
Sementara itu, Pembina UKM Beladiri STIKes Sukabumi, Firzal Dwitama, mengatakan keberhasilan tersebut diraih melalui kerja keras seluruh atlet yang mampu menyeimbangkan aktivitas perkuliahan dengan latihan.
Ia mengungkapkan tantangan terbesar membina mahasiswa kesehatan adalah padatnya jadwal akademik, mulai dari perkuliahan, praktikum hingga praktik klinik.
“Karena itu kami menyusun program latihan yang efektif agar tidak mengganggu kewajiban akademik mereka. Kami juga terus memotivasi mahasiswa agar mampu mengatur waktu, menjaga kondisi fisik dan mental. Prestasi akademik dan nonakademik harus berjalan beriringan,” jelasnya.
Firzal menambahkan, STIKes Sukabumi mengikuti tiga kategori pertandingan, yakni tanding putra, tanding putri, dan seni gerak. Kompetisi tersebut diikuti sebanyak 1.372 atlet dari 29 perguruan tinggi di Indonesia.
“Bagi kami semua kategori sama membanggakan karena setiap atlet menunjukkan dedikasi dan semangat juang yang tinggi. Ke depan kami juga berencana mengembangkan UKM beladiri dengan membuka kelas boxing selain pencak silat,” ungkapnya.
Salah seorang peraih medali emas, Asep Sopyan, mahasiswa S1 Keperawatan angkatan 2023 yang menjadi juara pertama kelas tanding dewasa D, mengaku bangga dapat mempersembahkan prestasi untuk almamaternya.
“Sangat bangga bisa membawa nama baik STIKes Sukabumi. Latihan kami empat kali dalam seminggu setelah kuliah sampai malam,” katanya.
Ia mengaku tantangan terberat menjelang pertandingan adalah menurunkan berat badan agar sesuai kelas tanding yang diikuti. Berkat persiapan fisik dan mental yang matang, dirinya mampu tampil maksimal tanpa mengalami cedera.
“Target saya berikutnya bisa berprestasi di tingkat internasional dan suatu saat menjadi pelatih pencak silat,” pungkasnya.(wdy)

7 hours ago
6


















































