Pengamat Sebut PAN Sumbar Terancam Kehilangan Basis Suara, Arisal Aziz Bisa Pindah Partai

13 hours ago 11

Langgam.id – Pengamat Politik dari Universitas Andalas (Unand), Asrinaldi, menilai pengunduran diri Arisal Aziz dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatra Barat (Sumbar) berpotensi pengaruhi peta politik daerah menjelang Pemilu 2029.

Menurut Asrinaldi, Arisal Aziz merupakan figur politik yang memiliki basis dukungan cukup kuat di Sumbar. Hal ini terlihat dari perolehan suara yang diraihnya pada pemilihan legislatif sebelumnya.

Diketahui pada pemilu 2024, Arisal Aziz berhasil memperoleh 107.117 suara. Perolehan ini mengantarkannya ke kursi DPR RI untuk periode 2024–2029 daerah pemilihan Sumbar II. 

“Kalau dalam konteks percaturan politik Sumbar, saya kira Arisal Aziz adalah orang yang memiliki massa yang lumayan,” katanya kepada Langgam.id, Selasa (16/6/2026)

Ia menjelaskan, keberadaan Arisal Aziz selama ini juga menjadi bagian penting dari upaya PAN memperkuat posisinya dalam perebutan kursi legislatif, termasuk untuk tingkat DPR RI.

Baca juga:

“Karena itu, mundurnya Arisal Aziz dinilai dapat memberikan dampak terhadap kekuatan politik PAN di Sumbar,” ungkapnya.

Asrinaldi mengungkapkan, meskipun Arisal Aziz masih berstatus kader partai, dinamika politik menuju Pemilu 2029 masih sangat terbuka. 

Ia menilai tidak tertutup kemungkinan, Arisal Aziz mempertimbangkan opsi politik lain apabila mendapatkan tawaran posisi strategis dari partai berbeda.

“Kalau ada partai lain yang menawarkan posisi strategis, bisa saja dia mempertimbangkan untuk pindah karena memiliki keyakinan terhadap konstituen yang dimilikinya,” ujarnya.

Apabila skenario tersebut terjadi, kata Asrinaldi, kemungkinan konsolidasi politik di Sumbar akan mengalami perubahan. Selain itu, PAN juga berpotensi mengalami penurunan kekuatan elektoral.

“Jika itu terjadi, tentu konsolidasi politik di Sumbar akan berubah. Di sisi lain, PAN juga bisa terdampak terhadap perolehan suara,” tuturnya.

Lebih lanjut, Asrinaldi menilai kondisi internal partai setelah Arisal tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan dapat menimbulkan persoalan tersendiri. 

Sebagai kader yang memiliki basis pendukung, ruang gerak politik Arisal Aziz dinilai tidak akan sebebas ketika masih memegang posisi strategis di partai.

Ia menyebutkan, ketika seorang kader berada di luar struktur, upaya konsolidasi yang dilakukan belum tentu memperoleh dukungan atau akomodasi dari pengurus partai.

“Ketika dia mengonsolidasikan kelompoknya tetapi tidak diakomodasi, sementara kelompok yang berada dalam struktur melihat pergerakan itu sebagai ancaman, tentu situasi seperti ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan,” jelasnya.

Karena itu, Asrinaldi menambahkan, peluang Arisal Aziz untuk mencari kendaraan politik baru tetap terbuka apabila merasa tidak lagi memiliki ruang yang cukup di internal PAN.

“Saya melihat ada kemungkinan Arisal merasa tidak nyaman dalam situasi seperti itu. Jika kondisi tersebut berlanjut, bukan tidak mungkin dia memilih pindah partai,”  pungkasnya. (WAN)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |