Satu-satunya dari Sukabumi, Shafa Mumtaz Hidayat Torehkan Prestasi Tingkat Nasional Bebras Indonesia Challenge 2025

1 day ago 14

SUKABUMI – Kota Sukabumi patut berbangga, karena salah satu pelajarnya yang bernama Shafa Mumtaz Hidayat (MH) , siswi Kelas 8 A Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Sukabumi mampu berprestasi di kancah nasional, Bebras Indonesia Challenge 2025.

Dalam event bergengsi yang diselenggarakan Telkom University Bandung pada 10 – 15 November 2025 lalu yang diikuti sebanyak 21.933 pelajar tingkat SMP/MTs se-Indonesia, Shafa yang juga Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN Kota Sukabumi ini dinobatkan menjadi satu-satunya peserta tingkat Penggalang dari Kota Sukabumi yang mampu mencapai passing grade tertinggi di tingkat nasional.

Pantauan Radar Sukabumi, selama Bebras Indonesia Challenge diselenggarakan, dari Sukabumi baru Shafa MH yang mampu mencuri hati dewan juri dengan nilai tingginya yang telah ditetapkan dalam challenge tersebut. Sedangkan peserta dari Sukabumi lainnya belum bisa mencapai passing grade. Selain di Indonesia, tantangan Bebras juga diselenggarakan di 54 negara lainnya.

Dalam situs resmi Bebras Indonesia Challenge 2025, yakni bebras.or.id pada kolom pengumuman tercatat untuk peserta tingkat Penggalang (SMP/MTs) jumlah semuanya 21.933 peserta secara nasional. Sedangkan Shafa berada pada kelompok capaian atas peserta nasional.

Atas capaian tersebut, tentu saja membuat bangga seluruh keluarga besar MTsN Kota Sukabumi dan keluarganya.

Kepala MTsN Kota Sukabumi, Ernawati memberikan apresiasi sekaligus bangga kepada ananda Shafa Mumtaz Hidayat karena menjadi satu-satunya siswi MTsN Kota Sukabumi yang berhasil memenuhi Passing Grade Bebras Indonesia Challenge 2025 dan prestasi ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan daya saing siswa madrasah di tingkat nasional.

“Saya sangat berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi ananda Shafa Mumtaz Hidayat untuk terus berprestasi serta menginspirasi siswa lainnya agar berani berkompetisi dan mengembangkan potensi diri. Semoga prestasi ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi semuanya,” tutur Kepala MTsN Kota Sukabumi, Ernawati.

Sebagai kepala madrasah (Kamad), tentu Ernawati akan berusaha untuk membangun budaya prestasi yang berkelanjutan.
“Bagaimanapun yang namanya kompetisi itu InsyaAllah mampu membentuk pribadi siswa yang lebih berani menghadapi tantangan di masa depan, ” ucapnya.

“Setiap perlombaan tidak dipandang sebagai kegiatan sesaat, tetapi sebagai bagian dari proses pembinaan karakter, akademik, dan keterampilan siswa,” beber Ernawati.

Ernawati menjelaskan sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan pemetaan potensi sejak dini, pembinaan terarah melalui guru pembimbing dan pelatih kompeten, serta pendampingan berkelanjutan baik secara akademik maupun mental spiritual.

“Kami juga memperkuat kolaborasi dengan orang tua dan memanfaatkan setiap kompetisi sebagai sarana evaluasi dan peningkatan mutu madrasah,” jelasnya.

Wali Kelas 8A MTsN Kota Sukabumi Kinang Darmaga Harahap mengungkapkan rasa bangganya, karena Shafa Mumtaz Hidayat berhasil menuai hasil yang positif dalam Bebras Indonesia Challenge 2025.

“Selamat ya Shafa, semoga apa yang diraihnya saat ini bisa memotivasi dan menginspirasi siswa/i MTsN Kota Sukabumi lainnya, termasuk teman-teman Shafa di kelas 8A,” ungkap Kinang Darmaga Harahap.

Sebagai wali kelas, dirinya sangat mendukung dan mengapresiasi keikutsertaan Shafa dalam Bebras Challenge ini.

“Semoga pengalaman ini dapat melatih logika, berpikir kritis, dan menumbuhkan semangat belajar anak-anak, Shafa khususnya,” ucapnya.

Berdasarkan pengamatan wali kelas selama ini, Shafa berhasil masuk dalam daftar nilai passing grade lantaran mampu menyelesaikan soal dengan baik, menunjukkan ketelitian, logika berpikir yang tepat, serta konsistensi dalam menjawab tantangan sesuai kriteria penilaian Bebras Challenge.

“Usaha, fokus, dan semangat belajarnya membuahkan hasil yang membanggakan. Tentu ini tak lepas dari dukungan dari orang tua di rumah,” ucapnya.

Menurut perempuan yang sabar dan ramah ini, Bebras Indonesia Challenge ini sangat bagus untuk diikuti oleh semua siswa/siswi, karena bisa melatih siswa untuk berpikir lebih kritis, cerdas dan sistematis.

“Semoga apa yang Shafa raih saat ini bisa memotivasi dan menginspirasi siswa/i MTsN Kota Sukabumi lainnya, termasuk teman-teman Shafa di kelas 8A. Karena Bebras Challenge ini bisa melatih siswa untuk berpikir lebih kritis, cerdas dan sistematis,” ujarnya.

“Ya karena banyak sekali manfaat yang diterima oleh siswa, diantaranya untuk melatih berpikir komputasional, meningkatkan kemampuan problem solving, dan bisa meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi keterampilan abad ke-21,” tambahnya.

Sementara itu, pembimbing kegiatan Bebras Indonesia Challenge 2025 Muhammad Ihsan IR sangat bersyukur MTsN bisa ikut andil dalam kegiatan tersebut, karena kegiatan ini diadakan di setiap tahun di bulan November dan diikuti tidak hanya oleh seluruh pelajar dari berbagai jenjang di Indonesia.

“Tapi kegiatan ini juga diadakan hampir di seluruh negara yang menguji siswa dalam kemampuan problem solving dan kemampuan berfikir komputasional,” kata Muhammad Ihsan.

Ihsan yang juga sebagai guru TIK di MTsN Kota Sukabumi merasa senang dan bangga, karena ini merupakan perdana MTsN Kota Sukabumi mengikuti ajang Bebras ini.

“Alhamdulillah saya senang, ini perdana MTsN mengikuti ajang tersebut, tapi ada siswa yang bisa mendapatkan nilai di kelompok atas secara nasional. Semoga ke depannya akan ada lebih banyak lagi siswa dari MTsN yang bisa meraih nilai yang sama atau lebih baik lagi,” ujarnya.

“Semoga siswa bisa meningkat kemampuan problem solvingnya dan bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Ihsan menjelaskan bahwa Bebras Indonesia Challenge adalah ajang kompetisi Computational Thinking yang diselenggarakan secara online dan terbuka untuk siswa Indonesia dari tingkat SD hingga SMA. Tujuan utama kompetisi ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Computational Thinking siswa dan mempromosikan literasi digital di Indonesia.

“Dalam kompetisi ini, siswa akan diberikan soal-soal yang dirancang untuk menguji kemampuan mereka dalam berpikir logis, memecahkan masalah, dan mengembangkan solusi kreatif. Soal-soal ini tidak memerlukan pengetahuan sebelumnya tentang komputasi atau informatika, tetapi lebih fokus pada kemampuan berpikir komputasional,” terangnya.

Bebras Indonesia Challenge juga merupakan bagian dari kompetisi internasional Bebras, yang diikuti oleh lebih dari 55negara di seluruh dunia termasuk Indonesia.

“Bebras itu sendiri sangat bermanfaat bagi peserta, antara lain meningkatkan kemampuan computating thinking, mengembangkan kemampuan problem solving, meningkatkan literasi digital, membangun kepercayaan diri, mengasah kemampuan diri berpikir kritis, serta berkesempatan berkompetisi di tingkat internasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Shafa Mumtaz Hidayat mengaku pertama diberitahu sama sekali tidak percaya dirinya bisa mencapai nilai yang memuaskan dalam keikutsertaannya di Bebras Indonesia Challenge 2025 ini.

“Saya tidak menyangka memperoleh nilai yang baik, apalagi pas pelaksanaan tantangan Bebras itu saya masuk terlambat, ya hampir lebih dari 10 menit kali ya, waktu itu teman-teman sudah mengerjakan tantangan,” ungkap Shafa dengan polos.

Putri pasangan Sri Sumarni dan Syarif Hidayat itu mengaku dalam mengerjakan soal tantangan Bebras dengan tenang, teliti, dan seksama.

“Soal tantangan Bebras ini kan kebanyakan membutuhkan penalaran dan ketelitian, sehingga saya harus cermat dan tidak terburu-buru dan sering dilihat lagi hasil jawabnya,” akunya.

Shafa juga mengucapkan terimakasih kepada para guru, ibu Kinang selaku wali kelas 8A, serta Ibu Kepala Madrasah yang sudah memfasilitasi untuk berkesempatan mengikuti tantangan ini.

“Kepada pak Ihsan selaku pembimbing, saya juga mengucapkan terimakasih sudah menjadi pembimbing yang baik.” pungkasnya.

Sekadar diketahui, tantangan Bebras atau Bebras Computational Thinking Challenge yang dilaksanakan setahun sekali pada pekan Bebras (Bebras Week), di seluruh dunia oleh anggota komunitas Bebras Internasional.

Tantangan Bebras Indonesia memberikan kesempatan bagi siswa Indonesia untuk menunjukkan kemampuan Computational Thinking secara sukarela, mandiri, dengan cara yang menyenangkan, penuh kejujuran dan kegembiraan bersama siswa lain di seluruh dunia. (sri)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |