Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, saat ditemui di ruang kerjanya
SUKABUMI – Di balik jalannya roda pemerintahan, terdapat hal penting yang sering luput dari perhatian publik: bagaimana memastikan keberlanjutan kepemimpinan birokrasi tetap berjalan tanpa hambatan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menegaskan bahwa Pemkot Sukabumi kini tengah menata fondasi regenerasi birokrasi dengan memastikan seluruh jabatan strategis setingkat eselon II telah terisi pejabat definitif.
“Langkah ini bukan hanya sekadar memenuhi struktur organisasi, melainkan bagian dari upaya membangun birokrasi yang lebih responsif, profesional, dan siap menghadapi tantangan pembangunan,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Minggu (14/6).
Ia menjelaskan, seluruh Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemkot Sukabumi saat ini telah terisi penuh, mulai dari Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, hingga Staf Ahli. Kondisi ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pengambilan keputusan dan pelaksanaan program kerja pemerintah.
Meski demikian, tantangan tidak berhenti pada pengisian jabatan. Regenerasi birokrasi menjadi pekerjaan besar yang harus dipersiapkan sejak dini.
Setiap tahun ada pejabat yang memasuki masa pensiun, sementara pelayanan publik tidak boleh terhenti. Karena itu, Pemkot mulai mengandalkan Sistem Manajemen Talenta (SIMATA) sebagai instrumen utama menyiapkan calon pemimpin birokrasi yang kompeten.
“Kami tidak ingin posisi strategis terlalu lama dijabat pelaksana tugas. Harapannya, ketika ada pejabat yang pensiun, penggantinya sudah siap dan proses pengisian bisa dilakukan lebih cepat,” papar Taufik.
Melalui pendekatan ini, promosi dan rotasi ASN tidak lagi hanya ditentukan masa kerja atau pangkat semata.
Kompetensi, rekam jejak, capaian kinerja, pengalaman, hingga pengembangan kapasitas menjadi faktor penting dalam menentukan perjalanan karier aparatur.
“Seluruh data dipetakan melalui SIMATA yang memungkinkan pemerintah melihat potensi setiap ASN secara lebih objektif dan terukur,” jelasnya.
Menurut Taufik, setiap ASN ditempatkan dalam kelompok talenta yang terus dievaluasi. Posisi mereka bisa meningkat seiring peningkatan kompetensi dan prestasi kerja, namun juga dapat bergeser apabila hasil evaluasi menunjukkan penurunan performa.
“Pegawai yang berada di boks talenta tertentu bisa naik maupun turun berdasarkan hasil penilaian. Sistem ini mendorong ASN untuk terus meningkatkan kapasitas dan kinerjanya,” ucapnya.
Meski sebagian besar jabatan telah terisi, Pemkot Sukabumi masih menunggu persetujuan pemerintah pusat untuk beberapa posisi tertentu yang memiliki mekanisme khusus, seperti Inspektur, Camat, dan jabatan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Selain itu, terdapat satu posisi eselon III yang masih kosong dan tengah dipersiapkan pengisiannya.
“Penguatan manajemen talenta bukan hanya soal penempatan pejabat, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan birokrasi yang adaptif dan berdaya saing,” tegas Taufik.
“Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, kehadiran aparatur yang kompeten menjadi kunci agar pemerintahan dapat terus bergerak efektif, menjaga kepercayaan masyarakat, sekaligus memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai harapan,” tutupnya.(ris/d)

2 hours ago
3










































