Panen Raya Cengkeh di Solok, Pemprov Sumbar Komit Siapkan Irigasi hingga Jalan Usaha Tani

56 minutes ago 1

Langgam.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan sejumlah program penguatan kawasan sentra cengkeh di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di salah satu daerah penghasil cengkeh terbesar di Sumbar.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri panen raya cengkeh di kawasan perkebunan seluas sekitar 400 hektare di Bukit Batu Agung, Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Sabtu (30/5/2026).

Mahyeldi mengatakan, komoditas cengkeh masih memiliki prospek yang menjanjikan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan. Apalagi, hasil panen tahun ini dilaporkan meningkat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Kita masih memiliki potensi tanaman cengkeh yang besar di Sumatera Barat, termasuk di Kabupaten Solok. Hasil panen tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadi modal penting untuk terus dikembangkan,” kata Mahyeldi.

Menurut dia, peningkatan produksi harus dibarengi dengan dukungan infrastruktur yang memadai. Salah satu kebutuhan mendesak yang menjadi perhatian pemerintah adalah ketersediaan air bagi tanaman cengkeh, terutama saat musim kemarau.

Pemprov Sumbar, lanjut Mahyeldi, akan mengkaji pemanfaatan sumber air yang tersedia di kawasan tersebut melalui pembangunan jaringan perpipaan untuk mendukung kebutuhan perkebunan.

“Kebutuhan air tanaman harus dipastikan tersedia. Jika kebutuhan air terpenuhi, produktivitas tanaman akan lebih terjaga dan pemupukan juga bisa dilakukan lebih optimal,” ujarnya.

Selain pengairan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan jalan usaha tani guna memperlancar mobilitas petani dan distribusi hasil panen. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat daya saing komoditas cengkeh.

Menurut Mahyeldi, pembangunan akses menuju kawasan perkebunan akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.

Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, Pemprov Sumbar juga mendorong pengembangan hilirisasi komoditas cengkeh. Salah satu potensi yang dinilai belum tergarap maksimal adalah pemanfaatan daun cengkeh sebagai bahan baku minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Selama ini perhatian petani lebih banyak pada bunga cengkeh. Padahal, daun cengkeh juga memiliki nilai jual yang baik jika diolah menjadi minyak atsiri. Ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani,” kata Mahyeldi.

Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah berencana menggandeng perguruan tinggi dan pelaku usaha dalam pengembangan teknologi pengolahan serta pemasaran produk turunan cengkeh.

Sementara itu, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pengembangan sentra perkebunan cengkeh di daerahnya. Menurut dia, perhatian pemerintah sangat dibutuhkan untuk memperkuat sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

“Kehadiran Pak Gubernur memberikan semangat bagi petani. Dukungan terhadap pengembangan sentra cengkeh dan pembangunan infrastruktur menjadi harapan besar bagi masyarakat Kabupaten Solok,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumbar, Afniwirman, menambahkan bahwa Kabupaten Solok hingga kini masih menjadi salah satu sentra utama produksi cengkeh di Sumatera Barat.

Karena itu, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas budidaya, produktivitas tanaman, serta pengolahan hasil panen agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.

Dengan dukungan infrastruktur dan pengembangan hilirisasi, kawasan Paninggahan diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi cengkeh, tetapi juga pusat pengembangan industri berbasis komoditas perkebunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |