KONSOLIDASI: PDI Perjuangan akan berkomutmen merebut kembali kursi DPR RI di Dapil Sukabumi pada pada Pemilu 2029 mendatang. FOTO : ISTIMEWASUKABUMI – Politisi senior PDI Perjuangan, dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati menegaskan komitmennya, untuk membawa PDI Perjuangan merebut kursi DPR RI di Sukabumi pada pada Pemilu 2029 mendatang.
Guna mencapai target tersebut, mantan legislator empat periode ini meminta seluruh struktur partai dan para kader agar bekerja ekstra keras, memperkuat kaderisasi serta intens mendampingi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Harapan saya, kursi PDI Perjuangan harus kembali di Sukabumi. Kader juga harus bertambah. Kita harus bangkit dan bekerja lebih keras,” tegas Ribka di sela-sela kegiatannya di Desa Padajaya, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, belum lama ini.
Ribka menekankan, bahwa marwah dan kekuatan PDI Perjuangan tidak hanya digantungkan pada figur semata, melainkan pada keaktifan kader dalam memberikan solusi atas persoalan warga.
Meski tak lagi duduk di kursi parlemen, ia berkomitmen menjaga hubungan emosional dengan para konstituennya.
Sebab menurutnya, konstituen merupakan bagian penting dari perjalanan pengabdian seorang anggota legislatif. Karena itu, komunikasi dan kepedulian terhadap masyarakat harus tetap dijaga.
“Empat periode saya di Kabupaten Sukabumi mengawal pembangunan, dan saya akan tetap mengawal pembangunan di sini. Meskipun saya tidak terpilih, saya tetap akan merawat konstituen di Sukabumi,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ribka Tjiptaning bersama anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diikuti ratusan warga setempat.
Dalam paparannya, Ribka mengingatkan pentingnya mengamalkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman berbangsa, bukan sekadar seremonial hafalan.
Apalagi, Pancasila memiliki posisi penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang, pandangan, dan kepentingan yang beragam.
“Pancasila harus kita jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun persatuan,” kata Ribka.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu pemecah belah dan disinformasi di media sosial menjelang dinamika politik mendatang.
Ribka juga menilai masyarakat harus memiliki sikap kritis dalam menerima informasi, namun tetap mengedepankan semangat persaudaraan serta kepentingan bangsa.
“Persatuan harus terus kita jaga. Jangan sampai perbedaan pilihan, pandangan maupun kepentingan membuat kita kehilangan rasa sebagai satu bangsa dan satu negara,” katanya.
Sementara itu, dalam konteks kebangsaan, Ribka kembali mengingatkan pentingnya memahami UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dalam kehidupan bernegara. Begitu pula dengan NKRI yang harus dijaga bersama sebagai rumah besar seluruh rakyat Indonesia.
Prinsip Bhinneka Tunggal Ika, menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, serta latar belakang masyarakat.
Ribka berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara nyata mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai ini kita jalankan dalam kehidupan nyata. Mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, sampai kehidupan sebagai warga negara,” katanya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat komunikasi mengenai persoalan kebangsaan dan pembangunan daerah.
Melalui kegiatan tersebut, Ribka berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga Pancasila, mempertahankan keutuhan NKRI, menghormati konstitusi, serta merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa. (why)

4 hours ago
5












































