Gubernur Mahyeldi Dorong Inovasi Jadi Budaya Kerja di Seluruh OPD

17 hours ago 10

Langgam.id — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menjadikan inovasi sebagai budaya kerja yang berkelanjutan guna meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Data Pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) bagi perwakilan OPD Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah kabupaten/kota se-Sumbar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Rabu (10/6/2026).

Menurut Mahyeldi, inovasi daerah merupakan instrumen penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat melalui pelayanan yang semakin baik.

“Tujuan inovasi daerah pada dasarnya adalah meningkatkan kinerja. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus terus berinovasi agar kinerja pemerintah daerah dan pelayanan publik di Sumbar semakin optimal,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan bahwa inovasi daerah merupakan bentuk pembaruan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Inovasi tersebut dapat berupa tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, maupun inovasi lain yang berkaitan dengan urusan pemerintahan daerah.

Mahyeldi menilai Indeks Inovasi Daerah memiliki peran strategis karena menjadi salah satu komponen dalam penilaian Indeks Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Selain itu, capaian indeks tersebut juga turut menjadi salah satu parameter dalam penentuan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN).

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi mengapresiasi capaian Sumatera Barat yang mampu mempertahankan predikat Provinsi Sangat Inovatif selama delapan tahun berturut-turut sejak 2018 hingga 2025.

Pada 2024, Sumbar berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah. Sementara pada 2025, provinsi tersebut menempati posisi kedua nasional dari 38 provinsi dengan predikat yang sama.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, komitmen pimpinan daerah, kolaborasi seluruh perangkat daerah, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem inovasi yang kuat,” kata Mahyeldi.

Ia juga menyebut Pemerintah Provinsi Sumbar kembali meraih predikat Pemerintah Provinsi Terinovatif dengan menempati peringkat ketiga nasional pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 dan peringkat kedua nasional dalam penilaian IID.

Sepanjang 2025, Pemprov Sumbar mencatat 487 inovasi yang diinput ke dalam aplikasi IID. Jumlah tersebut terdiri atas 84 inovasi tata kelola pemerintahan, 297 inovasi pelayanan publik, dan 106 inovasi lainnya. Dari total tersebut, sebanyak 208 inovasi telah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri untuk proses pengukuran IID.

Selain itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumbar juga memperoleh penghargaan nasional kategori INAGARA dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia atas kontribusinya dalam penguatan ekosistem inovasi administrasi negara.

Menurut Mahyeldi, capaian inovasi pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar juga menunjukkan perkembangan yang positif. Seluruh daerah di Sumbar kini telah berada pada kategori Inovatif dan Sangat Inovatif. Meski demikian, peningkatan kualitas inovasi dan pelaporan tetap perlu dilakukan agar lebih banyak daerah mampu bersaing di tingkat nasional.

Untuk itu, Mahyeldi menginstruksikan seluruh perangkat daerah memenuhi berbagai persyaratan penilaian IGA, termasuk memastikan inovasi tersedia pada sedikitnya lima dari enam urusan wajib pelayanan dasar.

Ia juga menegaskan bahwa setiap pejabat administrator atau Eselon III wajib menghasilkan minimal satu inovasi yang menjadi bagian dari perjanjian kinerja sekaligus indikator penilaian kinerja perangkat daerah.

Pada kegiatan tersebut turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kinerja Pelaksanaan Inovasi Daerah Tahun 2026. Mahyeldi mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota mendukung penyelenggaraan IGA 2026 yang akan digelar di Sumatera Barat.

Menurut dia, pelaksanaan IGA di Sumbar menjadi kesempatan untuk menampilkan berbagai inovasi daerah, potensi pembangunan, serta kekayaan budaya Sumbar kepada pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |