Setelah 15 Tahun, Jalan Poros Koto Gadang Dharmasraya Kembali Diaspal

16 hours ago 13

Langgam.id – Penantian panjang masyarakat Nagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar, akhirnya terwujud. Setelah lebih dari 15 tahun menunggu, Jalan Poros Koto Gadang kembali diaspal melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya dengan sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pekerjaan pengaspalan dimulai secara simbolis pada Senin (6/7/2026). Peresmian dilakukan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Dharmasraya, Yefrinaldi, mewakili Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.

Turut hadir Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Imam Mahfuri, Kepala DPMPTSP Naldi, Kepala Dinas PUPR Zakirman, Wali Nagari Koto Gadang Mesra Weni, Ketua Bamus Azwir, tokoh masyarakat, perwakilan perusahaan, serta Bhabinkamtibmas setempat.

Puluhan warga memadati lokasi untuk menyaksikan dimulainya pengaspalan. Setelah seremoni pembukaan, alat berat seperti paver, tandem roller, dan Pneumatic Tire Roller (PTR) mulai menghamparkan aspal di badan jalan.

Bagi masyarakat, momen tersebut menjadi akhir dari penantian panjang terhadap perbaikan akses utama yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian maupun perkebunan.

Jalan Poros Koto Gadang terakhir kali diaspal pada 1996. Seiring waktu, kondisinya mengalami kerusakan berat dan selama lebih dari 15 tahun belum mendapatkan penanganan menyeluruh.

Dalam sambutan Bupati Dharmasraya yang dibacakan Yefrinaldi, disebutkan bahwa pembangunan Jalan Poros Koto Gadang merupakan bagian dari lima titik pembangunan dan perbaikan jalan melalui skema pendanaan CSR yang saat ini dijalankan di Kabupaten Dharmasraya.

“Ini merupakan bukti bahwa di tengah keterbatasan anggaran, Ibu Bupati dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tetap berkomitmen menghadirkan pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Yefrinaldi.

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi salah satu terobosan pemerintah daerah dalam mengatasi keterbatasan fiskal, sementara kebutuhan pembangunan infrastruktur masih cukup besar.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Dharmasraya untuk ikut berkontribusi membangun infrastruktur yang juga mendukung kelancaran aktivitas operasional mereka.

Menurut Yefrinaldi, pelaksanaan pembangunan dilakukan langsung oleh perusahaan dengan pengendalian teknis dari Dinas PUPR sehingga prosesnya berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan dunia usaha yang dibangun atas semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Wali Nagari Koto Gadang, Mesra Weni, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Annisa Suci Ramadhani yang dinilai berhasil mendorong terbangunnya kerja sama antara pemerintah dan perusahaan.

Menurutnya, kepedulian perusahaan terhadap pembangunan jalan tidak lepas dari komunikasi dan upaya yang dilakukan pemerintah daerah.

Sementara itu, Humas PT Incasi Raya, Monofri, mengatakan sedikitnya enam perusahaan terlibat dalam pembangunan jalan tersebut, yakni PT Incasi Raya Grup, PT Bina Pratama Sakato Jaya, PT SMP, PT TKA, PT KSI, dan KUD Sinamar Sakato Jaya.

Berdasarkan nota kesepahaman (MoU), total panjang jalan yang akan dikerjakan mencapai enam kilometer. Pada tahap pertama, pengaspalan ditargetkan selesai sepanjang tiga kilometer, sedangkan sisanya akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan pendanaan perusahaan.

Monofri menilai skema kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi semua pihak karena jalan tersebut tidak hanya dimanfaatkan masyarakat, tetapi juga menjadi jalur operasional perusahaan.

Pemkab Dharmasraya berharap kolaborasi melalui program CSR ini dapat menjadi model percepatan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |