Pendidikan Berkelanjutan sebagai Agenda Akademik Tahunan

2 days ago 19

Oleh : Yulianti
Dosen Institut CBI

Peran pendidikan dalam pembangunan berkelanjutan telah menjadi perhatian utama komunitas global dalam beberapa dekade terakhir. Pendidikan tidak lagi dipahami semata-mata sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagai sarana pembentukan kesadaran, nilai, dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan (UNESCO, 2017). Dalam konteks pendidikan tinggi, tuntutan terhadap relevansi akademik semakin menguat seiring dengan kompleksitas permasalahan global yang bersifat multidimensional.

Setiap awal tahun akademik, institusi pendidikan tinggi umumnya melakukan evaluasi kinerja dan perencanaan strategis. Momentum ini menjadi peluang penting untuk menjadikan pendidikan berkelanjutan sebagai agenda akademik tahunan yang terstruktur. Namun, dalam praktiknya, implementasi pendidikan berkelanjutan sering kali masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara menyeluruh dalam sistem akademik. Oleh karena itu, kajian mengenai pendidikan berkelanjutan sebagai agenda akademik tahunan menjadi relevan dan mendesak untuk dikembangkan.

Education for Sustainable Development (ESD) didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang memungkinkan individu dan masyarakat untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab demi keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan sosial (UNESCO, 2020). ESD menekankan pembelajaran sepanjang hayat, penguatan berpikir kritis, serta pengembangan nilai-nilai etika dan tanggung jawab global.

Sterling (2011) menegaskan bahwa pendidikan berkelanjutan menuntut transformasi paradigma pendidikan dari pendekatan yang bersifat transmisif menuju pembelajaran yang transformatif. Dengan demikian, pendidikan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada konten, tetapi juga pada cara berpikir dan bertindak peserta didik.

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong implementasi ESD melalui tridarma perguruan tinggi. Menurut Wals (2014), pendidikan tinggi berfungsi sebagai ruang eksperimen intelektual yang memungkinkan integrasi nilai keberlanjutan dalam riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi dituntut untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari tata kelola akademik.

Menjadikan pendidikan berkelanjutan sebagai agenda akademik tahunan berarti mengintegrasikan prinsip keberlanjutan secara konsisten dalam perencanaan dan evaluasi akademik. Setiap tahun akademik, institusi dapat menetapkan indikator kinerja yang berkaitan dengan keberlanjutan, seperti pengembangan kurikulum berbasis SDGs, peningkatan riset tematik, serta program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan.

Pendekatan ini memungkinkan pendidikan berkelanjutan tidak berhenti pada kebijakan normatif, melainkan terimplementasi secara operasional dan terukur. Selain itu, agenda tahunan mendorong keberlanjutan program lintas periode kepemimpinan akademik

Meskipun memiliki urgensi tinggi, implementasi pendidikan berkelanjutan menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan sumber daya, rendahnya literasi keberlanjutan di kalangan sivitas akademika, serta resistensi terhadap perubahan (Tilbury, 2011). Oleh karena itu, dibutuhkan strategi institusional yang mencakup penguatan kepemimpinan akademik, pengembangan kapasitas dosen, serta sistem evaluasi berkelanjutan.

Pendidikan berkelanjutan merupakan paradigma penting yang perlu dijadikan agenda akademik tahunan di institusi pendidikan tinggi. Melalui integrasi sistematis dalam kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, pendidikan tinggi dapat meningkatkan relevansi dan kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan. Komitmen institusional, kebijakan yang konsisten, serta evaluasi berkelanjutan menjadi kunci utama keberhasilan implementasi pendidikan berkelanjutan sebagai agenda akademik jangka panjang.(*)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |