Langgam.id — Nama Rumah Makan Sederhana sudah lama identik dengan kuliner Minang di Indonesia. Berawal dari sebuah warung kecil di Jakarta pada 1972, usaha milik perantau asal Sumatra Barat itu kini menjelma menjadi salah satu jaringan rumah makan Padang terbesar yang tengah berekspansi ke pasar internasional.
Perjalanan Rumah Makan Sederhana tidak lepas dari sosok Haji Bustaman, perantau asal Labuak Jantan, Lintau Buo Barat, Kabupaten Tanah Datar. Dengan modal terbatas, Bustaman merintis usaha kuliner di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, yang saat itu hanya berupa warung sederhana dan bahkan sempat berjualan menggunakan gerobak.
Berbekal resep masakan Minang yang diwariskan dari kampung halaman, Bustaman mencoba menghadirkan cita rasa Ranah Minang kepada masyarakat ibu kota. Namun, ia juga melakukan sejumlah penyesuaian, terutama pada tingkat kepedasan masakan agar lebih diterima oleh berbagai kalangan pelanggan di Jakarta. Salah satu menu yang kemudian menjadi ikon adalah ayam pop yang hingga kini identik dengan Rumah Makan Sederhana.
Dari satu warung kecil di Benhil, usaha tersebut berkembang pesat. Pada pertengahan 1970-an, Bustaman mulai membuka sejumlah cabang baru di Jakarta. Nama “Sederhana” kemudian semakin dikenal luas dan tumbuh menjadi salah satu merek rumah makan Padang paling populer di Indonesia.
Memasuki era 1990-an, Bustaman mematenkan merek “Sederhana” dan mulai mengembangkan sistem waralaba. Langkah itu menjadi titik penting yang mempercepat ekspansi bisnis ke berbagai kota di Indonesia. Untuk memperkuat perlindungan merek dan pengelolaan usaha, perusahaan pengelola juga dibentuk pada awal 2000-an.
Saat ini, jaringan Rumah Makan Sederhana telah memiliki lebih dari 100 cabang, bahkan sejumlah sumber menyebut jumlah gerainya mencapai sekitar 200 lokasi yang tersebar di berbagai daerah. Restoran ini juga telah hadir di Malaysia dan kini mulai memperluas jangkauan ke pasar internasional lainnya.
Langkah besar terbaru dilakukan pada Juni 2026 dengan dibukanya gerai pertama Restoran Sederhana di kawasan Kampong Glam, Singapura. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat budaya Melayu dan destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat internasional.
Peresmian gerai di Singapura dilakukan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Kehadiran Restoran Sederhana di negeri jiran itu dinilai menjadi tonggak penting bagi upaya membawa kuliner Minang ke panggung global.
“Kehadiran Restoran Sederhana di Singapura menunjukkan bahwa jenama Indonesia siap bersaing di pasar internasional tanpa kehilangan akar budayanya. Kuliner bukan sekadar makanan, tetapi juga instrumen diplomasi budaya untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” ujarnya, dikutip Selasa (16/6/2026).
Tidak berhenti di Singapura, pengelola Restoran Sederhana melalui PT Global Minang Ventura (GMV) juga telah menyiapkan ekspansi berikutnya ke Melbourne, Australia. Gerai baru tersebut direncanakan berlokasi di Queen Street, salah satu kawasan strategis di pusat kota Melbourne.
Ekspansi tersebut menunjukkan bahwa kuliner Minang tidak hanya bertahan sebagai identitas budaya perantau, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar internasional. Dari sebuah warung kecil di Benhil lebih dari lima dekade lalu, Rumah Makan Sederhana kini menjadi salah satu wajah kuliner Minangkabau yang dikenal dunia. (HER)

13 hours ago
12
















































