SUKABUMI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh satuan pendidikan dalam menyambut hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Hal tersebut disampaikannya merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Pagi Ceria dan Upacara Bendera pada hari pertama semester genap.
Berdasarkan surat edaran tersebut, seluruh Kepala Satuan Pendidikan di Kota Sukabumi diminta untuk mengondisikan rangkaian kegiatan pagi ceria yang meliputi senam bersama, upacara bendera, doa bersama, serta menyanyikan lagu “Hari Baru”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali semangat dan motivasi belajar peserta didik setelah menjalani libur akhir Semester I selama 14 hari, sekaligus telah disesuaikan dengan kalender pendidikan yang berlaku.
“Pagi ceria dan upacara bendera di hari pertama masuk sekolah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk motivasi awal bagi siswa agar kembali bersemangat, disiplin, dan siap mengikuti pembelajaran di semester genap,” ujar Novian Restiadi.
Dalam kesempatan tersebut, Novian menegaskan bahwa target kehadiran pada hari pertama sekolah adalah 100 persen, baik untuk peserta didik maupun pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Ia menilai kesiapan sekolah di Kota Sukabumi sudah terlihat sejak sebelum hari pertama masuk sekolah.
“Para pendidik dan tenaga kependidikan pada prinsipnya tidak ikut libur, karena mereka tetap mempersiapkan pembelajaran untuk menyambut semester genap tahun 2026. Mereka sudah bergotong royong membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta menyiapkan perangkat dan model pembelajaran terbaik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut mencerminkan komitmen seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, nyaman, dan kondusif sejak hari pertama. Ruang kelas, sarana prasarana, hingga halaman sekolah dipastikan dalam kondisi siap pakai untuk mendukung proses pembelajaran.
Untuk memastikan pelaksanaan hari pertama masuk sekolah berjalan lancar dan sesuai ketentuan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi akan melaksanakan monitoring dan evaluasi secara langsung. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menugaskan para Kepala Bidang, Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, serta para Pengawas Sekolah ke seluruh satuan pendidikan.
“Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kondusivitas pembelajaran di hari pertama, mulai dari kesiapan sarana prasarana hingga persiapan proses belajar mengajar,” jelas Novian.
Terkait kedisiplinan, Novian menegaskan bahwa seluruh pendidik dan tenaga kependidikan wajib hadir di hari pertama sekolah, kecuali bagi yang benar-benar sakit. Ia menegaskan tidak akan mentolerir ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami tidak mentolerir guru atau tenaga kependidikan yang izin tanpa alasan yang sangat mendesak. Jika ditemukan di lapangan ada PTK yang tidak hadir tanpa keterangan resmi, maka akan kami berikan teguran tertulis,” tegasnya.
Pelaksanaan kegiatan hari pertama masuk sekolah di Kota Sukabumi dijadwalkan dimulai pukul 06.30 WIB, diawali dengan upacara bendera, doa bersama, dan dilanjutkan dengan aktivitas peserta didik memasuki kelas serta mempersiapkan pembelajaran di hari pertama Semester II.
Lebih lanjut, Novian memastikan bahwa pembelajaran di hari pertama semester genap langsung berjalan efektif. Hal ini sejalan dengan prinsip ketuntasan belajar (mastery learning), di mana setiap aktivitas di sekolah dipandang sebagai bagian dari proses belajar mengajar.
“Proses pembelajaran harus berjalan efektif sejak hari pertama. Saya percaya para pendidik telah mempersiapkan metode pembelajaran terbaik, terutama untuk mengembalikan motivasi belajar siswa setelah cukup lama libur sekolah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Novian juga menyampaikan pesan kepada orang tua peserta didik agar mendukung kelancaran hari pertama masuk sekolah. Orang tua diperbolehkan mengantar anak ke sekolah, namun diminta tidak sampai masuk ke ruang kelas.
“Cukup sampai batas pengantaran saja. Berikan privasi terbaik kepada sekolah dan anak-anak agar mereka bisa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan ceria, nyaman, dan mandiri,” pesannya.
Sementara itu, kepada para pendidik, Novian berpesan agar tetap mengondisikan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan penuh semangat, dengan memanfaatkan berbagai metode pembelajaran yang telah dimiliki.
“Selamat mengikuti pembelajaran di hari pertama dan hari-hari berikutnya. Mari kita wujudkan lingkungan belajar yang sehat, ceria, dan bermakna bagi peserta didik. Salam sehat dan ceria,” pungkasnya.(wdy)

1 week ago
27










































