Rel Kereta Api di Sumbar, dari Jejak Sejarah Menuju Penguatan Konektivitas Pulau Sumatra

8 hours ago 8

Langgam.id – Rel kereta api di Sumatra Barat (Sumbar) bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan bagian dari perjalanan sejarah pembangunan daerah. Jalur kereta api ini pernah menjadi penghubung kawasan tambang batu bara Ombilin menuju Pelabuhan Emmahaven (kini Teluk Bayur). 

Tidak hanya itu, rel kereta api sekaligus membuka akses yang menghubungkan kawasan Pesisir hingga pedalaman di Sumbar, yaitu terhubungnya Pariaman ke Padang Panjang, Bukittinggi hingga Payakumbuh dan Sawahlunto.

Berbagai pusat pertumbuhan ekonomi dan lanskap budaya maupun sosial terbentuk. Kini, rel kereta api tersebut tetap menjadi bagian penting mobilitas masyarakat menuju sekolah, tempat kerja, bandara, pusat ekonomi, dan destinasi wisata.

Sejarah tersebut kembali memperoleh makna strategis seiring arah kebijakan nasional dalam memperkuat konektivitas perkeretaapian Pulau Sumatra. Sumbar memiliki modal besar berupa jaringan rel yang telah terbangun, aset prasarana, serta layanan yang hingga kini terus dimanfaatkan masyarakat.

Perkeretaapian di Sumbar mulai berkembang pada akhir abad ke-19 untuk mendukung distribusi batu bara Ombilin. Stasiun Padang dibangun pada 1889 sebagai simpul distribusi menuju Pelabuhan Emmahaven, disusul Stasiun Pulau Air pada 1891 yang diresmikan pada 1 Oktober 1892. 

Selanjutnya, jaringan rel kereta api berkembang hingga Kayu Tanam, Padang Panjang, Solok, Sawahlunto, Pariaman, dan Naras.

Saat ini, KAI Divre II Sumbar mengelola jaringan rel kereta api sepanjang 312,232 kilometer spoor (kmsp), terdiri dari 110,910 kmsp jalur aktif dan 201,322 kmsp jalur nonaktif. Operasional didukung 20 stasiun dan shelter penumpang serta 4 stasiun angkutan barang.

Layanan penumpang dilayani melalui KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, dan KA Lembah Anai, sedangkan angkutan barang melayani distribusi semen dan klinker pada relasi Indarung–Bukit Putus.

Kepercayaan masyarakat terhadap kereta api terus meningkat. Sepanjang Semester I 2026, KAI Divre II Sumbar melayani 1.140.586 pelanggan, sementara angkutan barang mencapai 556.465 ton, terdiri atas 362.740 ton semen dan 193.725 ton klinker.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah pelanggan meningkat dari sekitar 1,09 juta pada 2021 menjadi 1.978.241 pelanggan pada 2025, atau tumbuh sekitar 81 persen. KA Pariaman Ekspres menjadi layanan dengan jumlah pelanggan terbesar, sedangkan KA Lembah Anai juga menunjukkan peningkatan signifikan setelah penyesuaian relasi perjalanan pada 2026.

Besarnya potensi tersebut turut didukung pertumbuhan sektor pariwisata Sumbar. Berbagai destinasi seperti Jam Gadang, Danau Singkarak, Sawahlunto, Padang Panjang, dan Bukittinggi memiliki peluang semakin terkoneksi melalui transportasi berbasis rel.

Di sisi lain, keberadaan jalur nonaktif seperti Naras–Sungai Limau, Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi, hingga Solok–Muaro Kalaban menjadi peluang pengembangan jaringan pada masa mendatang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan sejarah panjang perkeretaapian Sumbar merupakan modal penting dalam mendukung penguatan konektivitas Pulau Sumatra.

“Perkeretaapian di Sumbar memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi juga manfaat yang terus dirasakan masyarakat. Kereta api mendukung mobilitas harian, sektor pariwisata, distribusi logistik, hingga akses menuju bandara. Hal ini menunjukkan transportasi berbasis rel masih memiliki ruang yang sangat besar untuk terus dikembangkan,” ujar Reza, Selasa (21/7/2026). 

Ia menambahkan, tren peningkatan jumlah pelanggan dan angkutan barang menjadi indikator semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api.

“Apabila pengembangan jaringan maupun reaktivasi jalur dapat direalisasikan secara bertahap sesuai perencanaan pemerintah, kami optimistis kereta api akan semakin berperan dalam memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi logistik, memperluas akses menuju kawasan wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” kata dia. 

KAI Divre II Sumbar siap mendukung pengembangan perkeretaapian sebagai bagian dari pembangunan transportasi nasional yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sejarah panjang, tingginya kepercayaan masyarakat, serta potensi pengembangan jaringan menjadikan Sumbar memiliki posisi strategis dalam mendukung terwujudnya konektivitas perkeretaapian Pulau Sumatra yang semakin terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. (WAN)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |